SulawesiPos.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terperosok cukup dalam pada penutupan sesi perdagangan hari Selasa, 27 Oktober 2026. Indeks tercatat ambles 1,99 persen hingga terpuruk di posisi 5.266 pada akhir waktu perdagangan.
Kondisi pelemahan tajam ini terjadi bertepatan dengan momentum mayoritas bursa utama di kawasan Asia yang justru berhasil mencatatkan penguatan. Sepanjang sesi transaksi hari ini, IHSG sempat menyentuh titik tertinggi 5.418 sebelum akhirnya anjlok menuju level terendahnya di angka 5.182.
Kejatuhan indeks bursa nasional ini bergerak selaras dengan pelemahan indeks unggulan LQ45 yang turun sebesar 1,69 persen ke posisi 533,02. Aksi jual dilaporkan melanda hampir seluruh kelompok saham berkapitalisasi pasar besar di lantai bursa.
Penurunan paling agresif hari ini dipelopori oleh deretan emiten yang beroperasi pada sektor energi, barang baku, dan teknologi. Ketiga sektor esensial tersebut dilaporkan mengalami koreksi sangat dalam yang seluruhnya melampaui angka psikologis tiga persen.
Sementara itu, sektor infrastruktur dan transportasi tidak luput dari tekanan jual dengan mencatatkan kejatuhan di atas dua persen. Saham PT Acset Indonusa Tbk (ACST) dan PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH) terpantau menjadi pemimpin deretan emiten dengan pelemahan paling fatal.
Berdasarkan analisis pergerakan pasar, kejatuhan indeks sangat dipengaruhi oleh kecemasan pelaku pasar terhadap wacana evaluasi dari lembaga MSCI. Potensi ketidakjelasan standar kelayakan investasi bursa domestik diduga kuat memicu kekhawatiran pelarian modal asing secara masif.
Pihak sekuritas memberikan peringatan bahwa pasar berpotensi terus bergejolak seiring dengan tingginya dinamika geopolitik global. “Di tengah berbagai ketidakpastian tersebut, investor disarankan tetap selektif dan mencermati perkembangan global maupun domestik,” tulis rilis riset Phintraco Sekuritas.
Berdasarkan pembacaan grafik pergerakan harga, posisi teknikal IHSG menunjukkan adanya potensi pelemahan lanjutan yang cukup membahayakan. Jika batas pertahanan di level 5.180 tertembus ke bawah, indeks diproyeksikan akan meluncur lebih jauh untuk menguji kisaran 5.100 hingga 5.000. (*)


