Keluhan Krisis Air Bersih Makassar Melonjak, DPR RI Desak Mitigasi El Nino

SulawesiPos.com – Keluhan masyarakat terkait krisis air bersih di Kota Makassar melonjak dalam sepekan terakhir. Kondisi tersebut mendorong Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Aras meminta pemerintah memperkuat langkah mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino.

Andi Iwan Aras mendorong Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengambil langkah konkret untuk menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat Makassar.

Ia menyebut keluhan mengenai persoalan air bersih datang melalui berbagai saluran, mulai dari aksi demonstrasi hingga laporan masyarakat melalui media massa, media sosial, dan konstituen.

“Seminggu ini, terdapat lonjakan tajam keluhan yang meluas di Makassar. Mulai dari demonstrasi, komplain di sejumlah media massa dan media sosial, hingga keluhan yang disampaikan langsung oleh konstituen,” ungkapnya, dikutip Selasa (22/9/2026).

Menurutnya, peringatan terkait potensi kemarau panjang dan fenomena El Nino perlu diikuti dengan langkah antisipasi yang jelas.

Ia meminta BMKG bersama Kementerian PU menjelaskan skema mitigasi untuk menjaga pasokan air tetap tersedia.

BACA JUGA:  Jalan Prof. Abdurrahman Basalamah: Jejak Rektor UMI yang Namanya Abadi di Makassar

Andi Iwan Aras juga mempertanyakan kesiapan pemerintah menghadapi dampak El Nino, termasuk langkah penanganan dari wilayah hulu hingga hilir.

“Sejauhmana upaya mitigasi, termasuk skema kedaruratan di wilayah hulu oleh Ditjen SDA dan di hilir oleh Ditjen CK atas peringatan El Nino panjang dari BMKG yang telah disampaikan pada tahun-tahun sebelumnya?,” ujar Legislator Fraksi Partai Gerindra ini.

Ia menilai peringatan mengenai potensi kemarau panjang tidak cukup hanya menjadi informasi bagi masyarakat.

Peringatan tersebut, kata dia, harus ditindaklanjuti dengan kesiapan dan tindakan nyata di lapangan.

Andi Iwan Aras menyampaikan hal tersebut saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI di Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu.

Dalam agenda tersebut, Komisi V menerima berbagai masukan dan penjelasan dari mitra kerja terkait persoalan yang dihadapi di daerah.

Seluruh masukan dari kunjungan kerja tersebut akan menjadi bahan pembahasan lanjutan Komisi V DPR RI di Senayan.

Hasil kunjungan kerja spesifik itu selanjutnya akan dibawa ke Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama mitra kerja Komisi V DPR RI untuk menentukan langkah tindak lanjut.

BACA JUGA:  Fatmawati Berdayakan Ibu Rumah Tangga Lewat Songkok Recca, UMKM Makassar Ini Raup Omzet Rp25 Juta per Bulan

Dengan meningkatnya keluhan masyarakat Makassar mengenai ketersediaan air bersih, pemerintah diminta memastikan langkah mitigasi El Nino tidak berhenti pada peringatan, tetapi diterjemahkan menjadi skema penanganan yang dapat menjaga pasokan air bagi masyarakat.

SulawesiPos.com – Keluhan masyarakat terkait krisis air bersih di Kota Makassar melonjak dalam sepekan terakhir. Kondisi tersebut mendorong Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Aras meminta pemerintah memperkuat langkah mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino.

Andi Iwan Aras mendorong Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengambil langkah konkret untuk menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat Makassar.

Ia menyebut keluhan mengenai persoalan air bersih datang melalui berbagai saluran, mulai dari aksi demonstrasi hingga laporan masyarakat melalui media massa, media sosial, dan konstituen.

“Seminggu ini, terdapat lonjakan tajam keluhan yang meluas di Makassar. Mulai dari demonstrasi, komplain di sejumlah media massa dan media sosial, hingga keluhan yang disampaikan langsung oleh konstituen,” ungkapnya, dikutip Selasa (22/9/2026).

Menurutnya, peringatan terkait potensi kemarau panjang dan fenomena El Nino perlu diikuti dengan langkah antisipasi yang jelas.

Ia meminta BMKG bersama Kementerian PU menjelaskan skema mitigasi untuk menjaga pasokan air tetap tersedia.

BACA JUGA:  Wanita Diduga ODGJ Resahkan Pengendara di Makassar, Sempat Aniaya Pemotor hingga Lecehkan Pria

Andi Iwan Aras juga mempertanyakan kesiapan pemerintah menghadapi dampak El Nino, termasuk langkah penanganan dari wilayah hulu hingga hilir.

“Sejauhmana upaya mitigasi, termasuk skema kedaruratan di wilayah hulu oleh Ditjen SDA dan di hilir oleh Ditjen CK atas peringatan El Nino panjang dari BMKG yang telah disampaikan pada tahun-tahun sebelumnya?,” ujar Legislator Fraksi Partai Gerindra ini.

Ia menilai peringatan mengenai potensi kemarau panjang tidak cukup hanya menjadi informasi bagi masyarakat.

Peringatan tersebut, kata dia, harus ditindaklanjuti dengan kesiapan dan tindakan nyata di lapangan.

Andi Iwan Aras menyampaikan hal tersebut saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI di Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu.

Dalam agenda tersebut, Komisi V menerima berbagai masukan dan penjelasan dari mitra kerja terkait persoalan yang dihadapi di daerah.

Seluruh masukan dari kunjungan kerja tersebut akan menjadi bahan pembahasan lanjutan Komisi V DPR RI di Senayan.

Hasil kunjungan kerja spesifik itu selanjutnya akan dibawa ke Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama mitra kerja Komisi V DPR RI untuk menentukan langkah tindak lanjut.

BACA JUGA:  Idris Manggabarani Pasang Badan untuk Pencalonan Badris Jadi Ketua REI Sulsel

Dengan meningkatnya keluhan masyarakat Makassar mengenai ketersediaan air bersih, pemerintah diminta memastikan langkah mitigasi El Nino tidak berhenti pada peringatan, tetapi diterjemahkan menjadi skema penanganan yang dapat menjaga pasokan air bagi masyarakat.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru