Empat Nama Masuk Bursa Ketua Golkar Makassar, Supriansa: Tunggu Mekanisme

SulawesiPos.com – Empat nama masuk bursa Ketua DPD II Golkar Makassar periode 2026-2031, yakni Rahman Bando, Aliyah Mustika Ilham, Andi Nurhaldin NH, dan Andi Suharmika Hasir.

Namun, Plt Ketua Golkar Makassar Supriansa menyebut kemunculan nama tersebut masih sebatas dinamika internal dan belum menjadi pencalonan resmi.

Nama-nama itu mencuat menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Makassar yang dipersiapkan berlangsung pada akhir 2026. Jadwal pelaksanaan belum ditetapkan karena panitia masih menunggu petunjuk teknis organisasi.

Supriansa membenarkan empat nama tersebut mulai dibicarakan di internal partai. Ia meminta seluruh proses pencalonan mengikuti tahapan dan mekanisme yang berlaku.

“Iya, benar. Nama-nama itu memang muncul dalam dinamika Golkar Makassar. Kita tunggu proses dan mekanisme partai selanjutnya,” kata Supriansa, Rabu (28/10/2026).

Supriansa ditunjuk sebagai Plt Ketua DPD II Golkar Makassar setelah Munafri Arifuddin alias Appi mengundurkan diri dari Golkar dan bergabung dengan Partai Demokrat. Penunjukan itu bersifat sementara hingga Musda digelar.

BACA JUGA:  Mulai 1 Agustus, Satgas Makassar Tak Angkut Sampah Rumah Tangga yang Belum Dipilah

Persiapan Musda Mulai Berjalan

Pengurus Golkar Makassar telah membentuk kepanitiaan awal untuk menyiapkan Musda. Ismail ditunjuk sebagai Ketua Organizing Committee (OC), sedangkan Juniar Arge dipercaya memimpin Steering Committee (SC) dalam rapat yang dipimpin Supriansa pada Senin (26/10/2026).

Ismail menyebut panitia masih menunggu juknis sebagai dasar menentukan tahapan dan jadwal Musda. Persiapan teknis dan administratif akan disesuaikan setelah petunjuk tersebut diterima.

Dengan demikian, munculnya nama-nama kandidat belum menunjukkan adanya pencalonan resmi maupun dukungan mayoritas kader. Keputusan akhir tetap bergantung pada proses organisasi dan forum Musda.

Empat Figur dengan Latar Berbeda

Rahman Bando merupakan birokrat purnabakti yang memiliki pengalaman di pemerintahan. Namanya diperhitungkan dalam bursa karena pernah berkecimpung dalam agenda pemerintahan dan politik di Kota Makassar.

Aliyah Mustika Ilham saat ini menjabat sebagai Wakil Wali Kota Makassar. Pengalaman di pemerintahan daerah menjadi salah satu latar yang membuat namanya masuk dalam pembicaraan pergantian kepemimpinan Golkar Makassar.

BACA JUGA:  Bos Kosmetik Palopo Laporkan Balik Rekannya ke Polda Sulsel atas Dugaan Fitnah di Medsos

Andi Nurhaldin NH dikenal sebagai Ketua AMPI Sulawesi Selatan sekaligus kader muda Golkar. Sementara Andi Suharmika Hasir menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Makassar dengan pengalaman di lembaga legislatif.

Politikus senior Golkar Makassar Abdul Wahab Tahir menilai keempat figur tersebut memiliki kapasitas untuk memimpin organisasi. Ia menyebut proses pergantian ketua harus diarahkan untuk memperkuat kembali posisi Golkar di parlemen daerah.

“Menurut saya, empat orang ini paling pantas diberi amanah sebagai Ketua Golkar Makassar periode 2026-2031 karena memenuhi kriteria membesarkan Partai Golkar,” kata Wahab.

Wahab berharap ketua baru dapat meningkatkan perolehan kursi Golkar di DPRD Makassar, memperkuat jaringan kader, dan menyiapkan partai menghadapi kontestasi politik berikutnya. Namun, penilaian tersebut masih merupakan pandangan internal partai, sedangkan penetapan ketua tetap menunggu mekanisme resmi Musda.

SulawesiPos.com – Empat nama masuk bursa Ketua DPD II Golkar Makassar periode 2026-2031, yakni Rahman Bando, Aliyah Mustika Ilham, Andi Nurhaldin NH, dan Andi Suharmika Hasir.

Namun, Plt Ketua Golkar Makassar Supriansa menyebut kemunculan nama tersebut masih sebatas dinamika internal dan belum menjadi pencalonan resmi.

Nama-nama itu mencuat menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Makassar yang dipersiapkan berlangsung pada akhir 2026. Jadwal pelaksanaan belum ditetapkan karena panitia masih menunggu petunjuk teknis organisasi.

Supriansa membenarkan empat nama tersebut mulai dibicarakan di internal partai. Ia meminta seluruh proses pencalonan mengikuti tahapan dan mekanisme yang berlaku.

“Iya, benar. Nama-nama itu memang muncul dalam dinamika Golkar Makassar. Kita tunggu proses dan mekanisme partai selanjutnya,” kata Supriansa, Rabu (28/10/2026).

Supriansa ditunjuk sebagai Plt Ketua DPD II Golkar Makassar setelah Munafri Arifuddin alias Appi mengundurkan diri dari Golkar dan bergabung dengan Partai Demokrat. Penunjukan itu bersifat sementara hingga Musda digelar.

BACA JUGA:  Bos Kosmetik Palopo Laporkan Balik Rekannya ke Polda Sulsel atas Dugaan Fitnah di Medsos

Persiapan Musda Mulai Berjalan

Pengurus Golkar Makassar telah membentuk kepanitiaan awal untuk menyiapkan Musda. Ismail ditunjuk sebagai Ketua Organizing Committee (OC), sedangkan Juniar Arge dipercaya memimpin Steering Committee (SC) dalam rapat yang dipimpin Supriansa pada Senin (26/10/2026).

Ismail menyebut panitia masih menunggu juknis sebagai dasar menentukan tahapan dan jadwal Musda. Persiapan teknis dan administratif akan disesuaikan setelah petunjuk tersebut diterima.

Dengan demikian, munculnya nama-nama kandidat belum menunjukkan adanya pencalonan resmi maupun dukungan mayoritas kader. Keputusan akhir tetap bergantung pada proses organisasi dan forum Musda.

Empat Figur dengan Latar Berbeda

Rahman Bando merupakan birokrat purnabakti yang memiliki pengalaman di pemerintahan. Namanya diperhitungkan dalam bursa karena pernah berkecimpung dalam agenda pemerintahan dan politik di Kota Makassar.

Aliyah Mustika Ilham saat ini menjabat sebagai Wakil Wali Kota Makassar. Pengalaman di pemerintahan daerah menjadi salah satu latar yang membuat namanya masuk dalam pembicaraan pergantian kepemimpinan Golkar Makassar.

BACA JUGA:  AHY: Terima Kasih Ni'matullah atas Kepemimpinannya di Demokrat Sulsel

Andi Nurhaldin NH dikenal sebagai Ketua AMPI Sulawesi Selatan sekaligus kader muda Golkar. Sementara Andi Suharmika Hasir menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Makassar dengan pengalaman di lembaga legislatif.

Politikus senior Golkar Makassar Abdul Wahab Tahir menilai keempat figur tersebut memiliki kapasitas untuk memimpin organisasi. Ia menyebut proses pergantian ketua harus diarahkan untuk memperkuat kembali posisi Golkar di parlemen daerah.

“Menurut saya, empat orang ini paling pantas diberi amanah sebagai Ketua Golkar Makassar periode 2026-2031 karena memenuhi kriteria membesarkan Partai Golkar,” kata Wahab.

Wahab berharap ketua baru dapat meningkatkan perolehan kursi Golkar di DPRD Makassar, memperkuat jaringan kader, dan menyiapkan partai menghadapi kontestasi politik berikutnya. Namun, penilaian tersebut masih merupakan pandangan internal partai, sedangkan penetapan ketua tetap menunggu mekanisme resmi Musda.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru