SulawesiPos.com — Kisah mengharukan sekaligus membanggakan datang dari perairan Somalia. Kapten Kapal MT Honour, Ashari Samadikun, akhirnya dapat bernapas lega dan berkumpul kembali dengan keluarga besarnya di Kabupaten Gowa, setelah berhasil melalui masa-masa mencekam sebagai sandera selama 5 bulan 2 minggu.
Selama terkurung di atas kapalnya sendiri di tengah laut lepas, Ashari mengisi hari-hari penuh ketidakpastian tersebut dengan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Tercatat, ia berhasil menamatkan bacaan Al-Qur’an sebanyak 7 kali, sementara salah seorang rekannya bahkan mampu khatam hingga 9 kali.
“Kami berserah diri pada Allah untuk keselamatan kami. Syukurnya perompak juga beragama Islam yang memberi kesempatan bagi kami untuk menjalankan ibadah, salat, dan mengaji,” ungkap Ashari pada SPos, Jumat (9/10/2026).
Ashari mengenang masa-masa sulit saat penyanderaan. Di balik ketegarannya, kepulangan Ashari disambut rasa syukur yang mendalam oleh sang ayah, Syamsuddin. Ia tak henti-hentinya memanjatkan puji syukur karena putranya dapat kembali ke rumah dalam keadaan selamat.
“Satu kesyukuran penyandera masih memberi kesempatan bagi Ashari dan rekannya bebas menjalankan ibadah. Saat berkomunikasi dulu, saya selalu minta agar dia bertawakal, Allah akan menjaga keselamatanmu,” tutur Syamsuddin.
Syamsuddin juga mengenang detik-detik menegangkan saat kapal yang ditumpangi anaknya diserbu oleh para perompak. Meskipun beberapa rekan sesama anak buah kapal (ABK) tewas tertembak dalam insiden tersebut, Ashari berhasil selamat dari terjangan peluru.
“Waktu itu saya bilang, kalau kamu mati, insya Allah mati syahid,” tambahnya.
Meski kini telah berkumpul kembali dengan keluarga—terutama momen haru saat bisa memeluk kedua putrinya—bayang-bayang peristiwa kelam tersebut masih menyisakan duka mendalam bagi Ashari.
Ia kerap merasa sedih ketika mengingat nasib 5 rekannya yang gugur tertembak oleh penyandera saat mencari nafkah untuk keluarga.
“Ashari sedih mengingat rekannya yang harus meninggalkan keluarganya demi mencari nafkah, hingga akhirnya tewas tertembak,” pungkas Syamsuddin dengan nada haru.


