SulawesiPos.com — PT Bank Sulselbar kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang ketenagakerjaan. Bank Pembangunan Daerah (BPD) kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat ini berhasil meraih penghargaan bergengsi Jamsostek Award atas komitmen tinggi dan konsistensinya dalam menghadirkan perlindungan serta kesejahteraan bagi seluruh karyawannya.
Penyerahan penghargaan secara resmi berlangsung meriah di Hotel Claro Makassar pada Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam penganugerahan tersebut, Bank Sulselbar dinilai unggul sebagai BPD dengan tata kelola ketenagakerjaan terbaik skala besar di Sulawesi Selatan.
Direktur Utama PT Bank Sulselbar, H. Yulis Suandi, menegaskan bahwa perlindungan tenaga kerja bukan sekadar kewajiban regulasi, melainkan bagian krusial dari tata kelola perusahaan yang berkelanjutan (sustainable corporate governance).
Usai menerima penghargaan, beliau menyampaikan bahwa sebuah lembaga keuangan tidak hanya dituntut memiliki kinerja finansial yang sehat dan tumbuh positif, tetapi juga wajib memastikan kesejahteraan, keadilan, serta keamanan kerja bagi seluruh insan yang membangun perusahaan.
Capaian ini diraih berkat pemenuhan indikator kerja ketenagakerjaan yang sangat solid. Bank Sulselbar mencatatkan tingkat kepatuhan seratus persen bagi seluruh karyawannya, pembayaran iuran tepat waktu tanpa tunggakan, serta pendaftaran aktif sejak hari pertama masuk kerja (day-1 coverage).
Seluruh karyawan, baik berstatus tetap maupun kontrak, mendapatkan perlindungan menyeluruh melalui empat program utama BPJS Ketenagakerjaan, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan Pensiun (JP) sesuai regulasi pemerintah.
Melampaui standar minimal, bank daerah ini juga melengkapinya dengan manfaat asuransi kesehatan tambahan dan program pensiun manfaat pasti.
Keberhasilan tersebut makin diperkuat oleh integrasi sistem payroll dengan BPJS Ketenagakerjaan, pelaksanaan Program Sertakan (Sejahterakan Pekerja Sekitar), pemanfaatan premi atas Kredit Usaha Rakyat (KUR) mikro, serta pembudayaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) secara konsisten.
Dukungan penuh dari jajaran manajemen menjadi kunci keberhasilan ini. Direksi menjadikan kepatuhan kepesertaan Jamsostek sebagai salah satu indikator kinerja utama (Key Performance Indicator) perusahaan.
Kebijakan tegas ini diberlakukan hingga ke mitra kerja alih daya (outsourcing), di mana seluruh vendor penyedia jasa seperti petugas keamanan, pengemudi, hingga cleaning service wajib melampirkan bukti kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan yang aktif sebagai syarat mutlak kontrak pengadaan.
Untuk mengatasi tantangan literasi pekerja mitra di daerah pelosok, Direksi menerapkan pemantauan berbasis digital melalui dashboard SDM secara real-time, menggiatkan edukasi rutin, serta memproses sanksi tegas berupa pemblokiran (blacklist) bagi vendor yang tidak patuh.
Perhatian Bank Sulselbar tidak hanya terbatas pada internal perusahaan, melainkan juga meluas ke masyarakat pekerja secara umum melalui gerakan sosial dan inklusi keuangan.
Lewat program “Sulselbar Peduli Pekerja Rentan”, bank menyalurkan bantuan iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja sektor informal seperti tukang ojek, petani, nelayan, dan pedagang pasar melalui program Bukan Penerima Upah (BPU).
Selain itu, pendaftaran kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan turut diintegrasikan dalam skema penyaluran KUR dan pembiayaan UMKM.
Langkah ini diperkuat melalui sinergi aktif tiga pilar bersama BPJS Ketenagakerjaan dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, yang mencakup kegiatan co-branding dan sosialisasi di 28 kantor cabang, kemudahan pengecekan saldo JHT secara digital melalui aplikasi Sulselbar Mobile, serta peran aktif bank sebagai penyalur dan fasilitator utama program Pemprov Sulsel “Sulsel Melindungi”.
Menatap masa depan, Bank Sulselbar telah menetapkan target besar untuk menyabet Jamsostek Award tingkat Nasional dan mencapai predikat Zero Accident atau nihil kecelakaan kerja pada tahun depan.
Langkah konkret yang disiapkan antara lain memperluas jangkauan perlindungan hingga ke 10.000 pekerja rentan binaan, memproses digitalisasi klaim JKK, serta membentuk jaringan Agent of Protection di setiap kantor cabang guna mengawal kepatuhan dan perlindungan kerja secara berkelanjutan.
H. Yulis Suandi menutup keterangannya dengan menekankan bahwa penghargaan ini bukanlah tujuan akhir, melainkan sebuah amanah.
Beliau berharap Bank Sulselbar dapat menjadi percontohan (role model) bagi BPD lain di seluruh Indonesia bahwa bank daerah harus hadir tidak hanya kuat secara finansial, tetapi juga terdepan dalam melindungi para pekerja dan masyarakat di Sulawesi Selatan maupun Sulawesi Barat.


