Dulu Wakil Ketua Osis, Kini Ingatan Febiola Disebut Turun 70 Persen Usai Santap MBG

SulawesiPos.com – Febiola Beru Purba (16), siswi SMK Bersama Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mengalami perubahan kondisi yang drastis setelah jatuh sakit usai menyantap makanan Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolahnya.

Daya ingat Febiola disebut menurun hingga 70 persen, bahkan ia sempat tidak mengenali orang-orang terdekatnya.

Febiola sebelumnya dikenal sebagai siswi berprestasi. Ia pernah menjadi juara kelas dan dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua OSIS di sekolahnya.

Namun, kondisi tersebut berubah setelah Febiola menyantap menu MBG pada 13 Agustus 2026.

Saat itu, lauk yang diterimanya berupa ikan tongkol yang menurut pengakuannya kepada keluarga terasa pahit dan bertekstur keras.

Meski merasakan kejanggalan pada makanan tersebut, Febiola tetap menyantapnya karena mengira rasa dan tekstur itu memang bagian dari menu yang disediakan.

“Rasanya pahit dan keras, katanya. Tapi pikirnya kek gitu rasanya. Makan aja dia karena udah lapar,” kata ibunya, Elvinus Lusiana Sitanggang (49).

BACA JUGA:  DPR dan Mahasiswa Kawal Efisiensi MBG, Penghematan Diproyeksi Capai Rp70 Triliun

Tidak lama setelah makan, Febiola mulai merasa pusing. Ia masih berusaha mengikuti kegiatan belajar di sekolah hingga selesai karena keluhan awal tersebut belum membuatnya meninggalkan aktivitas.

Kondisinya justru memburuk setelah tiba di rumah. Pusing semakin berat, kemudian disertai badan lemas dan gatal.

Tak Lagi Mengenali Orang Terdekat

Keluhan kesehatan Febiola kemudian berkembang. Ia dilaporkan sempat muntah, kehilangan kesadaran, mengalami kejang, hingga mengalami gangguan bicara.

Keluarga kemudian membawa Febiola menjalani pemeriksaan dan perawatan di lima fasilitas kesehatan. Ia sempat dirawat di RS Kabanjahe, RS Efarina, RSU Haji Medan, dan RS Amanda Karo.

Karena membutuhkan penanganan spesialis saraf, Febiola kemudian dirujuk kembali ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H. Adam Malik Medan pada Senin (7/9/2026).

Menurut keluarga, kondisi Febiola kini mengalami perubahan besar pada kemampuan mengingat. Penurunan daya ingat tersebut disebut mencapai sekitar 70 persen.

Elvinus mengatakan, putrinya bahkan sempat tidak mengenali sejumlah anggota keluarga dan teman sekolah yang sebelumnya dekat dengannya.

BACA JUGA:  Siswa Pulau Kalukulukuang Belum Dapat MBG, Tamsil Linrung Minta Wilayah 3T Tak Diabaikan

SulawesiPos.com – Febiola Beru Purba (16), siswi SMK Bersama Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mengalami perubahan kondisi yang drastis setelah jatuh sakit usai menyantap makanan Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolahnya.

Daya ingat Febiola disebut menurun hingga 70 persen, bahkan ia sempat tidak mengenali orang-orang terdekatnya.

Febiola sebelumnya dikenal sebagai siswi berprestasi. Ia pernah menjadi juara kelas dan dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua OSIS di sekolahnya.

Namun, kondisi tersebut berubah setelah Febiola menyantap menu MBG pada 13 Agustus 2026.

Saat itu, lauk yang diterimanya berupa ikan tongkol yang menurut pengakuannya kepada keluarga terasa pahit dan bertekstur keras.

Meski merasakan kejanggalan pada makanan tersebut, Febiola tetap menyantapnya karena mengira rasa dan tekstur itu memang bagian dari menu yang disediakan.

“Rasanya pahit dan keras, katanya. Tapi pikirnya kek gitu rasanya. Makan aja dia karena udah lapar,” kata ibunya, Elvinus Lusiana Sitanggang (49).

BACA JUGA:  Keracunan MBG, Pakar Lingkungan UKJP Palopo Ingatkan MBG Wajib Perhatikan Higienitas dan Sanitasi

Tidak lama setelah makan, Febiola mulai merasa pusing. Ia masih berusaha mengikuti kegiatan belajar di sekolah hingga selesai karena keluhan awal tersebut belum membuatnya meninggalkan aktivitas.

Kondisinya justru memburuk setelah tiba di rumah. Pusing semakin berat, kemudian disertai badan lemas dan gatal.

Tak Lagi Mengenali Orang Terdekat

Keluhan kesehatan Febiola kemudian berkembang. Ia dilaporkan sempat muntah, kehilangan kesadaran, mengalami kejang, hingga mengalami gangguan bicara.

Keluarga kemudian membawa Febiola menjalani pemeriksaan dan perawatan di lima fasilitas kesehatan. Ia sempat dirawat di RS Kabanjahe, RS Efarina, RSU Haji Medan, dan RS Amanda Karo.

Karena membutuhkan penanganan spesialis saraf, Febiola kemudian dirujuk kembali ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H. Adam Malik Medan pada Senin (7/9/2026).

Menurut keluarga, kondisi Febiola kini mengalami perubahan besar pada kemampuan mengingat. Penurunan daya ingat tersebut disebut mencapai sekitar 70 persen.

Elvinus mengatakan, putrinya bahkan sempat tidak mengenali sejumlah anggota keluarga dan teman sekolah yang sebelumnya dekat dengannya.

BACA JUGA:  Siswa Pulau Kalukulukuang Belum Dapat MBG, Tamsil Linrung Minta Wilayah 3T Tak Diabaikan

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru