IHSG Ditutup Turun 0,80 Persen, Saham Utilitas Diduga Jadi Penekan Utama

SulawesiPos.com, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan Jumat (30/10/2026) sore dengan hasil yang kurang menggembirakan. Indeks ditutup turun 41,01 poin atau 0,80 persen hingga menetap di level 5.057,05.

Nilai transaksi pada akhir pekan ini dilaporkan menembus angka Rp10,38 triliun dari 351,48 juta lot saham. Sempat menyentuh angka tertinggi di 5.110 pada pembukaan, indeks terus tertekan hingga tak mampu bangkit di penutupan.

Berdasarkan data perdagangan, emiten di sektor utilitas mencatatkan kinerja paling buruk dengan penurunan mencapai 4,85 persen. Penurunan tersebut turut disusul oleh sektor material dasar yang melemah 2,72 persen pada hari yang sama.

Terkait gejolak ekonomi yang berimbas ke bursa, otoritas bank sentral memastikan terus memantau indikator makro. Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, menjanjikan kebijakan yang terukur dalam menjaga stabilitas pasar keuangan.

“Desain suku bunga acuan BI Rate akan terus konsisten sesuai dengan perkembangan data-data perekonomian tanah air dan perkembangan global,” sebutnya. Pernyataan ini menjadi pegangan bagi pelaku pasar di tengah ancaman tingginya suku bunga global. (*)

BACA JUGA:  IHSG Dua Kali Trading Halt, Dirut BEI Iman Rachman Resmi Mengundurkan Diri

SulawesiPos.com, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan Jumat (30/10/2026) sore dengan hasil yang kurang menggembirakan. Indeks ditutup turun 41,01 poin atau 0,80 persen hingga menetap di level 5.057,05.

Nilai transaksi pada akhir pekan ini dilaporkan menembus angka Rp10,38 triliun dari 351,48 juta lot saham. Sempat menyentuh angka tertinggi di 5.110 pada pembukaan, indeks terus tertekan hingga tak mampu bangkit di penutupan.

Berdasarkan data perdagangan, emiten di sektor utilitas mencatatkan kinerja paling buruk dengan penurunan mencapai 4,85 persen. Penurunan tersebut turut disusul oleh sektor material dasar yang melemah 2,72 persen pada hari yang sama.

Terkait gejolak ekonomi yang berimbas ke bursa, otoritas bank sentral memastikan terus memantau indikator makro. Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, menjanjikan kebijakan yang terukur dalam menjaga stabilitas pasar keuangan.

“Desain suku bunga acuan BI Rate akan terus konsisten sesuai dengan perkembangan data-data perekonomian tanah air dan perkembangan global,” sebutnya. Pernyataan ini menjadi pegangan bagi pelaku pasar di tengah ancaman tingginya suku bunga global. (*)

BACA JUGA:  Rekomendasi Saham Hari Ini 20 Juli 2026: IHSG Rawan Koreksi, Analis Jagokan ENRG, ISAT, BRIS hingga BBCA

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru