SulawesiPos.com – Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman membakar semangat ribuan mahasiswa baru Universitas Hasanuddin dalam Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) program sarjana dan vokasi di GOR JK Arenatorium, Makassar, Selasa, 11 Agustus 2026, dengan menegaskan bahwa kesuksesan lahir dari tekanan, aksi nyata, dan ketekunan, bukan dari latar belakang keluarga atau status sosial.
Berbicara dalam tema “Inovasi Menuju Swasembada dan Kedaulatan Pangan, Peran Generasi Muda dalam Membangun Pertanian Indonesia”, Amran mengarahkan pesannya bukan hanya pada isu pertanian, tetapi juga pada pembentukan mental bertarung mahasiswa sejak hari pertama masuk kampus.
“Orang Indonesia itu juara satu sebagai negara yang paling rajin berdoa. Tinggal bagaimana action-nya diangkat, lalu persistent-nya. Semua tergantung Anda,” kata Amran di hadapan peserta PKKMB.
Ia menekankan bahwa pikiran adalah titik awal yang membentuk perasaan lalu mendorong tindakan, namun tindakan tanpa ketekunan tidak akan mengubah jalan hidup seseorang.
Menurut dia, mahasiswa tidak boleh menjalani kuliah hanya demi menggugurkan kewajiban, memenuhi gengsi, atau sekadar menuruti orang tua.
“Itu adalah awal kehancuran. Mindset harus diubah. Jika bisa mengubah mindset, Anda bisa mengubah dunia. Tidak akan berubah hidupmu kalau bukan dirimu sendiri yang mengubahnya. Kesuksesan ada di tanganmu sendiri, bukan karena Anda anak pejabat,” ujarnya.
Amran lalu memakai analogi yang memancing tepuk tangan peserta saat menjelaskan bahwa orang sukses terbentuk lewat tempaan berat.
“Kelemahan kita kadang mahasiswa dilatih di kolam renang, sehingga tidak jadi pelaut ulung. Kalau mau jadi pelaut hebat, lempar ke Laut Banda. Kalau dia selamat jadi pendekar, kalau tidak selamat, ya dibacakan Al-Fatihah atau Surat Yasin,” kelakarnya.
Ia juga mengibaratkan kesuksesan seperti berlian yang hanya bisa terbentuk di bawah tekanan dan suhu tinggi, sehingga mahasiswa diminta tidak alergi terhadap tantangan selama kuliah.
Dalam suasana yang cair, Amran bahkan berseloroh agar dosen memberi tugas dalam jumlah besar bila itu memang dibutuhkan untuk menempa daya tahan mahasiswa.

