SulawesiPos.com – Bulog Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) dan PT Semen Tonasa bersinergi distribusikan 580 ton pangan ke tiga kabupaten dalam rangka HUT ke-58 Tonasa. Stok beras Sulsel mencapai 935 ribu ton—cukup untuk 10-11 bulan ke depan. Sinergi ini disebut sebagai pintu awal kerja sama yang lebih luas, termasuk distribusi antarpulau.
PT Semen Tonasa tidak hanya bicara soal infrastruktur. Dalam rangka HUT ke-58, perusahaan pelat merah itu turun langsung mendukung ketahanan pangan. Bersama Perum Bulog Kanwil Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Tonasa melepas 35 armada truk pengangkut 580 ton pangan dari Gudang Bulog Panaikang, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar Jumat (6/11/2026).
Pangan yang didistribusikan terdiri dari sekitar 250 ton beras dan 330 ton jagung. Tiga kabupaten menjadi tujuan, yaitu Bulukumba, Bantaeng, dan Soppeng. Seluruh armada bergerak serentak dalam satu hari.
“Kami bersama Bulog mendistribusikan pangan, khususnya beras dan jagung. Armada distribusi disiapkan oleh Semen Tonasa,” ujar Direktur Utama PT Semen Tonasa, Anis, SE., MM, usai pelepasan.

Anis menegaskan, sinergi ini merupakan wujud kontribusi industri semen terhadap ketahanan pangan nasional. “Industri semen tidak bisa berdiri sendiri dalam ketahanan pangan. Kami bersinergi dengan Bulog untuk distribusi,” lanjutnya.
Tiga Tugas Utama Bulog
Pimpinan Wilayah Perum BULOG Sulselbar, Fahrurozi, S.P., M.Sc., menjelaskan tiga tugas utama lembaganya. Pertama, menjaga ketersediaan pangan antarwaktu dan antarwilayah. Sulawesi Selatan yang surplus harus menopang Papua dan Maluku yang tidak memiliki sawah.
“Kolaborasi selanjutnya bisa dengan Tonasa line. Kapal-kapal jika menganggur lebih baik dikolaborasikan dengan Bulog agar mengurangi biaya,” ujarnya.
Kedua, memastikan keterjangkauan harga melalui stabilisasi harga beras SPHP. Ketiga, menjaga stabilitas harga yang harus didukung semua pemangku kepentingan. Bulog mencatat 302 mitra penggilingan dan membeli 1,5 juta ton gabah dengan rendemen sekam 20 persen, setara 300 ribu ton.
Stok Sulsel Aman hingga Oktober 2026
Fahrurozi memastikan stok pangan Sulsel aman. Per hari ini, stok mencapai 935 ribu ton. Dengan konsumsi rata-rata 83 ribu ton per bulan untuk 9,5 juta penduduk, ketahanan stok mencapai 10-11 bulan ke depan—hingga Agustus atau September tahun depan.
“Kami meminta masyarakat tenang, tidak perlu panik menjelang akhir tahun. Stok di Bulog sangat melimpah,” tegasnya.
Meski El Nino membuat musim tanam mundur dan panen kemungkinan baru terjadi Maret atau April, stok Bulog disebut tahan hingga Oktober tahun depan. “Walaupun panennya Maret, April, Mei, kami masih punya stok yang cukup besar untuk ketahanan Sulawesi Selatan,” imbuhnya.
Sinergi Berlanjut ke Distribusi Antarpulau
Fahrurozi berharap sinergi dengan Tonasa berlanjut. “Ini pintu awal untuk sinergi berikutnya. Saat ini distribusi antarkabupaten, besok mungkin bisa distribusi antarpulau, hitung-hitung menekan biaya logistik yang selama ini mengakibatkan kenaikan harga,” harapnya.
Senada, Dirut Tonasa Anis menyebut sinergi ini bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan. “Semen Tonasa tidak hanya menjadi perusahaan yang unggul, tetapi melalui kegiatan ini bersinergi menjaga ketahanan pangan Indonesia,” tutupnya.
Angka 58 yang Bermakna
Tidak sekadar simbol. Jumlah pangan yang didistribusikan—580 ton—dipilih untuk merefleksikan usia perusahaan yang genap 58 tahun. “580 ton karena kita HUT ke-58,” ujar Anis.
Angka itu dipilih agar momen ulang tahun tidak berlalu tanpa dampak nyata bagi masyarakat. (*)


