SulawesiPos.com – Laga Borneo FC Samarinda melawan PSM Makassar pada pekan kesembilan BRI Super League 2026/2027 dipastikan digelar tanpa penonton di Stadion Segiri, Sabtu (7/11/2026). Keputusan yang diumumkan manajemen Borneo FC pada Jumat (6/11), atau sehari sebelum pertandingan, memicu protes karena sebagian suporter telah membeli tiket perjalanan, memesan penginapan, dan berangkat menuju Samarinda.
Berdasarkan surat resmi klub, pertandingan diselenggarakan tanpa penonton setelah adanya rekomendasi dari Polresta Samarinda. Kebijakan itu disebut sebagai langkah antisipatif untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan situasi kondusif di Kota Samarinda.
Pengumuman H-1 membuat suporter tuan rumah Pusamania dan pendukung PSM dari kelompok Macz Man menyoroti minimnya waktu pemberitahuan. Suporter dari luar Samarinda dan Kalimantan Timur disebut sudah menyusun perjalanan untuk menyaksikan langsung duel dua tim penghuni papan bawah tersebut.
Biaya transportasi, penginapan, serta kebutuhan perjalanan yang telanjur dikeluarkan berisiko tidak terpakai. Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan mengenai skema pengembalian tiket pertandingan, kompensasi perjalanan, maupun mekanisme penanganan bagi suporter yang sudah tiba di Samarinda.
Laga Tetap Berlangsung di Segiri
Pertandingan Borneo FC kontra PSM tetap dijadwalkan berlangsung Sabtu sore di Stadion Segiri. Kick-off dimulai pukul 15.30 WIB atau 16.30 Wita.
Laga ini mempertemukan Borneo FC yang berada di posisi ke-12 dengan PSM di peringkat ke-13. Kedua tim sama-sama mengoleksi sembilan poin, tetapi Borneo baru memainkan tujuh pertandingan, sedangkan PSM sudah menjalani delapan laga.
Kedua tim juga datang dengan hasil kurang positif. Borneo FC kalah 1-2 dari PSIM Yogyakarta pada pertandingan sebelumnya, sementara PSM takluk 0-1 dari Madura United di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare.
Pelatih PSM Darije Kalezic menyebut timnya kini memusatkan perhatian pada pemulihan dan persiapan menghadapi laga tandang tersebut.
“Sekarang kami fokus untuk bagaimana recovery untuk menuju pertandingan selanjutnya kompetisi Liga 1 menghadapi Borneo FC,” ucap Kalezic.
Di kubu tuan rumah, pelatih Mauro Jeronimo sebelumnya mengakui jadwal November menjadi tantangan karena rangkaian pertandingan dan perjalanan antarkota yang padat.
“Bulan November akan menjadi masa yang berat bagi kami. Namun di saat yang sama, menurut saya ini justru memotivasi,” ujar Mauro.
Suporter Kehilangan Akses Dukungan Langsung
Bagi Pusamania, laga kandang di Stadion Segiri biasanya menjadi ruang untuk mendukung Pesut Etam secara langsung. Sementara bagi Macz Man dan suporter PSM dari Makassar, laga tandang melawan Borneo menjadi bagian dari tradisi mengawal Juku Eja di luar Sulawesi Selatan.
Keputusan tanpa penonton membuat dukungan tersebut hanya dapat diberikan dari luar stadion. Suporter juga diminta tidak memaksakan diri datang ke area pertandingan apabila aturan sterilisasi tetap diberlakukan.
Situasi ini bukan kali pertama PSM menjalani pertandingan tanpa dukungan langsung di stadion pada musim berjalan. Laga tandang melawan PSIM Yogyakarta pada Oktober lalu juga digelar tanpa penonton, tetapi keputusan saat itu berkaitan dengan penggunaan dan persiapan fasilitas Stadion Sultan Agung.
Pertemuan Borneo FC dan PSM memiliki catatan persaingan yang cukup panjang. Berdasarkan data I.League, kedua tim telah bertemu 21 kali sejak 2016. Borneo meraih 10 kemenangan, PSM menang lima kali, sedangkan enam pertandingan lainnya berakhir imbang.


