SulawesiPos.com – PSM Makassar tercatat dalam data terbaru Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) terkait klub yang masih memiliki tunggakan hak pemain. PSM menjadi satu dari dua klub Super League dalam daftar tersebut, bersama Persija Jakarta, dengan total lima pemain belum menerima hak secara penuh dan nilai gabungan sekitar Rp1,1 miliar serta 34 ribu dolar AS.
Data itu dirilis APPI per Jumat (6/11/2026). APPI tidak mempublikasikan identitas lima pemain maupun pembagian nominal antara PSM dan Persija, sehingga angka tersebut tidak dapat disebut sebagai nilai tunggakan PSM secara keseluruhan.
Secara nasional, APPI mencatat 24 klub dari berbagai kasta kompetisi masih memiliki persoalan pembayaran hak pemain. Jumlah pemain yang terdampak mencapai 298 orang dengan nilai tunggakan lebih dari Rp14 miliar.
APPI juga mencatat empat klub Championship dengan total 51 pemain yang belum menerima hak secara penuh. Pada Liga Nusantara, terdapat 114 pemain, sedangkan Liga 4 mencatat 128 pemain dalam data tunggakan tersebut.
APPI Soroti Masalah yang Berulang
APPI menilai persoalan tunggakan gaji tidak hanya terjadi sebagai kasus terpisah, tetapi berulang lintas musim.
“Tunggakan berulang yang berlangsung lintas musim … menunjukkan bahwa penyelesaian hak pemain masih menjadi persoalan serius,” tulis APPI dalam keterangan yang dikutip sejumlah media.
Pernyataan itu menempatkan pemenuhan hak pemain sebagai salah satu pekerjaan rumah tata kelola sepak bola profesional Indonesia. APPI sebelumnya juga mendorong klub dan operator kompetisi menyelesaikan kewajiban yang telah memiliki putusan final dan mengikat.
“Penyelesaian tunggakan yang telah memiliki putusan final merupakan hal yang sangat penting karena menyangkut hak para pemain,” kata Presiden APPI Hanif Sjahbandi dalam keterangan resmi APPI pada Juni 2026.

Pada Agustus 2026, Legal APPI Mohammad Agus Riza Hufaida juga mengingatkan bahwa persoalan hak pemain masih bertentangan dengan target peningkatan kualitas kompetisi nasional.
“Kita mau ngomong membawa liga naik kelas, tapi masalah dasar terkait dengan haknya pemain itu, masih menjadi problem,” ujar Riza.
Sorotan Kembali Mengarah ke PSM
Bagi publik sepak bola Makassar dan Sulawesi Selatan, catatan terbaru APPI kembali menyoroti kondisi finansial PSM sebagai klub utama dari kawasan timur Indonesia. PSM merupakan satu-satunya wakil Sulawesi di kompetisi kasta tertinggi nasional.
Persoalan serupa sebelumnya juga muncul dalam daftar sanksi FIFA. Pada Mei 2026, PSM tercatat mendapat larangan melakukan aktivitas transfer selama tiga periode. Laporan detikSulsel menyebut sanksi tersebut diduga berkaitan dengan sengketa pembayaran hak pemain, meski manajemen PSM belum memberikan tanggapan saat laporan itu diterbitkan.
Data terbaru APPI tidak menjelaskan apakah seluruh kasus PSM dan Persija sedang berada pada tahap korespondensi, proses penyelesaian, atau telah memiliki putusan yang berkekuatan final. Karena itu, status lima pemain tersebut ditulis sebagai belum menerima hak secara penuh berdasarkan data APPI, bukan sebagai kesimpulan hukum terhadap klub.
Hingga berita ini disusun, belum ditemukan keterangan resmi terbaru dari manajemen PSM mengenai data APPI tersebut. Nama pemain dan rincian kewajiban masing-masing klub juga belum diumumkan.


