SulawesiPos.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meluncurkan layanan pengaduan cepat “Lapor Pak Amran” untuk memudahkan petani dan masyarakat menyampaikan persoalan pertanian secara langsung. Kanal pengaduan tersebut dapat diakses melalui WhatsApp 0823-1110-9390 dan diperkenalkan Mentan Amran saat kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Universitas Hasanuddin, Selasa (11/8/2026).
Layanan tersebut disiapkan sebagai jalur komunikasi langsung bagi masyarakat untuk melaporkan berbagai persoalan di sektor pertanian.
Pemerintah berharap laporan yang masuk dapat diterima dengan cepat dan ditindaklanjuti secara transparan.
Peluncuran kanal pengaduan itu juga berkaitan dengan perhatian Mentan Amran terhadap aspirasi masyarakat yang disampaikan secara langsung.
Salah satunya datang dari seorang mahasiswa baru Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Diponegoro (Undip) asal Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Mahasiswa tersebut menyampaikan keluhan mengenai kondisi beras di kampung halamannya ketika Mentan Amran memberikan kuliah umum dalam rangka penerimaan mahasiswa baru Undip di Semarang, Kamis (6/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa itu mengungkap persoalan ketersediaan beras sekaligus tingginya harga komoditas tersebut di daerah asalnya. Harga beras disebut dapat mencapai Rp20.000 hingga Rp25.000 per kilogram.
Mentan Amran Soroti Keberanian Mahasiswa Alor
Mentan Amran mengaku mengapresiasi keberanian mahasiswa asal Alor tersebut karena menyampaikan persoalan pangan di daerahnya secara langsung.
“Kemarin mahasiswa dari Alor saya bangga. Saat saya mau turun panggung, tiba-tiba dia berteriak dari belakang,” kata Amran di Unhas.

