SulawesiPos.com — Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKB, Syamsu Rizal yang akrab disapa Deng Ical, menggelar silaturahmi ke kediaman Kapten Kapal MT Honour 25, Ashari Samadikun, di Pacelekang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, Jumat (30/10/2026).
Kunjungan ini dilakukan usai Kapten Ashari berhasil bebas dari aksi penyekapan oleh perompak Somalia yang berlangsung selama lebih dari lima bulan, sejak April hingga Oktober.
Sebagai wakil rakyat di Komisi I DPR RI yang bermitra dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Deng Ical aktif mendorong serta mengawal diplomasi dan pembebasan para sandera warga negara Indonesia (WNI).
Fokus Pemulihan Psikologis dan Karir Pelaut
Dalam kunjungan yang menjadi bagian dari agenda resesnya tersebut, Deng Ical menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kemenlu, TNI, Atase Pertahanan, dan seluruh pihak yang terlibat dalam diplomasi maupun operasi militer non-perang hingga para kru berhasil dipulangkan ke Tanah Air.
“Alhamdulillah, setelah hampir 5 bulan ditahan di atas kapal, beliau sudah bebas. Kami sampaikan apresiasi luar biasa untuk Kementerian Luar Negeri, TNI, dan Atase Pertahanan atas upaya diplomasi serta atensi terbaiknya,” ujar Deng Ical.
Ia juga menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya lima orang kru kapal dalam peristiwa tersebut. Ke depan, Deng Ical menekankan pentingnya pemulihan trauma psikologis bagi korban beserta keluarga, serta pendampingan agar Kapten Ashari dapat kembali menjalankan profesinya secara profesional.
“Yang paling penting saat ini adalah bagaimana memulihkan kondisi psikologis Ashari dan keluarga. Agenda berikutnya tentu memulihkan profesionalismenya sebagai seorang pelaut sehingga nanti bisa bekerja kembali sesuai kapasitasnya,” tegasnya.
Kesaksian Kapten Ashari: Pemerintah Tak Pernah Tinggalkan Kami
Sementara itu, Kapten Ashari Samadikun mengungkapkan rasa syukur yang mendalam dapat berkumpul kembali bersama istri dan keluarganya. Saat ini, ia fokus menjalani proses pemulihan mental setelah melewati masa-masa mencekam.
Ia menepis isu-isu miring yang menyebutkan bahwa pemerintah lepas tangan dalam kasus penyanderaan ini. Ashari menegaskan bahwa perhatian pemerintah sangat terasa sejak awal kejadian.
“Saya sangat bersyukur kepada Allah masih bisa kembali ke Indonesia. Sejak hari ke-10 dibajak, kami sudah bisa berkontak langsung dengan pemerintah. Pemerintah tidak pernah meninggalkan kami. Terima kasih sebesar-besarnya juga kepada seluruh rakyat Indonesia yang senantiasa mendoakan kebebasan kami,” ungkap Ashari.
Harapan dan Rasa Syukur Keluarga
Ayah dari Ashari, Syamsuddin, merasa lega dan terharu atas kehadiran Deng Ical di rumahnya. Menurutnya, Deng Ical adalah sosok tempatnya mengadukan nasib dan berdiskusi mencari jalan keluar selama anaknya disandera.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih. Beliaulah tempat saya mencurahkan isi hati dan berdiskusi soal langkah penyelesaian masalah anak saya. Kedatangan beliau ke rumah membuat syukuran keluarga kami terasa lengkap,” tutur Syamsuddin.
Syamsuddin juga menyampaikan terima kasih kepada Kemenlu, Kementerian Perhubungan, para ustaz, serta masyarakat yang tak henti-hentinya memanjatkan doa demi keselamatan putranya hingga bisa kembali berkumpul bersama keluarga tanpa kurang suatu apa pun.


