Festival Urban Farming Makassar Digelar di Losari, Ada Pasar Tani hingga Vaksin Rabies

SulawesiPos.com – Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar menyiapkan Festival Urban Farming 2026 di Anjungan Pantai Losari pada 11-15 November 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-419 Kota Makassar dan akan menghadirkan talkshow, pameran edukasi, pasar tani, layanan kesehatan hewan, vaksinasi rabies, serta sejumlah lomba kreativitas.

Informasi tersebut diumumkan melalui akun Instagram resmi Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar, @dppkotamakassar, Senin (2/11/2026).

Festival dirancang sebagai ruang pertemuan warga dengan program pertanian perkotaan, produk pangan lokal, dan edukasi pemanfaatan lahan terbatas.

Selain agenda edukasi dan pameran, pengunjung dapat mengakses layanan kesehatan hewan serta vaksinasi rabies. Dinas juga mengajak warga menyimpan jadwal kegiatan dan mengundang keluarga, komunitas, serta pelaku usaha untuk hadir di kawasan Anjungan Pantai Losari.

Dikaitkan dengan Ketahanan Pangan

Festival tersebut digelar ketika Pemkot Makassar tengah mendorong urban farming sebagai gerakan ketahanan pangan berbasis lingkungan permukiman.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan pertanian perkotaan tidak berhenti pada kegiatan menanam, tetapi harus memberi manfaat langsung bagi kebutuhan pangan keluarga.

BACA JUGA:  KKP Tangkap Lima Awak KM Nurmaulina Diduga Bom Ikan di Spermonde Sulsel

“Urban Farming ini bukan hanya soal menanam, tapi bagaimana masyarakat bisa memanfaatkan lahan terbatas untuk menghasilkan kebutuhan pangan sehari-hari,” ujar Munafri dalam kegiatan urban farming di Kelurahan Paccerakkang, Mei 2026.

Pemkot Makassar juga menyiapkan dua kawasan percontohan Edukasi Farming (Edufam) di Barombong, Kecamatan Tamalate, dan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya.

Kawasan tersebut dirancang untuk menggabungkan pertanian, peternakan, perikanan, budidaya jamur, pengembangan maggot, dan pengelolaan sampah.

“Rencana Edufam, di Barombong dan Edufam Sudiang. Di lokasi ini semua kegiatan terintegrasi, mulai dari kebun pertanian, peternakan ayam, budidaya jamur, budidaya maggot, sampai dengan pengolahan sampah,” kata Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar Aulia Arsyad.

Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar Aulia Arsyad melalui akun Instagram resmi Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar, @dppkotamakassar, Senin (2/11/2026).

Aulia menyebut kawasan Edufam tidak hanya diarahkan sebagai lokasi produksi pangan, tetapi juga pusat edukasi dan percontohan pertanian perkotaan yang menyesuaikan kondisi kota.

Hasil Panen Mulai Diarahkan ke Program MBG

Pengayaan program urban farming di Makassar juga terlihat di Kelurahan Tanjung Merdeka, Kecamatan Tamalate. Kelompok Wanita Tani Anging Mammiri dilaporkan mampu menghasilkan sekitar 150-200 kilogram kangkung per bulan.

BACA JUGA:  Eshin Rahman Pina Dipersunting Ryan Arbi, Jaksa Kejari Luwu

Sebagian hasil panen itu diarahkan untuk memasok Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah kota juga menyiapkan dukungan distribusi dan penyimpanan agar hasil panen warga memiliki pasar yang lebih pasti.

Pengembangan pertanian perkotaan di Makassar diharapkan tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi kelompok tani, memperkuat konsumsi pangan lokal, dan mengurangi ketergantungan warga terhadap pasokan dari luar kota.

Festival Urban Farming 2026 menjadi salah satu agenda HUT ke-419 Makassar yang berlangsung sepanjang 31 Oktober-29 November. Ketua Panitia HUT Makassar Muhammad Roem mengatakan rangkaian kegiatan hari jadi kota diarahkan agar memberi manfaat langsung kepada masyarakat.

“Pesan Bapak Wali Kota, kegiatan HUT kota ini harus berdampak langsung kepada masyarakat. Karena itu, kita mengurangi kegiatan yang sifatnya seremonial dan memperbanyak agenda yang manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” ujar Roem.

SulawesiPos.com – Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar menyiapkan Festival Urban Farming 2026 di Anjungan Pantai Losari pada 11-15 November 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-419 Kota Makassar dan akan menghadirkan talkshow, pameran edukasi, pasar tani, layanan kesehatan hewan, vaksinasi rabies, serta sejumlah lomba kreativitas.

Informasi tersebut diumumkan melalui akun Instagram resmi Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar, @dppkotamakassar, Senin (2/11/2026).

Festival dirancang sebagai ruang pertemuan warga dengan program pertanian perkotaan, produk pangan lokal, dan edukasi pemanfaatan lahan terbatas.

Selain agenda edukasi dan pameran, pengunjung dapat mengakses layanan kesehatan hewan serta vaksinasi rabies. Dinas juga mengajak warga menyimpan jadwal kegiatan dan mengundang keluarga, komunitas, serta pelaku usaha untuk hadir di kawasan Anjungan Pantai Losari.

Dikaitkan dengan Ketahanan Pangan

Festival tersebut digelar ketika Pemkot Makassar tengah mendorong urban farming sebagai gerakan ketahanan pangan berbasis lingkungan permukiman.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan pertanian perkotaan tidak berhenti pada kegiatan menanam, tetapi harus memberi manfaat langsung bagi kebutuhan pangan keluarga.

BACA JUGA:  Perbaikan Jalan Aroepala Makassar Dikebut, Lalu Lintas Tetap Berjalan Meski Ada Antrean

“Urban Farming ini bukan hanya soal menanam, tapi bagaimana masyarakat bisa memanfaatkan lahan terbatas untuk menghasilkan kebutuhan pangan sehari-hari,” ujar Munafri dalam kegiatan urban farming di Kelurahan Paccerakkang, Mei 2026.

Pemkot Makassar juga menyiapkan dua kawasan percontohan Edukasi Farming (Edufam) di Barombong, Kecamatan Tamalate, dan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya.

Kawasan tersebut dirancang untuk menggabungkan pertanian, peternakan, perikanan, budidaya jamur, pengembangan maggot, dan pengelolaan sampah.

“Rencana Edufam, di Barombong dan Edufam Sudiang. Di lokasi ini semua kegiatan terintegrasi, mulai dari kebun pertanian, peternakan ayam, budidaya jamur, budidaya maggot, sampai dengan pengolahan sampah,” kata Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar Aulia Arsyad.

Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar Aulia Arsyad melalui akun Instagram resmi Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar, @dppkotamakassar, Senin (2/11/2026).

Aulia menyebut kawasan Edufam tidak hanya diarahkan sebagai lokasi produksi pangan, tetapi juga pusat edukasi dan percontohan pertanian perkotaan yang menyesuaikan kondisi kota.

Hasil Panen Mulai Diarahkan ke Program MBG

Pengayaan program urban farming di Makassar juga terlihat di Kelurahan Tanjung Merdeka, Kecamatan Tamalate. Kelompok Wanita Tani Anging Mammiri dilaporkan mampu menghasilkan sekitar 150-200 kilogram kangkung per bulan.

BACA JUGA:  Lokasi Nobar Favorit Final Piala Dunia 2026 Favorit di Makassar, dari TVRI hingga Warkop Daeng Anas

Sebagian hasil panen itu diarahkan untuk memasok Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah kota juga menyiapkan dukungan distribusi dan penyimpanan agar hasil panen warga memiliki pasar yang lebih pasti.

Pengembangan pertanian perkotaan di Makassar diharapkan tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi kelompok tani, memperkuat konsumsi pangan lokal, dan mengurangi ketergantungan warga terhadap pasokan dari luar kota.

Festival Urban Farming 2026 menjadi salah satu agenda HUT ke-419 Makassar yang berlangsung sepanjang 31 Oktober-29 November. Ketua Panitia HUT Makassar Muhammad Roem mengatakan rangkaian kegiatan hari jadi kota diarahkan agar memberi manfaat langsung kepada masyarakat.

“Pesan Bapak Wali Kota, kegiatan HUT kota ini harus berdampak langsung kepada masyarakat. Karena itu, kita mengurangi kegiatan yang sifatnya seremonial dan memperbanyak agenda yang manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” ujar Roem.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru