Cuaca Sulsel 5 Oktober 2026 Cerah Berawan, BMKG Ingatkan Waspada Udara Panas

SulawesiPos.com – Cuaca di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) diprakirakan didominasi kondisi cerah berawan pada Senin (5/10/2026).

Meski demikian, BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai udara panas.

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, kondisi cerah berawan diprediksi terjadi pada pagi hingga siang/sore hari.

Hujan ringan berpotensi turun di sebagian wilayah Luwu Utara dan Toraja Utara pada siang hingga sore.

Pada malam hingga dini hari, cuaca Sulsel kembali diprakirakan cerah berawan.

Suhu udara di Sulsel diperkirakan berada pada kisaran 17-37 derajat Celsius dengan kelembapan 36-100 persen.

Angin bertiup dari arah utara hingga tenggara dengan kecepatan 11-37 kilometer per jam.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat mewaspadai kondisi udara panas.

Di sisi lain, kualitas udara di Makassar dan sejumlah wilayah Sulsel dalam beberapa hari terakhir terpantau memburuk hingga berada pada kategori tidak sehat.

Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar Asriani Idrus mengatakan kondisi tersebut turut dipengaruhi asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terbawa perubahan arah angin dari Kalimantan, Papua, dan Maluku.

BACA JUGA:  Prakiraan Cuaca Sulawesi Selatan Hari Ini, Sabtu 10 Mei 2026: Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Terjadi

“Untuk masalah kualitas udara, kita amati dari beberapa hari terakhir di Staklim (Stasiun Klimatologi BMKG) di Maros terpantau dari batas sedang, hingga tidak sehat,” ujar Asriani di Makassar, Sabtu (3/10/2026).

Data yang dirujuk dari platform pemantau kualitas udara menunjukkan AQI Makassar sempat berada pada rentang 102 hingga 158.

Konsentrasi PM2.5 juga tercatat mencapai 55,7 mikrogram per meter kubik.

Angka tersebut merupakan pembacaan aplikasi yang dapat berubah mengikuti waktu dan lokasi pemantauan.

Asap Karhutla Dipengaruhi Arah Angin

Asriani menjelaskan arah angin menjadi salah satu faktor penting yang menentukan masuk atau tidaknya asap karhutla ke wilayah Sulawesi Selatan.

Menurutnya, ketika angin bertiup dari timur, kondisi udara berpotensi kembali lebih bersih.

Namun, perubahan arah angin dari barat dapat membawa partikel asap dari Kalimantan masuk ke Sulsel.

“Kadang dia timuran, kalau timuran mungkin kembali bersih lagi. Tapi, ini agak turun indikatornya PM 2.5 (partikel udara 2,5 mikrometer). Kalau misalnya anginnya berubah haluannya dari barat, kemungkinan partikel asapnya ini akan masuk ke wilayah Sulsel,” tuturnya.

BACA JUGA:  BMKG Ingatkan Potensi Banjir dan Longsor di Sulsel, Ini Rincian Prakiraannya

SulawesiPos.com – Cuaca di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) diprakirakan didominasi kondisi cerah berawan pada Senin (5/10/2026).

Meski demikian, BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai udara panas.

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, kondisi cerah berawan diprediksi terjadi pada pagi hingga siang/sore hari.

Hujan ringan berpotensi turun di sebagian wilayah Luwu Utara dan Toraja Utara pada siang hingga sore.

Pada malam hingga dini hari, cuaca Sulsel kembali diprakirakan cerah berawan.

Suhu udara di Sulsel diperkirakan berada pada kisaran 17-37 derajat Celsius dengan kelembapan 36-100 persen.

Angin bertiup dari arah utara hingga tenggara dengan kecepatan 11-37 kilometer per jam.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat mewaspadai kondisi udara panas.

Di sisi lain, kualitas udara di Makassar dan sejumlah wilayah Sulsel dalam beberapa hari terakhir terpantau memburuk hingga berada pada kategori tidak sehat.

Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar Asriani Idrus mengatakan kondisi tersebut turut dipengaruhi asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terbawa perubahan arah angin dari Kalimantan, Papua, dan Maluku.

BACA JUGA:  Prakiraan Cuaca Sulsel Hari Ini 15 Mei 2026: Hujan Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah

“Untuk masalah kualitas udara, kita amati dari beberapa hari terakhir di Staklim (Stasiun Klimatologi BMKG) di Maros terpantau dari batas sedang, hingga tidak sehat,” ujar Asriani di Makassar, Sabtu (3/10/2026).

Data yang dirujuk dari platform pemantau kualitas udara menunjukkan AQI Makassar sempat berada pada rentang 102 hingga 158.

Konsentrasi PM2.5 juga tercatat mencapai 55,7 mikrogram per meter kubik.

Angka tersebut merupakan pembacaan aplikasi yang dapat berubah mengikuti waktu dan lokasi pemantauan.

Asap Karhutla Dipengaruhi Arah Angin

Asriani menjelaskan arah angin menjadi salah satu faktor penting yang menentukan masuk atau tidaknya asap karhutla ke wilayah Sulawesi Selatan.

Menurutnya, ketika angin bertiup dari timur, kondisi udara berpotensi kembali lebih bersih.

Namun, perubahan arah angin dari barat dapat membawa partikel asap dari Kalimantan masuk ke Sulsel.

“Kadang dia timuran, kalau timuran mungkin kembali bersih lagi. Tapi, ini agak turun indikatornya PM 2.5 (partikel udara 2,5 mikrometer). Kalau misalnya anginnya berubah haluannya dari barat, kemungkinan partikel asapnya ini akan masuk ke wilayah Sulsel,” tuturnya.

BACA JUGA:  Cuaca Sulsel 24 Mei 2026 Didominasi Cerah Berawan, Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru