Bentuk Karakter Relawan Muda, MTsN 2 Bone Gelar Diksar PMR

SulawesiPos.com — Membentuk generasi muda yang memiliki jiwa kemanusiaan, disiplin, dan kepedulian terhadap sesama menjadi fokus kegiatan Pendidikan Dasar (Diksar) Palang Merah Remaja (PMR) MTsN 2 Bone Kelurahan Pompanua Kecamatan Ajangale Kabupaten Bone, Sulsel.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu, 31 Oktober–1 November 2026, tersebut menjadi momentum penting dalam membekali anggota PMR dengan nilai-nilai kemanusiaan sekaligus keterampilan dasar kepalangmerahan.

Diksar PMR secara resmi dibuka oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas MTsN 2 Bone, Muh. Tahiruddin, S.Pd.

Kegiatan ini didampingi Pembina PMR Putra, Sabri, S.Pd.I, dan Pembina PMR Putri, Syarmiati, S.Pd. Keduanya berharap Diksar tidak hanya menjadi kegiatan seremonial atau sekadar perekrutan anggota baru, tetapi mampu melahirkan kader-kader muda yang memiliki karakter kuat dan kepedulian sosial.

Pembina PMR putra, Sabri menegaskan bahwa PMR ke depan harus menjadi wadah pembentukan karakter, bukan sekadar organisasi ekstrakurikuler yang mengejar jumlah anggota.

“Harapan kami sebagai pembina, PMR ke depan bukan sekadar organisasi ekstrakurikuler yang ramai secara kuantitas, tetapi benar-benar menjadi wadah penempaan karakter yang tangguh,” ungkapnya kepada Sulawesipos.com, Senin (2/11/2026).

BACA JUGA:  Semarak Hari Santri, MTsN 2 Bone Gelar Pawai, Tanamkan Semangat Religius dan Cinta Tanah Air
MTsN 2 Bone menggelar Diksar PMR selama dua hari untuk membentuk generasi muda yang disiplin, tangguh, dan peduli kemanusiaan.
MTsN 2 Bone menggelar Diksar PMR selama dua hari untuk membentuk generasi muda yang disiplin, tangguh, dan peduli kemanusiaan.

Menurut Yeyen sapaan akrabnya, setiap anggota PMR diharapkan memiliki jiwa kemanusiaan yang tulus, disiplin tinggi, serta menguasai keterampilan pertolongan pertama secara baik dan benar.

“Anggota PMR diharapkan mampu menjadi garda terdepan yang sigap dan solutif dalam menjaga kesehatan serta keselamatan seluruh warga madrasah,” tukasnya.

Tidak hanya itu, mereka juga diharapkan menjadi teladan bagi siswa-siswi lainnya, baik dalam sikap, kedisiplinan maupun kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Melalui kegiatan Diksar ini lanjut Sabri, MTsN 2 Bone berupaya menanamkan bahwa menjadi anggota PMR bukan hanya tentang mengenakan atribut organisasi, tetapi juga tentang kesiapan mengabdi, menolong sesama, dan menghadirkan manfaat bagi lingkungan.

“Semangat kemanusiaan yang ditanamkan sejak dini diharapkan menjadi bekal bagi para peserta untuk tumbuh sebagai generasi muda yang tangguh, peduli, dan siap membantu sesama,” tutupnya. (kar)

SulawesiPos.com — Membentuk generasi muda yang memiliki jiwa kemanusiaan, disiplin, dan kepedulian terhadap sesama menjadi fokus kegiatan Pendidikan Dasar (Diksar) Palang Merah Remaja (PMR) MTsN 2 Bone Kelurahan Pompanua Kecamatan Ajangale Kabupaten Bone, Sulsel.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu, 31 Oktober–1 November 2026, tersebut menjadi momentum penting dalam membekali anggota PMR dengan nilai-nilai kemanusiaan sekaligus keterampilan dasar kepalangmerahan.

Diksar PMR secara resmi dibuka oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas MTsN 2 Bone, Muh. Tahiruddin, S.Pd.

Kegiatan ini didampingi Pembina PMR Putra, Sabri, S.Pd.I, dan Pembina PMR Putri, Syarmiati, S.Pd. Keduanya berharap Diksar tidak hanya menjadi kegiatan seremonial atau sekadar perekrutan anggota baru, tetapi mampu melahirkan kader-kader muda yang memiliki karakter kuat dan kepedulian sosial.

Pembina PMR putra, Sabri menegaskan bahwa PMR ke depan harus menjadi wadah pembentukan karakter, bukan sekadar organisasi ekstrakurikuler yang mengejar jumlah anggota.

“Harapan kami sebagai pembina, PMR ke depan bukan sekadar organisasi ekstrakurikuler yang ramai secara kuantitas, tetapi benar-benar menjadi wadah penempaan karakter yang tangguh,” ungkapnya kepada Sulawesipos.com, Senin (2/11/2026).

BACA JUGA:  Gerakan Tanam Serempak PM-AAS di Ajangale, Warga Ucapkan Terima Kasih kepada Mentan Amran dan Bupati Bone
MTsN 2 Bone menggelar Diksar PMR selama dua hari untuk membentuk generasi muda yang disiplin, tangguh, dan peduli kemanusiaan.
MTsN 2 Bone menggelar Diksar PMR selama dua hari untuk membentuk generasi muda yang disiplin, tangguh, dan peduli kemanusiaan.

Menurut Yeyen sapaan akrabnya, setiap anggota PMR diharapkan memiliki jiwa kemanusiaan yang tulus, disiplin tinggi, serta menguasai keterampilan pertolongan pertama secara baik dan benar.

“Anggota PMR diharapkan mampu menjadi garda terdepan yang sigap dan solutif dalam menjaga kesehatan serta keselamatan seluruh warga madrasah,” tukasnya.

Tidak hanya itu, mereka juga diharapkan menjadi teladan bagi siswa-siswi lainnya, baik dalam sikap, kedisiplinan maupun kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Melalui kegiatan Diksar ini lanjut Sabri, MTsN 2 Bone berupaya menanamkan bahwa menjadi anggota PMR bukan hanya tentang mengenakan atribut organisasi, tetapi juga tentang kesiapan mengabdi, menolong sesama, dan menghadirkan manfaat bagi lingkungan.

“Semangat kemanusiaan yang ditanamkan sejak dini diharapkan menjadi bekal bagi para peserta untuk tumbuh sebagai generasi muda yang tangguh, peduli, dan siap membantu sesama,” tutupnya. (kar)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru