31 Aksi Unjuk Rasa Dijadwalkan di Makassar, Ribuan Massa Diperkirakan Turun

SulawesiPos.com – Sebanyak 31 rencana aksi unjuk rasa dan konvoi dijadwalkan berlangsung di Makassar pada Rabu (28/10/2026), dengan estimasi total 4.635 peserta.

Agenda tersebar mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WITA dan melibatkan sejumlah kantor pemerintahan, aparat penegak hukum, kampus, perusahaan, serta ruas jalan utama kota.

Rencana kegiatan tersebut memuat agenda dari berbagai organisasi mahasiswa, serikat pekerja, kelompok masyarakat, dan elemen pemuda.

Isu yang dibawa beragam, mulai dari peringatan Hari Sumpah Pemuda, evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, kriminalitas jalanan, ketenagakerjaan, layanan kesehatan, hingga persoalan fasilitas olahraga dan perizinan usaha.

Konsentrasi massa terbesar tercatat dalam rencana aksi damai DPP The Legend 120 Sulawesi Selatan di pelataran Monumen Mandala Makassar. Aksi yang dijadwalkan mulai pukul 14.00 WITA itu diperkirakan melibatkan sekitar 1.000 orang untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Sejumlah agenda lain juga mencatat estimasi massa cukup besar. Makassar Tidak Kendor (MATADOOR) merencanakan tiga kegiatan dengan masing-masing sekitar 300 peserta, yakni aksi di Polda Sulsel dan Polrestabes Makassar, aksi di Kantor Wali Kota Makassar dan Kejaksaan Tinggi Sulsel, serta konvoi damai dari Multimedia Dinas Perpustakaan Daerah menuju sejumlah titik.

BACA JUGA:  Kekeringan Meluas di Makassar, 24.243 Warga Terdampak dan 173 Titik Krisis Air

Aksi dengan estimasi 300 peserta lainnya direncanakan DPP Elang Timur Indonesia di Kantor BPJS Makassar, Dinas Kesehatan Kota Makassar, dan RSIA Paramount. BEM Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia juga dijadwalkan menggelar aksi dengan jumlah massa yang sama di perempatan Jalan Sultan Alauddin-Jalan Emmy Saelan.

Isu Aksi Menyasar Berbagai Lembaga

MATADOOR merencanakan aksi untuk menyikapi kasus meninggalnya salah satu orang tua kadernya saat terjadi perkelahian kelompok di Jalan Abubakar Lambogo Makassar. Kelompok yang sama juga membawa dugaan penyimpangan pengelolaan anggaran Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Makassar tahun anggaran 2025.

Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menjadwalkan aksi di Polrestabes Makassar, Kantor Wali Kota Makassar, dan Fly Over untuk menyikapi maraknya kriminalitas jalanan. Sementara Front Advokasi Rakyat Demokratik (FARD) membawa isu pengembalian fungsi GOR Sudiang sebagai fasilitas olahraga dan ruang publik.

Sejumlah organisasi mahasiswa menjadikan Hari Sumpah Pemuda sebagai isu utama, antara lain Pengurus Harian Himpunan Mahasiswa Program Studi Sosiologi Agama UIN Alauddin Makassar, BEM FISEH Universitas Cokroaminoto, Front Mahasiswa Revolusioner, Aliansi Farkes bersama BMKI, BEM Universitas Indonesia Timur, Aliansi Unismuh Satu, Himpunan Mahasiswa Teknik UIM Al Gazali, Aliansi Mahasiswa UMI, HMI Korkom UIT, HMI Korkom UNIBOS, PEMA Fakultas Teknik UNIBOS, dan kelompok pemuda Sulsel.

BACA JUGA:  Makassar ke Parepare Lewat Pangkep, Ini yang Perlu Diperhatikan soal BBM

Isu lain juga dibawa Serikat Aktivis Mahasiswa Indonesia (SAMI) yang menyoroti dugaan pelanggaran Perwali Makassar terkait keberadaan gudang dalam kota. FSP NIBA KSPSI Sulsel menyampaikan persoalan ketenagakerjaan di PT Lambang Azas Mulia, sedangkan Serikat Karyawan Yin Jing Internasional membawa persoalan hubungan kerja di perusahaan tersebut.

Rencana aksi lain dijadwalkan Gerakan Perjuangan Aktivis Mahasiswa terkait sejumlah persoalan di Indonesia dan Kota Makassar, BEM FKIP Unismuh terkait dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran serta dugaan pungutan liar dalam layanan SIM, STNK, dan BPKB di Sulsel, serta BARAK Sulsel yang menyikapi dugaan penjualan minuman beralkohol tidak sesuai izin di Toko Yabo.

Fly Over hingga GOR Sudiang Jadi Titik Berulang

Sejumlah titik tercatat berulang dalam daftar rencana aksi, di antaranya Fly Over Makassar, Jalan AP Pettarani, Jalan Sultan Alauddin, Jalan Urip Sumoharjo, GOR Sudiang dan Jalan Pajjaiyang, Simpang Lima Bandara Sultan Hasanuddin, Polda Sulsel, Polrestabes Makassar, DPRD Sulsel, serta Kejati Sulsel.

BACA JUGA:  Bank Sulselbar Juara Umum PORSEBANK BMPD Sulsel 2026

Pengulangan titik tersebut membuat beberapa ruas utama berpotensi mengalami kepadatan ketika aksi berlangsung. Selain aksi di satu lokasi, beberapa kelompok juga merencanakan pergerakan massa atau konvoi dengan rute dari kawasan Jalan Perintis Kemerdekaan menuju Monumen Mandala serta dari area Dinas Perpustakaan Daerah.

Agenda paling pagi dijadwalkan mulai pukul 08.00 WITA oleh Serikat Karyawan Yin Jing Internasional di kawasan Kima 3. Setelah itu, sejumlah aksi dimulai pukul 09.00 dan 10.00 WITA, disusul agenda pukul 12.00, 13.00, 13.30, 14.00, 15.00, hingga 16.00 WITA.

Daftar tersebut merupakan rencana kegiatan aksi pada 28 Oktober 2026. Jumlah massa, titik, waktu, dan bentuk kegiatan masih dapat berubah sesuai kondisi lapangan dan koordinasi masing-masing kelompok.

 

SulawesiPos.com – Sebanyak 31 rencana aksi unjuk rasa dan konvoi dijadwalkan berlangsung di Makassar pada Rabu (28/10/2026), dengan estimasi total 4.635 peserta.

Agenda tersebar mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WITA dan melibatkan sejumlah kantor pemerintahan, aparat penegak hukum, kampus, perusahaan, serta ruas jalan utama kota.

Rencana kegiatan tersebut memuat agenda dari berbagai organisasi mahasiswa, serikat pekerja, kelompok masyarakat, dan elemen pemuda.

Isu yang dibawa beragam, mulai dari peringatan Hari Sumpah Pemuda, evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, kriminalitas jalanan, ketenagakerjaan, layanan kesehatan, hingga persoalan fasilitas olahraga dan perizinan usaha.

Konsentrasi massa terbesar tercatat dalam rencana aksi damai DPP The Legend 120 Sulawesi Selatan di pelataran Monumen Mandala Makassar. Aksi yang dijadwalkan mulai pukul 14.00 WITA itu diperkirakan melibatkan sekitar 1.000 orang untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Sejumlah agenda lain juga mencatat estimasi massa cukup besar. Makassar Tidak Kendor (MATADOOR) merencanakan tiga kegiatan dengan masing-masing sekitar 300 peserta, yakni aksi di Polda Sulsel dan Polrestabes Makassar, aksi di Kantor Wali Kota Makassar dan Kejaksaan Tinggi Sulsel, serta konvoi damai dari Multimedia Dinas Perpustakaan Daerah menuju sejumlah titik.

BACA JUGA:  Gubernur Sulsel Buka 50 Persen Ruas Hertasning-Aroepala, Akses Makassar-Gowa Mulai Longgar

Aksi dengan estimasi 300 peserta lainnya direncanakan DPP Elang Timur Indonesia di Kantor BPJS Makassar, Dinas Kesehatan Kota Makassar, dan RSIA Paramount. BEM Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia juga dijadwalkan menggelar aksi dengan jumlah massa yang sama di perempatan Jalan Sultan Alauddin-Jalan Emmy Saelan.

Isu Aksi Menyasar Berbagai Lembaga

MATADOOR merencanakan aksi untuk menyikapi kasus meninggalnya salah satu orang tua kadernya saat terjadi perkelahian kelompok di Jalan Abubakar Lambogo Makassar. Kelompok yang sama juga membawa dugaan penyimpangan pengelolaan anggaran Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Makassar tahun anggaran 2025.

Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menjadwalkan aksi di Polrestabes Makassar, Kantor Wali Kota Makassar, dan Fly Over untuk menyikapi maraknya kriminalitas jalanan. Sementara Front Advokasi Rakyat Demokratik (FARD) membawa isu pengembalian fungsi GOR Sudiang sebagai fasilitas olahraga dan ruang publik.

Sejumlah organisasi mahasiswa menjadikan Hari Sumpah Pemuda sebagai isu utama, antara lain Pengurus Harian Himpunan Mahasiswa Program Studi Sosiologi Agama UIN Alauddin Makassar, BEM FISEH Universitas Cokroaminoto, Front Mahasiswa Revolusioner, Aliansi Farkes bersama BMKI, BEM Universitas Indonesia Timur, Aliansi Unismuh Satu, Himpunan Mahasiswa Teknik UIM Al Gazali, Aliansi Mahasiswa UMI, HMI Korkom UIT, HMI Korkom UNIBOS, PEMA Fakultas Teknik UNIBOS, dan kelompok pemuda Sulsel.

BACA JUGA:  Makassar ke Parepare Lewat Pangkep, Ini yang Perlu Diperhatikan soal BBM

Isu lain juga dibawa Serikat Aktivis Mahasiswa Indonesia (SAMI) yang menyoroti dugaan pelanggaran Perwali Makassar terkait keberadaan gudang dalam kota. FSP NIBA KSPSI Sulsel menyampaikan persoalan ketenagakerjaan di PT Lambang Azas Mulia, sedangkan Serikat Karyawan Yin Jing Internasional membawa persoalan hubungan kerja di perusahaan tersebut.

Rencana aksi lain dijadwalkan Gerakan Perjuangan Aktivis Mahasiswa terkait sejumlah persoalan di Indonesia dan Kota Makassar, BEM FKIP Unismuh terkait dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran serta dugaan pungutan liar dalam layanan SIM, STNK, dan BPKB di Sulsel, serta BARAK Sulsel yang menyikapi dugaan penjualan minuman beralkohol tidak sesuai izin di Toko Yabo.

Fly Over hingga GOR Sudiang Jadi Titik Berulang

Sejumlah titik tercatat berulang dalam daftar rencana aksi, di antaranya Fly Over Makassar, Jalan AP Pettarani, Jalan Sultan Alauddin, Jalan Urip Sumoharjo, GOR Sudiang dan Jalan Pajjaiyang, Simpang Lima Bandara Sultan Hasanuddin, Polda Sulsel, Polrestabes Makassar, DPRD Sulsel, serta Kejati Sulsel.

BACA JUGA:  Di Tengah Isu Mandek, Iuran Sampah Gratis Makassar Diam-diam Menopang Hidup Puluhan Ribu Warga Miskin

Pengulangan titik tersebut membuat beberapa ruas utama berpotensi mengalami kepadatan ketika aksi berlangsung. Selain aksi di satu lokasi, beberapa kelompok juga merencanakan pergerakan massa atau konvoi dengan rute dari kawasan Jalan Perintis Kemerdekaan menuju Monumen Mandala serta dari area Dinas Perpustakaan Daerah.

Agenda paling pagi dijadwalkan mulai pukul 08.00 WITA oleh Serikat Karyawan Yin Jing Internasional di kawasan Kima 3. Setelah itu, sejumlah aksi dimulai pukul 09.00 dan 10.00 WITA, disusul agenda pukul 12.00, 13.00, 13.30, 14.00, 15.00, hingga 16.00 WITA.

Daftar tersebut merupakan rencana kegiatan aksi pada 28 Oktober 2026. Jumlah massa, titik, waktu, dan bentuk kegiatan masih dapat berubah sesuai kondisi lapangan dan koordinasi masing-masing kelompok.

 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru