SulawesiPos.com – Festival Urban Farming Terintegrasi 2026 di Anjungan Pantai Losari, Makassar, pada 11-15 November, tidak hanya memamerkan hasil kebun warga. Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar menyiapkan pasar tani, talkshow, layanan kesehatan hewan gratis, vaksinasi rabies, serta lomba kreativitas untuk menghubungkan produksi pangan perkotaan dengan edukasi dan aktivitas keluarga.
Agenda tersebut mengusung tema “Makassar Hijau, Produktif, dan Mandiri Pangan” dan menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-419 Kota Makassar. Kelompok tani binaan, kelompok wanita tani, pelaku usaha pangan, komunitas, dan masyarakat umum akan mendapat ruang dalam kegiatan yang dipusatkan di kawasan Pantai Losari.
Pasar tani menjadi salah satu agenda utama festival. Stan pameran akan menampilkan komoditas segar hasil urban farming serta produk olahan pangan kreatif. Kehadiran pasar itu juga membuka ruang pertemuan langsung antara produsen dan konsumen, terutama bagi kelompok tani yang mengembangkan kebun di tengah keterbatasan lahan perkotaan.
Selain transaksi, pasar tani diarahkan sebagai etalase kemandirian pangan warga. Hasil panen dari kebun kelompok dapat diperkenalkan lebih luas, sementara pengunjung bisa melihat jenis komoditas dan produk yang dapat dikembangkan dari lingkungan rumah maupun kawasan permukiman.
Talkshow Bawa Urban Farming ke Ruang Publik
Rangkaian talkshow menyasar warga umum dan pelaku pertanian perkotaan. Materinya mencakup pemanfaatan lahan sempit, inovasi pertanian modern, serta model pertanian terintegrasi yang menghubungkan tanaman, peternakan, perikanan, dan pengelolaan sampah.
Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Makassar Aulia Arsyad mengatakan Pemkot Makassar sedang menyiapkan kawasan Edukasi Farming atau Edufarm di Sudiang dan Barombong.
“Di awal tahun ini fokus dulu pembangunan edufarm. Jadi edufarm ini diharapkan jadi tempat edukasi bagi warga yang ada di Makassar yang ingin belajar tentang urban farming atau menjadi tempat wisata bagi wisatawan,” kata Aulia, 5 Maret 2026.
Konsep Edufarm mencakup budidaya hortikultura, ternak sapi dan kambing, ikan nila dan lele, tanaman jamur, serta pengolahan sampah melalui maggot dan biopori. Menurut Aulia, urban farming juga diarahkan untuk memperkuat kemandirian pangan keluarga dan membantu menekan gejolak harga komoditas seperti cabai dan tomat.
Layanan Hewan dan Lomba Kreativitas
Festival menyediakan pelayanan kesehatan hewan gratis bagi pemilik hewan peliharaan. Warga dapat membawa hewan untuk pemeriksaan dan konsultasi selama layanan berlangsung.
Panitia turut menyediakan vaksinasi rabies gratis. Layanan ini menjadi bagian dari edukasi kesehatan hewan dan pencegahan penyakit zoonosis di lingkungan perkotaan.
Bagi keluarga, festival menghadirkan lomba kreativitas anak dan kompetisi bertema lingkungan. Salah satu agenda yang dijadwalkan berlangsung Kamis (12/11/2026) ialah lomba merangkai buah dan sayur dengan tema “Makassar Hijau, Produktif, dan Mandiri Pangan”.
Kompetisi itu memanfaatkan komoditas pertanian sebagai bahan karya kreatif. Sementara lomba anak dirancang secara edukatif untuk memperkenalkan dunia pertanian perkotaan kepada generasi muda melalui kegiatan yang dekat dengan pengalaman bermain dan berkarya.
Terhubung dengan Kebun Warga
Festival di Losari menjadi panggung publik bagi program urban farming yang dikembangkan di sejumlah kelurahan. Kelompok tani dan kelompok wanita tani mengelola pekarangan, lahan terbatas, maupun kebun lingkungan untuk menanam komoditas hortikultura.
Model serupa dikembangkan di kawasan seperti Mangasa dan Maccini Sombala, Tamalate, melalui kebun kelompok yang menghasilkan bawang merah, cabai, kangkung, dan terong. Hasil panen dimanfaatkan warga dan berpotensi diperkenalkan melalui pasar tani.
Dengan mempertemukan hasil kebun, edukasi, layanan hewan, dan lomba keluarga, festival ini memperluas fungsi urban farming Makassar dari kegiatan tanam dan panen menjadi ruang belajar serta promosi pangan lokal.
Informasi terbaru, peserta, dan agenda harian dapat dipantau melalui akun Instagram resmi Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar, @dppkotamakassar.


