Dg Tuman Diduga Tinggal di Bekas WC, Kisah Lansia Gowa Viral di Media Sosial

SulawesiPos.com – Kisah Dg Tuman, lansia warga Dusun Baliangan, Desa Ulujangang, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa, viral setelah unggahan media sosial menyebut ia tinggal sendiri di bangunan bekas WC dan mengandalkan bantuan warga.

Hingga Senin (2/11/2026), informasi tersebut belum disertai wawancara langsung dengan Dg Tuman, pihak keluarga, pemerintah desa, maupun Dinas Sosial Kabupaten Gowa, sehingga kondisi sebenarnya masih memerlukan verifikasi lapangan.

Unggahan yang beredar memperlihatkan seorang perempuan berada di ruangan sempit dengan perabot rumah tangga seadanya.

Bangunan itu disebut sebelumnya digunakan sebagai WC, tetapi kini menjadi tempat Dg Tuman menjalani aktivitas sehari-hari.

Narasi dalam unggahan juga menyebut Dg Tuman masih memiliki anak dan cucu.

Namun, ia dikabarkan jarang mendapat perhatian keluarga setelah harta yang dimilikinya digunakan untuk membantu kebutuhan keluarga, termasuk biaya pernikahan cucu.

Klaim mengenai penelantaran, penggunaan harta, kondisi kesehatan, dan riwayat tempat tinggal tersebut belum dapat dipastikan secara independen.

BACA JUGA:  Gubernur Sulsel Salurkan Bantuan untuk Keluarga Bocah Korban Tenggelam di Pantai Depan Masjid 99 Kubah

Tidak ada keterangan langsung dari Dg Tuman maupun keluarganya yang dapat digunakan untuk mengonfirmasi seluruh narasi itu.

Skema Bantuan Sudah Berjalan di Bontolempangan

Kisah tersebut muncul di wilayah yang sebelumnya telah menjadi sasaran sejumlah program bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi.

Pada 11 April 2026, BAZNAS Kabupaten Gowa menyalurkan bantuan usaha kepada warga di Desa Pa’ladingan dan Desa Lassa-lassa, Kecamatan Bontolempangan.

Bantuan diberikan setelah calon penerima didata melalui pemerintah desa dan pihak pendamping, diteruskan kepada Dinas Sosial Gowa, kemudian direkomendasikan berdasarkan asesmen kebutuhan.

Pola itu menunjukkan bahwa penentuan penerima bantuan dilakukan melalui pendataan dan pemeriksaan kondisi warga.

Penyuluh KUA Bontolempangan Salahuddin mengatakan bantuan tidak hanya berkaitan dengan modal, tetapi juga dorongan agar penerima dapat bangkit.

“Ini bukan hanya bantuan usaha, tetapi juga motivasi besar bagi mereka untuk bangkit, mandiri, dan terus berusaha,” kata Salahuddin dalam keterangan BAZNAS Gowa, April 2026.

Mekanisme pendataan dan asesmen tersebut dapat menjadi rujukan untuk memastikan kondisi Dg Tuman sebelum menentukan bentuk bantuan yang paling sesuai.

BACA JUGA:  Daftar Dealer Mobil Resmi di Gowa, Lengkap dengan Lokasinya

Kebutuhannya perlu dipetakan, mulai dari hunian layak, kebutuhan pokok, layanan kesehatan, status bantuan sosial, hingga dukungan keluarga.

Program Bedah Rumah Gowa

Pemkab Gowa juga menjalankan program bedah rumah sebagai bagian dari upaya mengurangi kemiskinan ekstrem. Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan serta BAZNAS Gowa, sebanyak 450 rumah telah dan sedang diperbaiki pada 2026.

Rinciannya meliputi 62 rumah melalui kolaborasi pemerintah dan pengembang, 37 rumah melalui BAZNAS, 19 rumah melalui program Orang Tua Asuh, serta 332 rumah melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya.

Mantan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang mengatakan program tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga melalui hunian yang aman dan sehat.

“Program ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Gowa untuk menghadirkan tempat tinggal yang layak, sehat, dan aman bagi masyarakat Kabupaten Gowa yang membutuhkan,” ujar Husniah saat mengunjungi penerima bantuan bedah rumah di Kelurahan Tombolo, Kecamatan Somba Opu, 18 April 2026.

BACA JUGA:  Menuju Malino, Ini Persiapan Mobil Sebelum Melintasi Jalurnya

Belum ada keterangan resmi yang menyebut Dg Tuman telah masuk daftar penerima bedah rumah atau bantuan sosial. Karena itu, informasi mengenai dirinya perlu ditindaklanjuti melalui pemerintah Desa Ulujangang, Dinas Sosial Gowa, BAZNAS, serta layanan kesehatan setempat sebelum bantuan diberikan atau status keluarganya disimpulkan.

SulawesiPos.com – Kisah Dg Tuman, lansia warga Dusun Baliangan, Desa Ulujangang, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa, viral setelah unggahan media sosial menyebut ia tinggal sendiri di bangunan bekas WC dan mengandalkan bantuan warga.

Hingga Senin (2/11/2026), informasi tersebut belum disertai wawancara langsung dengan Dg Tuman, pihak keluarga, pemerintah desa, maupun Dinas Sosial Kabupaten Gowa, sehingga kondisi sebenarnya masih memerlukan verifikasi lapangan.

Unggahan yang beredar memperlihatkan seorang perempuan berada di ruangan sempit dengan perabot rumah tangga seadanya.

Bangunan itu disebut sebelumnya digunakan sebagai WC, tetapi kini menjadi tempat Dg Tuman menjalani aktivitas sehari-hari.

Narasi dalam unggahan juga menyebut Dg Tuman masih memiliki anak dan cucu.

Namun, ia dikabarkan jarang mendapat perhatian keluarga setelah harta yang dimilikinya digunakan untuk membantu kebutuhan keluarga, termasuk biaya pernikahan cucu.

Klaim mengenai penelantaran, penggunaan harta, kondisi kesehatan, dan riwayat tempat tinggal tersebut belum dapat dipastikan secara independen.

BACA JUGA:  Tujuh Remaja Diduga Geng Motor Serang Toko di Gowa, Samurai dan Busur Disita

Tidak ada keterangan langsung dari Dg Tuman maupun keluarganya yang dapat digunakan untuk mengonfirmasi seluruh narasi itu.

Skema Bantuan Sudah Berjalan di Bontolempangan

Kisah tersebut muncul di wilayah yang sebelumnya telah menjadi sasaran sejumlah program bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi.

Pada 11 April 2026, BAZNAS Kabupaten Gowa menyalurkan bantuan usaha kepada warga di Desa Pa’ladingan dan Desa Lassa-lassa, Kecamatan Bontolempangan.

Bantuan diberikan setelah calon penerima didata melalui pemerintah desa dan pihak pendamping, diteruskan kepada Dinas Sosial Gowa, kemudian direkomendasikan berdasarkan asesmen kebutuhan.

Pola itu menunjukkan bahwa penentuan penerima bantuan dilakukan melalui pendataan dan pemeriksaan kondisi warga.

Penyuluh KUA Bontolempangan Salahuddin mengatakan bantuan tidak hanya berkaitan dengan modal, tetapi juga dorongan agar penerima dapat bangkit.

“Ini bukan hanya bantuan usaha, tetapi juga motivasi besar bagi mereka untuk bangkit, mandiri, dan terus berusaha,” kata Salahuddin dalam keterangan BAZNAS Gowa, April 2026.

Mekanisme pendataan dan asesmen tersebut dapat menjadi rujukan untuk memastikan kondisi Dg Tuman sebelum menentukan bentuk bantuan yang paling sesuai.

BACA JUGA:  Dari Mobil Bekas Jadi Armada Penolong, Cara Makassar Percepat Layanan Sosial Warga

Kebutuhannya perlu dipetakan, mulai dari hunian layak, kebutuhan pokok, layanan kesehatan, status bantuan sosial, hingga dukungan keluarga.

Program Bedah Rumah Gowa

Pemkab Gowa juga menjalankan program bedah rumah sebagai bagian dari upaya mengurangi kemiskinan ekstrem. Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan serta BAZNAS Gowa, sebanyak 450 rumah telah dan sedang diperbaiki pada 2026.

Rinciannya meliputi 62 rumah melalui kolaborasi pemerintah dan pengembang, 37 rumah melalui BAZNAS, 19 rumah melalui program Orang Tua Asuh, serta 332 rumah melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya.

Mantan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang mengatakan program tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga melalui hunian yang aman dan sehat.

“Program ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Gowa untuk menghadirkan tempat tinggal yang layak, sehat, dan aman bagi masyarakat Kabupaten Gowa yang membutuhkan,” ujar Husniah saat mengunjungi penerima bantuan bedah rumah di Kelurahan Tombolo, Kecamatan Somba Opu, 18 April 2026.

BACA JUGA:  Daftar Dealer Mobil Resmi di Gowa, Lengkap dengan Lokasinya

Belum ada keterangan resmi yang menyebut Dg Tuman telah masuk daftar penerima bedah rumah atau bantuan sosial. Karena itu, informasi mengenai dirinya perlu ditindaklanjuti melalui pemerintah Desa Ulujangang, Dinas Sosial Gowa, BAZNAS, serta layanan kesehatan setempat sebelum bantuan diberikan atau status keluarganya disimpulkan.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru