SulawesiPos.com – Warga menghadang rombongan sekitar 20 unit motor yang diduga merupakan geng motor saat melintas di Jalan Sungai Saddang Baru, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Dua motor yang ditinggalkan kelompok tersebut kemudian dibakar warga.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 05.00 Wita. Aksi tersebut diduga dipicu keresahan warga terhadap keberadaan geng motor yang melintas di kawasan permukiman.
“Info lewat karena mungkin jenuh masyarakat setempat akhirnya melawan,” ucap Kapolsek Makassar Kompol Mustari kepada wartawan, Minggu (4/10/2026).
Mustari mengatakan rombongan geng motor tersebut melintas dari arah timur sebelum akhirnya dihadang warga di sekitar lokasi kejadian.
“Menurut keterangan warga di TKP bahwa beberapa geng motor yang berjumlah sekitar 20 unit dari arah timur melintas di TKP,” tuturnya.
Warga yang berada di sekitar lokasi kemudian menghadang rombongan tersebut. Sejumlah pemuda bahkan melakukan penyerangan menggunakan petasan dan busur.
“Sekelompok pemuda warga Inspeksi kanal, Lorong Lonner, Kelurahan Barabaraya Selatan, langsung mengadang sekelompok geng motor tersebut menggunakan petasan dan busur,” ucap Mustari.
Akibat aksi tersebut, beberapa anggota geng motor terjatuh. Mereka kemudian meninggalkan kendaraan dan melarikan diri dari lokasi untuk menghindari amukan warga.
“Geng motor tersebut ada yang terjatuh kemudian meninggalkan motornya, dua unit motor yang tertinggal langsung dibakar oleh kelompok Lonner,” imbuhnya.
Dua kendaraan yang ditinggalkan tersebut akhirnya dibakar kelompok warga di lokasi. Polisi yang menerima laporan kemudian mendatangi tempat kejadian perkara dan mengamankan situasi.
Petugas juga memadamkan kendaraan yang terbakar sebelum mengevakuasinya ke kantor kepolisian.
“Bangkai dua motor dievakuasi ke Mako Polsek Makassar,” imbuh Mustari.
Polisi memastikan situasi di sekitar Jalan Sungai Saddang Baru setelah kejadian tersebut telah kembali aman dan kondusif.
Geng Motor hingga Tawuran Berujung Maut
Aksi kelompok yang diduga geng motor dan tawuran masih menjadi persoalan keamanan di Kota Makassar.
Polisi bahkan memperkuat patroli dan razia malam untuk mengantisipasi aktivitas kelompok yang dinilai meresahkan masyarakat.
Pada September 2026, tawuran di Jalan Al Markaz, Kecamatan Tallo, berujung tewasnya Rafli Ramadhani alias Pingky (19).
Rafli meninggal setelah diduga mengalami luka tembak ketika polisi membubarkan tawuran antarkelompok pada Minggu (27/9/2026) dini hari.
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Didik Supranoto mengatakan personel polisi yang mendatangi lokasi sempat mendapat serangan dari massa menggunakan batu dan busur.
“Pada saat mendatangi TKP, dari kelima personel ini diserang dengan menggunakan batu dan juga menggunakan busur,” tuturnya.
Polisi kemudian memberikan tembakan peringatan untuk membubarkan massa.
Namun, sekitar dua jam kemudian, Rafli dilaporkan telah dilarikan warga ke rumah sakit dan meninggal dengan dugaan luka tembak.
Kasus tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan terhadap tujuh anggota polisi oleh Propam Polda Sulsel, termasuk Kapolsek Tallo.
Polisi juga memeriksa saksi masyarakat yang mengetahui kejadian tersebut.
Sementara itu, kasus lain juga menunjukkan pola kekerasan kelompok yang masih terjadi.
Pada September, Polrestabes Makassar mengamankan enam orang dalam kasus kekerasan terhadap anak yang diduga dilakukan kelompok geng motor.
Polisi menyebut kelompok tersebut menggunakan media sosial untuk melakukan janji bertemu atau COD sebelum tawuran.
Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana mengatakan pola tersebut menjadi perhatian kepolisian.
“Jadi yang selama ini kami sampaikan kepada masyarakat bahwa tawuran yang terjadi di Kota Makassar ini karena COD, ini terbukti karena pelakunya ditangkap saat sedang live di TikTok,” ujar Arya.
Dengan konteks ini, kasus dua motor yang dibakar warga di Jalan Sungai Saddang Baru bisa ditempatkan sebagai bagian dari rangkaian persoalan geng motor dan tawuran yang membuat masyarakat resah, bukan berdiri sebagai kejadian terpisah.


