SulawesiPos.com – Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar menilai tiga kelompok tani dan kelompok wanita tani pada Kamis (5/11/2026). Penilaian di Panakkukang, Tamalanrea, dan Manggala itu mencakup aktivitas, perkembangan, kelembagaan, potensi, serta inovasi kelompok dalam mendukung ketahanan pangan perkotaan.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Makassar Aulia Arsyad bersama Kepala Bidang Perikanan Budidaya, Kepala Bidang Pertanian, serta Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Kelompok yang mengikuti penilaian ialah KT Wija di Kelurahan Sinrijala, Kecamatan Panakkukang; KWT Mekar Sari di Kelurahan Tamalanrea Indah, Kecamatan Tamalanrea; dan KWT Cinta di Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala.
Penilaian dilakukan untuk melihat langsung kegiatan kelompok, pengelolaan kelembagaan, potensi pengembangan, serta inovasi yang diterapkan di masing-masing lokasi. Unggahan resmi Dinas Perikanan dan Pertanian Makassar tidak memuat hasil atau peringkat dari kegiatan tersebut.
DP2 Makassar berharap proses itu mendorong kelompok tani dan KWT memperbaiki tata kelola, meningkatkan kreativitas, dan memperkuat peran masyarakat dalam pembangunan pertanian kota.
Pendampingan Menjadi Penentu Keberlanjutan
Penilaian tidak berdiri sendiri karena pemerintah kota sebelumnya menjalankan pendampingan dan pemberian sarana produksi kepada kelompok tani. Kepala DP2 Makassar Aulia Arsyad mengatakan pendampingan dilakukan secara berkala terhadap kelompok yang telah terbentuk dan menerima bantuan.
“Semua kelompok wanita tani dan kelompok tani yang sudah terbentuk dan menerima bantuan dari DP2 selalu kami lakukan pendampingan. Setiap bulan kami pantau,” kata Aulia.
KWT Cinta di Bangkala menjadi salah satu contoh kelompok yang telah dikembangkan dengan konsep terintegrasi. Bantuan yang diberikan mencakup benih, bibit tanaman, media tanam, kompos, pupuk organik cair, ayam petelur, kolam terpal, bibit ikan, serta pakan.
Selain pertanian, model tersebut menghubungkan peternakan, perikanan, dan pengelolaan sampah. Hasil panen KWT Cinta juga disebut telah memiliki pasar, sedangkan pendapatannya dapat diputar kembali untuk kebutuhan produksi.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin sebelumnya menyebut urban farming tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga menghasilkan bahan pangan yang dapat dimanfaatkan langsung masyarakat. Pesan itu menjadi konteks penting bagi penilaian kelompok di tengah terbatasnya lahan pertanian dalam kota.
Menjelang Festival Urban Farming
Penilaian tiga kelompok tersebut berlangsung beberapa hari sebelum Urban Farming Festival Makassar pada 11-15 November 2026. Festival di Anjungan City of Makassar dijadwalkan menghadirkan pameran edukasi, pasar tani, serta promosi hasil kelompok tani dan pelaku usaha pertanian.
Rangkaian itu memperlihatkan upaya Pemkot Makassar menghubungkan kebun warga dengan edukasi, pemasaran, dan ruang hijau kota. Bagi kelompok di Panakkukang, Tamalanrea, dan Manggala, penguatan kelembagaan menjadi bagian penting agar urban farming tidak berhenti pada kegiatan tanam dan panen, tetapi berlanjut sebagai aktivitas produktif warga.


