SulawesiPos.com – PSSI melalui Badan Tim Nasional (BTN) membuka komunikasi dengan Federasi Sepak Bola Hong Kong (HKFA) untuk mencari lawan Timnas Indonesia pada FIFA Matchday November 2026.
Penjajakan itu dilakukan setelah laga kontra Yordania dibatalkan karena situasi keamanan di Timur Tengah, sementara sampai Jumat (6/11/2026) belum ada jawaban resmi dari Hong Kong.
Ketua BTN Sumardji mengatakan komunikasi dengan Hong Kong kembali dilakukan pada Kamis malam. Namun, waktu persiapan yang semakin singkat membuat kepastian laga pengganti belum diperoleh.
“Sampai dengan saat sekarang ini, semalam kami koordinasi kembali dengan Hong Kong, tetapi juga belum mendapatkan jawaban secara resmi. Walaupun sebelumnya kami sudah berkoordinasi dengan Hong Kong, namun dikarenakan waktu mepet, sehingga sampai dengan siang ini, kami belum mendapatkan jawaban yang pasti,” kata Sumardji, dikutip dari ANTARA, Jumat.
Laga melawan Yordania sebelumnya dijadwalkan berlangsung di Stadion Internasional Amman pada 13 November 2026. Federasi Sepak Bola Yordania mengumumkan pembatalan pertandingan setelah PSSI menyampaikan permohonan karena eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan keselamatan pemain dan ofisial. Opsi memindahkan pertandingan ke Turki sempat dibahas, tetapi Turki hanya diproyeksikan sebagai lokasi netral, bukan lawan baru Timnas Indonesia.
“Ya pertandingannya kita pindahkan ke Turki, cari situasi yang aman. Tapi dengan berbagai pertimbangan, ya kami memutuskan untuk mengambil jalan yang terbaik, ya akhirnya kami putuskan untuk tidak, tidak melaksanakan pertandingan di Timur Tengah,” ujar Sumardji.
Rencana Hong Kong Belum Pasti
Jika komunikasi dengan HKFA menghasilkan kesepakatan, Hong Kong akan menjadi lawan alternatif pada jeda internasional November. Namun, PSSI belum mengumumkan tanggal, venue, format pertandingan, maupun komposisi pemain karena kesepakatan belum tercapai.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir sebelumnya menyerahkan pembahasan rencana pengganti kepada BTN dan pelatih Timnas Indonesia John Herdman.
“Nanti biar Badan Tim Nasional dan Coach John berdiskusi seperti apa rencana plan B-nya,” kata Erick.
Apabila tidak ada lawan yang disepakati, Timnas Indonesia berpeluang hanya menjalani pemusatan latihan selama periode FIFA Matchday November. Opsi tersebut masih berupa rencana cadangan dan belum menjadi keputusan final PSSI.
Persiapan Piala Asia Berubah
Agenda uji coba November semula disiapkan untuk mengukur kesiapan Timnas Indonesia menuju Piala Asia 2027. Namun, AFC telah menggeser turnamen di Arab Saudi dari 7 Januari-5 Februari 2027 menjadi 23 Desember 2027-21 Januari 2028.
Perubahan itu dilakukan setelah AFC menilai situasi keamanan, kendala logistik, dan gangguan perjalanan di kawasan Timur Tengah berisiko terhadap penyelenggaraan turnamen. Jadwal baru tersebut masih diajukan kepada FIFA untuk mendapatkan persetujuan.
Erick menyebut perubahan kalender tersebut turut membuat agenda persiapan Timnas Indonesia pada November harus disusun ulang.
“Apalagi AFC memundurkan kejuaraan Asianya. Jadi, November ini cukup limbung karena memang bukan lagi menjadi uji coba untuk AFC,” ujar Erick.
Timnas Indonesia tergabung di Grup F Piala Asia 2027 bersama Jepang, Qatar, dan Thailand. Dengan perubahan jadwal turnamen, John Herdman dan BTN memiliki waktu persiapan lebih panjang, tetapi tetap harus menentukan agenda pertandingan yang sesuai dengan kebutuhan tim.
Bagi pembaca di Makassar dan Sulawesi Selatan, belum adanya kepastian lawan membuat jadwal pertandingan Timnas Indonesia pada jeda November juga belum dapat dipastikan. PSSI belum mengumumkan lokasi pertandingan, waktu kick-off, siaran, atau agenda nonton bersama untuk laga pengganti.


