Sering Berkendara Sebentar di Makassar? 4 Bagian Mobil Ini Jangan Diabaikan

SulawesiPos.com – Kemacetan di Kota Makassar membuat pengendara kerap menghadapi pola berkendara berhenti dan berjalan atau stop-and-go, terutama pada jam sibuk pagi hingga malam. Kebiasaan ini bisa memberi beban lebih pada beberapa komponen mobil, mulai dari aki, oli mesin, rem, hingga ban.

Sejumlah titik rawan perlambatan tercatat berada di koridor Jalan Antang Raya, Jembatan Barombong, hingga persimpangan Bukit Baruga, yang diperparah hambatan samping seperti parkir liar dan aktivitas pasar.

Kondisi berkendara jarak pendek dan berhenti-jalan yang umum terjadi di tengah kepadatan seperti ini membuat empat komponen mobil tersebut perlu mendapat perhatian lebih dari pemiliknya.

Perjalanan Pendek dan Kondisi Aki

Mobil yang hanya dipakai untuk perjalanan pendek berulang kali bisa membuat aki kehilangan daya secara bertahap, karena arus besar yang terpakai saat starter belum sempat terisi kembali sepenuhnya oleh alternator.

Untuk menjaga kondisinya, pemilik mobil yang jarang digunakan dapat sesekali memanaskan mesin dengan durasi lebih panjang, sekaligus rutin memeriksa air aki bagi yang masih menggunakan jenis aki basah.

BACA JUGA:  Tragedi di Apparalang Bulukumba, Siswi SMA Diduga Terjatuh dan Terseret Ombak

Bagi pengendara di Makassar yang kesehariannya banyak berkutat di rute pendek dalam kota, sesekali berkendara dengan durasi lebih panjang dapat membantu alternator mengisi kembali daya aki.

Dampak Stop-and-Go pada Oli Mesin

Pola berkendara stop-and-go membuat mesin lebih jarang mencapai suhu kerja idealnya, sehingga oli menjadi lebih rentan terkontaminasi dan menimbulkan endapan kotoran di dalam mesin.

Mobil yang sering digunakan dalam kondisi macet juga memerlukan penggantian oli lebih sering, dengan tetap mengacu pada rekomendasi dalam buku manual kendaraan masing-masing.

Filter oli pun perlu diperiksa dan diganti secara berkala, terutama pada mobil yang sering digunakan dalam kondisi lalu lintas padat.

Penggunaan Rem di Tengah Kemacetan

Kebiasaan berhenti dan berjalan di tengah kemacetan membuat kampas rem lebih cepat aus dan cakram berisiko mengalami panas berlebih, karena sistem rem bekerja lebih sering dibandingkan saat kendaraan melaju stabil.

Pemeriksaan ketebalan kampas rem sebaiknya dilakukan setiap servis berkala tanpa menunggu muncul tanda-tanda masalah pada sistem pengereman kendaraan.

BACA JUGA:  Kabar Mengejutkan, Putra Sulsel Prof Jamaluddin Jompa Ditunjuk Jadi Plt Rektor Unsrat Manado Gantikan Berty Sompie

Kondisi minyak rem yang mudah menyerap air juga perlu diperiksa secara berkala, terutama bagi mobil yang digunakan setiap hari di tengah kemacetan.

SulawesiPos.com – Kemacetan di Kota Makassar membuat pengendara kerap menghadapi pola berkendara berhenti dan berjalan atau stop-and-go, terutama pada jam sibuk pagi hingga malam. Kebiasaan ini bisa memberi beban lebih pada beberapa komponen mobil, mulai dari aki, oli mesin, rem, hingga ban.

Sejumlah titik rawan perlambatan tercatat berada di koridor Jalan Antang Raya, Jembatan Barombong, hingga persimpangan Bukit Baruga, yang diperparah hambatan samping seperti parkir liar dan aktivitas pasar.

Kondisi berkendara jarak pendek dan berhenti-jalan yang umum terjadi di tengah kepadatan seperti ini membuat empat komponen mobil tersebut perlu mendapat perhatian lebih dari pemiliknya.

Perjalanan Pendek dan Kondisi Aki

Mobil yang hanya dipakai untuk perjalanan pendek berulang kali bisa membuat aki kehilangan daya secara bertahap, karena arus besar yang terpakai saat starter belum sempat terisi kembali sepenuhnya oleh alternator.

Untuk menjaga kondisinya, pemilik mobil yang jarang digunakan dapat sesekali memanaskan mesin dengan durasi lebih panjang, sekaligus rutin memeriksa air aki bagi yang masih menggunakan jenis aki basah.

BACA JUGA:  Tragedi di Apparalang Bulukumba, Siswi SMA Diduga Terjatuh dan Terseret Ombak

Bagi pengendara di Makassar yang kesehariannya banyak berkutat di rute pendek dalam kota, sesekali berkendara dengan durasi lebih panjang dapat membantu alternator mengisi kembali daya aki.

Dampak Stop-and-Go pada Oli Mesin

Pola berkendara stop-and-go membuat mesin lebih jarang mencapai suhu kerja idealnya, sehingga oli menjadi lebih rentan terkontaminasi dan menimbulkan endapan kotoran di dalam mesin.

Mobil yang sering digunakan dalam kondisi macet juga memerlukan penggantian oli lebih sering, dengan tetap mengacu pada rekomendasi dalam buku manual kendaraan masing-masing.

Filter oli pun perlu diperiksa dan diganti secara berkala, terutama pada mobil yang sering digunakan dalam kondisi lalu lintas padat.

Penggunaan Rem di Tengah Kemacetan

Kebiasaan berhenti dan berjalan di tengah kemacetan membuat kampas rem lebih cepat aus dan cakram berisiko mengalami panas berlebih, karena sistem rem bekerja lebih sering dibandingkan saat kendaraan melaju stabil.

Pemeriksaan ketebalan kampas rem sebaiknya dilakukan setiap servis berkala tanpa menunggu muncul tanda-tanda masalah pada sistem pengereman kendaraan.

BACA JUGA:  Bisma Staniarto Tinjau Progres Stadion Sudiang Makassar, Proyek Rp637 Miliar Ditarget Rampung 2027

Kondisi minyak rem yang mudah menyerap air juga perlu diperiksa secara berkala, terutama bagi mobil yang digunakan setiap hari di tengah kemacetan.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru