TAG
Musda Golkar
IAS Klaim Sudah Kunci 22 Dukungan DPD II untuk Maju di Musda Golkar Sulsel
Ilham Arief Sirajuddin atau IAS diklaim telah mengunci dukungan dari 22 DPD II Partai Golkar kabupaten/kota untuk maju di Musda Golkar Sulsel. Dukungan terbaru disebut datang dari Pinrang, Luwu Utara, dan Selayar.
Musda XI Golkar Sulsel Digelar 18 Juli di Hotel Claro, Peta Dukungan Mulai Bergeser
DPP Partai Golkar resmi menetapkan Musda XI DPD I Golkar Sulsel digelar 18 Juli 2026 di Hotel Claro Makassar. Kepastian jadwal itu muncul di tengah dinamika dukungan pemilik suara yang mulai bergeser jelang pemilihan ketua.
Migrasi Dukungan ke IAS Menguat, 15 DPD II Golkar Sulsel Berbalik Arah Usai Diskresi DPP
Gelombang dukungan pemilik suara DPD II Partai Golkar Sulsel mengalir ke Ilham Arief Sirajuddin setelah terbit diskresi DPP Golkar. Pergeseran ini mengubah peta persaingan Musda XI yang sebelumnya disebut dikuasai kubu Munafri Arifuddin.
Barly RM: Diskresi Golkar untuk IAS Hanya Izin Bertarung, Bukan Jaminan Jadi Ketua
Wakil Ketua Bidang Media dan Komunikasi DPD II Golkar Makassar, Barly RM, menegaskan diskresi DPP Partai Golkar kepada Ilham Arief Sirajuddin hanya bersifat administratif.
Peluang IAS Terpilih Aklamasi di Musda Golkar Sulsel Menguat usai Terima Surat Diskresi dari Bahlil
Peluang Ilham Arief Sirajuddin (IAS) memimpin Golkar Sulsel melalui aklamasi dinilai semakin besar setelah menerima surat diskresi dari Ketua Umum DPP Golkar, Bahlil Lahadalia, menjelang Musda awal Juli 2026.
Musda Golkar Sulsel Molor, Pengamat Politik Unhas: Strategi Menuju Aklamasi Bukan Perpecahan
Hingga saat ini, jadwal pasti pelaksanaan forum tertinggi partai berlambang pohon beringin di tingkat provinsi tersebut belum juga menemui titik terang.
Musda XI Golkar Diupayakan Digelar Pertengahan April
Musda XI Golkar Sulsel direncanakan digelar pertengahan April 2026. Panitia masih menunggu kepastian jadwal dari DPP dan Ketua Umum Bahlil Lahadalia.
Musda Golkar XI Sulsel: Tarung Logika Lokal vs Oligarki Pusat
Tensi politik Golkar Sulsel jelang Musda XI memanas. Analisis menyebut ada tarik-menarik antara demokrasi lokal dan kendali DPP dalam penentuan ketua.


