SulawesiPos.com – Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menyampaikan duka cita atas gugurnya tiga petugas Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Jayawijaya dalam insiden penembakan di Distrik Muliama, Papua Pegunungan, Rabu (9/9/2026).
Ketiga korban yakni Kepala Bidang Peternakan Dinas Peternakan Kabupaten Jayawijaya Aprida Rapi (49), dokter hewan Alfan Mehan (34), serta pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya Wili Mbuik (26).
Aprida Rapi diketahui merupakan alumni Peternakan Universitas Hasanuddin (Unhas) angkatan 1996. Ia meninggal dunia setelah terkena tembakan saat menjalankan tugas di wilayah tersebut.
Alfan Mehan juga meninggal dunia ditempat akibat insiden penembakan. Sementara Wili Mbuik mengalami luka tembak di bagian pinggang kanan dan meninggal dunia saat mendapat perawatan di RSUD Wamena.
“Atas nama Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, dan pribadi, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Mereka adalah pahlawan pangan yang gugur dalam tugas mulia, membawa bantuan ternak untuk saudara-saudara kita di pedalaman Papua. Mereka semestinya aman selama menjalankan tugas kemanusiaan itu,” ujar Mentan Amran.
Amran menyebut, para petugas tersebut menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat melalui program bantuan ternak dan ketahanan pangan. Ia menegaskan petugas yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat tidak seharusnya menjadi sasaran kekerasan.
Menurut Amran, keamanan petugas lapangan harus menjadi perhatian negara. Ia meminta Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz bersama jajaran TNI-Polri mengusut tuntas pelaku penembakan dan memastikan keselamatan petugas yang menjalankan program pertanian di Papua.
Program Bantuan Pangan Tetap Berjalan
Amran menegaskan, insiden tersebut tidak boleh menghentikan program bantuan pangan dan ternak bagi masyarakat Papua.
Pemerintah harus tetap hadir untuk memastikan program pelayanan kepada masyarakat berjalan sekaligus memberikan perlindungan bagi petugas di lapangan.
“Program bantuan pangan dan ternak untuk masyarakat Papua tidak boleh berhenti karena ancaman kekerasan. Negara harus hadir lebih kuat, melindungi setiap pahlawan pangan yang bertaruh nyawa demi menjamin kecukupan pangan rakyat Papua,” tegasnya.
Kementerian Pertanian dan Bapanas menyatakan akan memastikan keberlanjutan program bantuan ternak dan pangan di wilayah Papua Pegunungan. Dukungan juga akan diberikan kepada keluarga para korban.
Insiden penembakan itu terjadi sekitar pukul 15.33 WIT ketika delapan pegawai Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Jayawijaya menjalankan tugas distribusi program pelayanan di Distrik Muliama.
Berdasarkan informasi kepolisian, rombongan tersebut tengah dalam perjalanan menyalurkan bantuan ternak kepada masyarakat ketika diadang dan ditembaki oleh pelaku kriminal bersenjata.
“Kami sangat berduka mendengar kabar ini. Semoga aparat keamanan dapat segera mengungkap kasus ini dan memastikan tidak terulang kembali. Kita ingin pembangunan pertanian di Papua kuat dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutup Amran.

