Fakultas Hukum Unhas Jajaki Kerja Sama Pendidikan dengan Lima Kampus Ternama di China

SulawesiPos.com – Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) menjajaki kerja sama pendidikan dengan sejumlah perguruan tinggi di China. Upaya tersebut dilakukan melalui kunjungan sembilan dosen FH Unhas ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing, Selasa (3/11/2026).

Kunjungan dinas ke Beijing, Republik Rakyat Tiongkok, itu menjadi bagian dari upaya FH Unhas memperluas jejaring internasional sekaligus memperkuat kemitraan akademik dengan perguruan tinggi di negara tersebut.

Rombongan dipimpin Wakil Dekan Bidang Kemitraan, Riset, Inovasi, dan Alumni FH Unhas, Prof. Dr. Birkah Latif, S.H., M.H., LL.M. Delegasi turut diikuti Dr. Kadarudin, S.H., M.H., Dr. Andi Tenri Famauri, S.H., M.H., Dr. Andi Syahwiah A. Sapiddin, S.H., M.H., dan Dr. Muhammad Irwan, S.H., M.H.

Selain itu, hadir Rastiawaty, S.H., M.H., Hartono Tasir Irwanto, S.H., M.H., Nuriyah Fara Muthia, S.H., M.H., serta Alif Imam Dzaki, S.H., M.I.L.

Delegasi diterima langsung Minister Counsellor KBRI Beijing, Nur Evi Rahmawati. Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama akademik, mulai dari pemetaan perguruan tinggi mitra, skema program yang memungkinkan, hingga langkah tindak lanjut.

BACA JUGA:  Dekan Pascasarjana Unhas Ajak Lulusan Menemukan Jalan seperti Air Sungai

Sejumlah program yang menjadi perhatian FH Unhas meliputi student mobility, joint degree, double degree, dan lecturer mobility. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan hukum sekaligus memperluas wawasan internasional mahasiswa dan dosen.

“Kunjungan ini menjadi langkah awal untuk membangun kemitraan yang konkret dan berkelanjutan. Kami berharap KBRI Beijing dapat menjadi jembatan yang menghubungkan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin dengan universitas-universitas terkemuka di Tiongkok, sehingga mahasiswa dan dosen kami memiliki kesempatan belajar, mengajar, dan meneliti di lingkungan internasional,” ujar Prof. Birkah Latif.

Ia menambahkan, Tiongkok memiliki posisi strategis sebagai mitra Indonesia di berbagai sektor, termasuk perdagangan, investasi, dan hukum internasional. Karena itu, penguatan kajian hukum yang relevan dengan hubungan kedua negara dinilai penting bagi pengembangan keilmuan di FH Unhas.

KBRI Beijing Rekomendasikan Lima Universitas

Menanggapi inisiatif tersebut, Nur Evi Rahmawati menyambut baik rencana FH Unhas. Ia menyatakan KBRI Beijing siap memfasilitasi komunikasi dengan perguruan tinggi di Tiongkok.

BACA JUGA:  5 Program Studi Unhas Kantongi Akreditasi Internasional Berlaku hingga 2029, Kolaborasi Jadi Fondasi

Nur Evi juga merekomendasikan lima universitas di Beijing yang memiliki fakultas hukum unggulan dan berpotensi dijajaki sebagai mitra, yakni Tsinghua University, Peking University, Renmin University of China, China University of Political Science and Law, serta University of International Business and Economics.

“Universitas-universitas tersebut memiliki reputasi akademik yang kuat dan program internasional yang terbuka bagi mahasiswa maupun dosen asing. Ini peluang yang sangat baik bagi Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin,” ungkap Nur Evi Rahmawati.

Menurutnya, minat mahasiswa Indonesia untuk menempuh studi di Tiongkok terus meningkat. Sementara itu, kerja sama di bidang hukum masih memiliki ruang luas untuk dikembangkan.

Kehadiran perguruan tinggi dari kawasan timur Indonesia seperti Unhas juga dinilai penting untuk memperkaya kemitraan pendidikan antara kedua negara.

Kedua pihak sepakat menindaklanjuti pertemuan tersebut melalui komunikasi lanjutan dengan universitas-universitas yang direkomendasikan.

Kerja sama itu diharapkan dapat diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) maupun perjanjian kerja sama atau Memorandum of Agreement (MoA).

BACA JUGA:  Menteri Pertanian dan Wali Kota Makassar Ramaikan Fun Walk Dies Natalis ke-70 Unhas

Kunjungan ini sejalan dengan komitmen Unhas dalam mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi sekaligus memperkuat posisi FH Unhas sebagai institusi pendidikan hukum yang berdaya saing global.

SulawesiPos.com – Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) menjajaki kerja sama pendidikan dengan sejumlah perguruan tinggi di China. Upaya tersebut dilakukan melalui kunjungan sembilan dosen FH Unhas ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing, Selasa (3/11/2026).

Kunjungan dinas ke Beijing, Republik Rakyat Tiongkok, itu menjadi bagian dari upaya FH Unhas memperluas jejaring internasional sekaligus memperkuat kemitraan akademik dengan perguruan tinggi di negara tersebut.

Rombongan dipimpin Wakil Dekan Bidang Kemitraan, Riset, Inovasi, dan Alumni FH Unhas, Prof. Dr. Birkah Latif, S.H., M.H., LL.M. Delegasi turut diikuti Dr. Kadarudin, S.H., M.H., Dr. Andi Tenri Famauri, S.H., M.H., Dr. Andi Syahwiah A. Sapiddin, S.H., M.H., dan Dr. Muhammad Irwan, S.H., M.H.

Selain itu, hadir Rastiawaty, S.H., M.H., Hartono Tasir Irwanto, S.H., M.H., Nuriyah Fara Muthia, S.H., M.H., serta Alif Imam Dzaki, S.H., M.I.L.

Delegasi diterima langsung Minister Counsellor KBRI Beijing, Nur Evi Rahmawati. Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama akademik, mulai dari pemetaan perguruan tinggi mitra, skema program yang memungkinkan, hingga langkah tindak lanjut.

BACA JUGA:  Digelar Mei, Panitia Ajak Alumni Meriahkan Mubes IKA Unhas 2026

Sejumlah program yang menjadi perhatian FH Unhas meliputi student mobility, joint degree, double degree, dan lecturer mobility. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan hukum sekaligus memperluas wawasan internasional mahasiswa dan dosen.

“Kunjungan ini menjadi langkah awal untuk membangun kemitraan yang konkret dan berkelanjutan. Kami berharap KBRI Beijing dapat menjadi jembatan yang menghubungkan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin dengan universitas-universitas terkemuka di Tiongkok, sehingga mahasiswa dan dosen kami memiliki kesempatan belajar, mengajar, dan meneliti di lingkungan internasional,” ujar Prof. Birkah Latif.

Ia menambahkan, Tiongkok memiliki posisi strategis sebagai mitra Indonesia di berbagai sektor, termasuk perdagangan, investasi, dan hukum internasional. Karena itu, penguatan kajian hukum yang relevan dengan hubungan kedua negara dinilai penting bagi pengembangan keilmuan di FH Unhas.

KBRI Beijing Rekomendasikan Lima Universitas

Menanggapi inisiatif tersebut, Nur Evi Rahmawati menyambut baik rencana FH Unhas. Ia menyatakan KBRI Beijing siap memfasilitasi komunikasi dengan perguruan tinggi di Tiongkok.

BACA JUGA:  IKATEK Unhas dan British Royal Pegasus Pererat Silaturahmi Lewat Turnamen Domino Mini, Dihadiri Bupati Toraja Utara

Nur Evi juga merekomendasikan lima universitas di Beijing yang memiliki fakultas hukum unggulan dan berpotensi dijajaki sebagai mitra, yakni Tsinghua University, Peking University, Renmin University of China, China University of Political Science and Law, serta University of International Business and Economics.

“Universitas-universitas tersebut memiliki reputasi akademik yang kuat dan program internasional yang terbuka bagi mahasiswa maupun dosen asing. Ini peluang yang sangat baik bagi Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin,” ungkap Nur Evi Rahmawati.

Menurutnya, minat mahasiswa Indonesia untuk menempuh studi di Tiongkok terus meningkat. Sementara itu, kerja sama di bidang hukum masih memiliki ruang luas untuk dikembangkan.

Kehadiran perguruan tinggi dari kawasan timur Indonesia seperti Unhas juga dinilai penting untuk memperkaya kemitraan pendidikan antara kedua negara.

Kedua pihak sepakat menindaklanjuti pertemuan tersebut melalui komunikasi lanjutan dengan universitas-universitas yang direkomendasikan.

Kerja sama itu diharapkan dapat diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) maupun perjanjian kerja sama atau Memorandum of Agreement (MoA).

BACA JUGA:  5 Program Studi Unhas Kantongi Akreditasi Internasional Berlaku hingga 2029, Kolaborasi Jadi Fondasi

Kunjungan ini sejalan dengan komitmen Unhas dalam mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi sekaligus memperkuat posisi FH Unhas sebagai institusi pendidikan hukum yang berdaya saing global.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru