SulawesiPos.com – Masyarakat di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan belakangan menghadapi pengaturan beban atau manajemen beban.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat, terutama terkait penyebab terbatasnya pasokan listrik.
PLN memberikan penjelasan. Pengaturan beban yang terjadi saat ini bukan secara langsung disebabkan oleh kemarau atau fenomena El Nino.
Manager PLN UP3 Watampone, Rathy Shinta Utami mengatakan kondisi tersebut terjadi karena daya mampu pasok Sistem Sulbagsel sedang terbatas.
Menurutnya, terdapat dua faktor utama yang memengaruhi kondisi tersebut.
Pertama, adanya pemeliharaan infrastruktur ketenagalistrikan. Sejumlah pembangkit sedang menjalani pekerjaan pemeliharaan dan perbaikan sehingga kemampuan pembangkit dalam memasok listrik untuk sementara berkurang.
Kedua, terjadi derating pada sejumlah pembangkit swasta atau Independent Power Producer (IPP).
Derating merupakan kondisi ketika kemampuan pembangkit menghasilkan listrik berada di bawah kapasitas normal atau kapasitas terpasangnya karena faktor teknis maupun operasional tertentu.
“Akibatnya, daya yang dapat disuplai ke Sistem Sulbagsel menjadi lebih rendah dari kondisi normal,” jelas Rathy Shinta Utami kepada wartawan, Kamis (10/9/2026).
Dengan kondisi daya mampu pasok yang terbatas, PLN harus melakukan pengaturan beban secara bertahap dan terukur.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik sekaligus mencegah terjadinya gangguan sistem yang lebih luas.
Bukan Semata karena Kemarau
PLN juga menegaskan bahwa pengaturan beban saat ini tidak secara langsung disebabkan oleh kemarau atau El Nino.
Meski demikian, kondisi kekeringan di sejumlah wilayah tetap menjadi perhatian PLN. Sebab, kekeringan berpotensi memengaruhi ketersediaan air yang menjadi sumber energi bagi pembangkit listrik berbasis hidro.
Kondisi tersebut terus dipantau sebagai bagian dari pengelolaan sistem kelistrikan.
Manager PLN UP3 Watampone, Rathy Shinta Utami, mengatakan PLN terus berupaya mengoptimalkan seluruh pembangkit yang tersedia.
“PLN terus mengoptimalkan seluruh pembangkit yang tersedia dan melakukan penguatan sistem kelistrikan,” ujar Rathy.

