Rp200 Miliar Disiapkan, Dua Lapangan Bola Akan Dibangun di CPI Makassar

SulawesiPos.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berencana membangun dua lapangan sepak bola di kawasan Center Point of Indonesia (CPI) Makassar dengan anggaran sekitar Rp200 miliar. Fasilitas itu diarahkan untuk masyarakat umum, terutama anak-anak dan generasi muda yang membutuhkan ruang latihan serta pengembangan bakat sepak bola.

Rencana tersebut disampaikan Ketua Komisi D DPRD Sulsel Kadir Halid saat melakukan pengawasan APBD di Jalan Jipang Raya, Kelurahan Karunrung, Kecamatan Rappocini, Makassar, Minggu (1/11/2026).

Kadir menyebut proyek fasilitas olahraga itu akan ditempatkan di lahan milik Pemprov Sulsel di kawasan CPI. Lahan Pemprov di kawasan reklamasi tersebut disebut memiliki luas 57 hektare, tetapi belum ada rincian mengenai luas tapak yang akan digunakan untuk dua lapangan, spesifikasi fasilitas, maupun jadwal pembangunan.

“Sekarang kita akan bangun dua lapangan untuk anak-anak kita, untuk latihan dan segala macam. Bebas di sana nanti kita rasakan,” kata Kadir.

Pernyataan itu menempatkan proyek CPI sebagai fasilitas latihan yang dapat diakses masyarakat, berbeda dari pembangunan stadion besar yang saat ini juga berlangsung di Makassar. Belum ada keterangan mengenai mekanisme penggunaan, pengelolaan, tarif, atau prioritas pemakaian setelah lapangan selesai dibangun.

BACA JUGA:  Pansus Kejar 50 Aset DLHK Sulsel Belum Bersertifikat, Dua Kasus Sudah Mencuat

Beriringan dengan Sudiang dan Untia

Rencana lapangan di CPI muncul ketika dua proyek stadion di Makassar memasuki tahapan berbeda. Stadion Sudiang di Kecamatan Biringkanaya merupakan proyek stadion berkapasitas sekitar 27.000 penonton yang pembangunannya terus berjalan.

Dalam pengawasan APBD, Kadir menyebut progres Stadion Sudiang telah mencapai sekitar 30 persen.

“Progresnya hari ini sudah 30 persen, kurang lebih untuk 27 ribu penonton,” ujarnya.

Namun, laporan perkembangan proyek pada 2 November 2026 mencatat progres fisik Stadion Sudiang berada di angka 25 persen, dengan material yang tersedia di lokasi mencapai 27 persen. Perbedaan angka tersebut perlu dibaca berdasarkan waktu pelaporan dan sumber pengukuran yang digunakan.

Stadion Sudiang dibangun di kawasan Kompleks GOR Sudiang, di atas lahan sekitar 15 hektare. Stadion itu dirancang memiliki tribun hingga lima lantai dan ditargetkan rampung pada 2027.

Sementara itu, Stadion Untia di Kecamatan Biringkanaya masih berada pada tahap penimbunan dan pemadatan lahan. Pemerintah Kota Makassar menargetkan konstruksi fisik stadion dimulai pada awal 2027, dengan kapasitas sekitar 15.000 penonton.

BACA JUGA:  31 Aksi Unjuk Rasa Dijadwalkan di Makassar, Ribuan Massa Diperkirakan Turun

Dua stadion tersebut disiapkan sebagai fasilitas pertandingan dan olahraga berskala besar. Adapun lapangan yang direncanakan di CPI lebih diarahkan untuk latihan dan akses olahraga masyarakat.

Status Lahan dan Anggaran Masih Perlu Diperjelas

Kawasan CPI berada di Jalan Metro Tanjung Bunga dan menjadi salah satu pusat pengembangan baru Kota Makassar. Dalam skema reklamasi, lahan seluas 57 hektare disebut sebagai bagian yang menjadi hak Pemprov Sulsel.

Namun, laporan ANTARA pada Februari 2026 menyebut lahan yang telah diserahkan kepada Pemprov baru 44,89 hektare, sehingga masih terdapat kekurangan 12,11 hektare. Persoalan tersebut sebelumnya menjadi perhatian DPRD Sulsel dalam pengawasan aset daerah.

Karena itu, rencana pembangunan lapangan sepak bola di CPI masih memerlukan kejelasan administratif mengenai lokasi pasti, status lahan, dokumen perencanaan, sumber anggaran, serta tahapan pengadaan. Dalam sumber yang diperiksa, belum ada dokumen teknis atau jadwal resmi yang menjelaskan kapan pembangunan dua lapangan tersebut dimulai.

BACA JUGA:  Tender Stadion Untia Tuntas, Perusahaan Semarang Menang dengan Penawaran Rp334,2 Miliar

_Tag:_

_Meta Description:_
Pemprov Sulsel berencana membangun dua lapangan sepak bola di CPI Makassar dengan anggaran sekitar Rp200 miliar.

 

SulawesiPos.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berencana membangun dua lapangan sepak bola di kawasan Center Point of Indonesia (CPI) Makassar dengan anggaran sekitar Rp200 miliar. Fasilitas itu diarahkan untuk masyarakat umum, terutama anak-anak dan generasi muda yang membutuhkan ruang latihan serta pengembangan bakat sepak bola.

Rencana tersebut disampaikan Ketua Komisi D DPRD Sulsel Kadir Halid saat melakukan pengawasan APBD di Jalan Jipang Raya, Kelurahan Karunrung, Kecamatan Rappocini, Makassar, Minggu (1/11/2026).

Kadir menyebut proyek fasilitas olahraga itu akan ditempatkan di lahan milik Pemprov Sulsel di kawasan CPI. Lahan Pemprov di kawasan reklamasi tersebut disebut memiliki luas 57 hektare, tetapi belum ada rincian mengenai luas tapak yang akan digunakan untuk dua lapangan, spesifikasi fasilitas, maupun jadwal pembangunan.

“Sekarang kita akan bangun dua lapangan untuk anak-anak kita, untuk latihan dan segala macam. Bebas di sana nanti kita rasakan,” kata Kadir.

Pernyataan itu menempatkan proyek CPI sebagai fasilitas latihan yang dapat diakses masyarakat, berbeda dari pembangunan stadion besar yang saat ini juga berlangsung di Makassar. Belum ada keterangan mengenai mekanisme penggunaan, pengelolaan, tarif, atau prioritas pemakaian setelah lapangan selesai dibangun.

BACA JUGA:  Penimbunan Stadion Untia Dikebut, Pemkot Makassar Kejar Persiapan Konstruksi

Beriringan dengan Sudiang dan Untia

Rencana lapangan di CPI muncul ketika dua proyek stadion di Makassar memasuki tahapan berbeda. Stadion Sudiang di Kecamatan Biringkanaya merupakan proyek stadion berkapasitas sekitar 27.000 penonton yang pembangunannya terus berjalan.

Dalam pengawasan APBD, Kadir menyebut progres Stadion Sudiang telah mencapai sekitar 30 persen.

“Progresnya hari ini sudah 30 persen, kurang lebih untuk 27 ribu penonton,” ujarnya.

Namun, laporan perkembangan proyek pada 2 November 2026 mencatat progres fisik Stadion Sudiang berada di angka 25 persen, dengan material yang tersedia di lokasi mencapai 27 persen. Perbedaan angka tersebut perlu dibaca berdasarkan waktu pelaporan dan sumber pengukuran yang digunakan.

Stadion Sudiang dibangun di kawasan Kompleks GOR Sudiang, di atas lahan sekitar 15 hektare. Stadion itu dirancang memiliki tribun hingga lima lantai dan ditargetkan rampung pada 2027.

Sementara itu, Stadion Untia di Kecamatan Biringkanaya masih berada pada tahap penimbunan dan pemadatan lahan. Pemerintah Kota Makassar menargetkan konstruksi fisik stadion dimulai pada awal 2027, dengan kapasitas sekitar 15.000 penonton.

BACA JUGA:  Pembangunan Stadion Sudiang Makassar Mulai Dikerjakan, Waskita–Adhi KSO Pasang Papan Proyek

Dua stadion tersebut disiapkan sebagai fasilitas pertandingan dan olahraga berskala besar. Adapun lapangan yang direncanakan di CPI lebih diarahkan untuk latihan dan akses olahraga masyarakat.

Status Lahan dan Anggaran Masih Perlu Diperjelas

Kawasan CPI berada di Jalan Metro Tanjung Bunga dan menjadi salah satu pusat pengembangan baru Kota Makassar. Dalam skema reklamasi, lahan seluas 57 hektare disebut sebagai bagian yang menjadi hak Pemprov Sulsel.

Namun, laporan ANTARA pada Februari 2026 menyebut lahan yang telah diserahkan kepada Pemprov baru 44,89 hektare, sehingga masih terdapat kekurangan 12,11 hektare. Persoalan tersebut sebelumnya menjadi perhatian DPRD Sulsel dalam pengawasan aset daerah.

Karena itu, rencana pembangunan lapangan sepak bola di CPI masih memerlukan kejelasan administratif mengenai lokasi pasti, status lahan, dokumen perencanaan, sumber anggaran, serta tahapan pengadaan. Dalam sumber yang diperiksa, belum ada dokumen teknis atau jadwal resmi yang menjelaskan kapan pembangunan dua lapangan tersebut dimulai.

BACA JUGA:  Stadion Sudiang Makassar Ditarget Rampung 2027, Progres Konstruksi Kian Dipercepat

_Tag:_

_Meta Description:_
Pemprov Sulsel berencana membangun dua lapangan sepak bola di CPI Makassar dengan anggaran sekitar Rp200 miliar.

 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru