150 Guru Besar Desak Gibran Mundur, Prof Amran Razak: Konstitusi Kita Keropos

SulawesiPos.com – Sebanyak 150 nama guru besar tercantum dalam surat terbuka Forum Guru Besar Indonesia yang meminta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengundurkan diri dari jabatannya.

Seruan tersebut disampaikan melalui surat bertanggal 19 Oktober 2026 yang menyoroti persoalan dokumen pendidikan Gibran, etika bernegara, dan tanggung jawab moral pejabat publik.

Surat terbuka itu mencantumkan 13 nama sebagai inisiator, termasuk Guru Besar Fakultas Kesehatan Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Amran Razak.

Forum mengaitkan seruannya dengan Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026.

Dalam surat tersebut, para akademisi menyoroti pertimbangan hukum yang tidak menemukan bukti meyakinkan mengenai keabsahan dokumen pendidikan luar negeri yang disetarakan dengan jenjang SLTA atau sederajat saat proses pendaftaran pemilihan presiden berlangsung.

Forum juga menyinggung persoalan kedudukan hukum atau legal standing serta batasan prosedural yang berkaitan dengan tidak dijatuhkannya sanksi diskualifikasi dalam perkara tersebut.

Forum menilai persoalan tersebut memiliki implikasi moral dan etis terhadap penyelenggaraan pemerintahan. Mereka meminta Gibran mengundurkan diri secara sukarela sebagai bentuk tanggung jawab moral.

“Dengan ini kami menghimbau dan mendesak Saudara Gibran Rakabuming Raka untuk segera mengambil langkah kesatria dan berjiwa besar dengan menyatakan Mengundurkan Diri dari jabatan Wakil Presiden Republik Indonesia,” demikian bunyi seruan dalam surat terbuka tersebut.

Guru Besar Soroti Tanggung Jawab Moral Penguasa

Salah satu inisiator surat terbuka, Prof Amran Razak, mengatakan keterlibatannya dilandasi tanggung jawab untuk menjaga marwah demokrasi.

Guru Besar Fakultas Kesehatan Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Amran Razak
Guru Besar Fakultas Kesehatan Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Amran Razak

Ia menyebut, pengalaman sebagai mantan aktivis kampus turut mendorongnya untuk mengingatkan penguasa agar tetap berada pada koridor demokrasi.

“Sebagai mantan aktivis kampus memiliki kewajiban menjaga marwah demokrasi agar berjalan di rel yang benar,” kata Prof Amran Razak kepada SulawesiPos.com, Rabu (21/10/2026).

BACA JUGA:  Wapres Gibran Jawab Temuan MK Soal Bukti Kelulusan SMA

Menurut dia, guru besar memiliki peran untuk mengingatkan pemegang kekuasaan agar memberikan keteladanan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Para guru besar (profesor) harus selalu mengingatkan penguasa untuk tidak melukai hati rakyatnya. Menabur keteladanan dalam bernegara dan berbangsa,” ujarnya.

Prof Amran Razak juga menyoroti kondisi konstitusi yang menurut pandangannya rentan terhadap kepentingan tertentu.

“Konstitusi kita yang keropos, mudah dirasuki kepentingan tertentu,” ungkapnya.

Ia mengingatkan persoalan yang berkaitan dengan Gibran perlu ditangani secara tepat agar tidak berkembang menjadi masalah yang lebih rumit dan membebani negara.

Prof Amran Razak turut menyinggung kondisi ekonomi, pengangguran kaum muda, persoalan pendidikan, serta kebebasan masyarakat dalam berekspresi.

Selain ditujukan kepada Gibran, surat terbuka itu ditembuskan kepada Presiden Prabowo Subianto dan mantan Presiden Joko Widodo.

Forum meminta Prabowo melihat persoalan tersebut sebagai ujian komitmen terhadap integritas pemerintahan, sedangkan Jokowi diharapkan memberikan pandangan yang dinilai bijaksana.

“Kami juga mengetuk pintu hati Presiden Prabowo Subianto untuk melihat persoalan ini bukan sekadar dinamika politik, melainkan ujian pertama atas komitmen Presiden mencegah cacat moral di birokrasi tertinggi,” tulis forum dalam suratnya.

Forum menegaskan bahwa seruan pengunduran diri tersebut merupakan imbauan moral. Penafsiran para inisiator mengenai putusan MK perlu dibedakan dari isi putusan dan pertimbangan hukum resmi pengadilan.

Daftar Inisiator dan Guru Besar

Surat terbuka tersebut mencantumkan nama-nama profesor dari berbagai perguruan tinggi dan disiplin ilmu. Berikut daftar nama sebagaimana tercantum dalam surat tersebut.

BACA JUGA:  Lima Profesor Unhas Perkuat Kontribusi Ilmu Pengetahuan Lewat Beragam Riset

Para inisiator

  1. Prof M. Din Syamsuddin
  2. Prof Ryaas Rasyid
  3. Prof Ganjar Kurnia
  4. Prof Idrus Paturusi
  5. Prof Nuhfil Hanani
  6. Prof M. Nasih
  7. Prof Amran Razak
  8. Prof La Ode M. Aslan
  9. Prof Rochmat Wahab
  10. Prof Connie Rahakundini Bakrie
  11. Prof Nandang Sutrisno
  12. Prof Fathul Wahid
  13. Prof Lukman Hakim

Guru besar lainnya

  1. Prof A. Zaenurrosyid
  2. Prof Abdul Basit
  3. Prof Abdul Haris Fatgehipon
  4. Prof Abrar
  5. Prof Achmad Nurmandi
  6. Prof Adam Wiryawan
  7. Prof Adang Djumhur Salikin
  8. Prof Agus Taufiq
  9. Prof Ahmad Badawi Saluy
  10. Prof Ahmad Sarbini
  11. Prof Akbar Silo
  12. Prof Alaiddin Koto
  13. Prof Ali Maksum
  14. Prof Aminuddin Ilmar
  15. Prof Aminuddin Mane Kandari
  16. Prof Amung Ma’mun
  17. Prof Andi Faisal Bakti
  18. Prof Andi Iqbal Burhanuddin
  19. Prof Apridar
  20. Prof Armin
  21. Prof Asep Usman Ismail
  22. Prof Asmawi
  23. Prof Asna Husin
  24. Prof Bambang Irawan
  25. Prof Budi Santoso
  26. Prof Budi Setiadi Daryono
  27. Prof Bukhori Abdul Shomad
  28. Prof Bunyamin Maftuh
  29. Prof Burhanuddin
  30. Prof Chairul A. Nidom
  31. Prof Dedy Takdir Syaifuddin
  32. Prof Denny Indrayana
  33. Prof Deti Nurhayati
  34. Prof Didin Nurul Rosidin
  35. Prof Didin Saripudin
  36. Prof Dikdik Zafar Sidik
  37. Prof Dimyati
  38. Prof Djawahir Hejzziey
  39. Prof Dradjad Irianto
  40. Prof Dwi Agus Sudjimat
  41. Prof Elimartati
  42. Prof Endang Sutisna Sulaeman
  43. Prof Enjang Akhmad Juanda
  44. Prof Fauzan Saleh
  45. Prof Fauziyah Harahap
  46. Prof Firman D. Syah
  47. Prof Ghozali Maski
  48. Prof Hadi Machmud
  49. Prof Heni Noviarita
  50. Prof Herri
  51. Prof Heru Kurnianto Tjahjono
  52. Prof Heru Susetyo
  53. Prof Hesti Armiwulan Sochmawardiah
  54. Prof Ibrahim Siregar
  55. Prof Imam Suprayogo
  56. Prof Irza Sukmana
  57. Prof Jarnawi Afgani Dahlan
  58. Prof Kusman Ibrahim
  59. Prof La Rianda Baka
  60. Prof La Rianda Baka
  61. Prof Lukman Asha
  62. Prof Luqman Hakim
  63. Prof M. Aswin
  64. Prof M. Furqon
  65. Prof M. Janib Achmad
  66. Prof M. Sihab Ridwan
  67. Prof M. Syaom Barliana
  68. Prof Mahsun
  69. Prof Mahyuddin Barni
  70. Prof Mahyuddin K. M. Nasution
  71. Prof Mas Yedi Sumaryadi
  72. Prof Masruchin Rubai
  73. Prof Memed Sueb
  74. Prof Mhd. Buhari Sibuea
  75. Prof Moch. Qasim Mathar
  76. Prof Moch. Tolchah
  77. Prof Muhajir Utomo
  78. Prof Muhamad Syamsudin
  79. Prof Muhammad Chirzin
  80. Prof Muhammad Nur
  81. Prof Muharram
  82. Prof Mukti Ali
  83. Prof Muzakkir
  84. Prof Nadjib Bustan
  85. Prof Naelati Tubastuvi
  86. Prof Noermijati
  87. Prof Normuslim
  88. Prof Nur Hadi Ihsan
  89. Prof Nurdin Saidi
  90. Prof Nurman
  91. Prof Nurul Barizah
  92. Prof Ridha Dharmajaya
  93. Prof Rofiaty
  94. Prof Rosdanelli Hasibuan
  95. Prof Roslina Alam
  96. Prof Rukmina Gonibala
  97. Prof Sardjuningsih
  98. Prof Sariffudin Fatmona
  99. Prof Selamat Triono Ahmad
  100. Prof Setyo Widagdo
  101. Prof Siswanto Masruri
  102. Prof Sri Puryono KS
  103. Prof Sri Zul Chairiyah
  104. Prof Suadi Sa’ad
  105. Prof Subandi
  106. Prof Sudarminto S. Yuwono
  107. Prof Sugeng Purwanto
  108. Prof Sugiyanto
  109. Prof Suhadi Ibnu
  110. Prof Suhana
  111. Prof Sukarmi
  112. Prof Sukirno
  113. Prof Sukron Kamil
  114. Prof Sumantri
  115. Prof Suparman Marzuki
  116. Prof Supiana
  117. Prof Suradi Wijaya Saputra
  118. Prof Suyata
  119. Prof Syafiuddin
  120. Prof Syafrial
  121. Prof Syafruddin
  122. Prof Syafruddin Syarif
  123. Prof Syahidin
  124. Prof Syahrir Mallongi
  125. Prof Tajul Arifin
  126. Prof Takdir Rahmadi
  127. Prof Triyo Supriyatno
  128. Prof Umar Burhan
  129. Prof Unti Ludigdo
  130. Prof Wahyudi
  131. Prof Widiastuti
  132. Prof Yaslis Ilyas
  133. Prof Yayan Rahtikawati
  134. Prof Yayan Sopyan
  135. Prof Yeni Huriani
  136. Prof Yusri Yusuf
  137. Prof Zainal Muttaqi
BACA JUGA:  Atase Pendidikan Bersaksi di MK, Konfirmasi Tak Ada Arsip Studi Gibran di KBRI

SulawesiPos.com – Sebanyak 150 nama guru besar tercantum dalam surat terbuka Forum Guru Besar Indonesia yang meminta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengundurkan diri dari jabatannya.

Seruan tersebut disampaikan melalui surat bertanggal 19 Oktober 2026 yang menyoroti persoalan dokumen pendidikan Gibran, etika bernegara, dan tanggung jawab moral pejabat publik.

Surat terbuka itu mencantumkan 13 nama sebagai inisiator, termasuk Guru Besar Fakultas Kesehatan Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Amran Razak.

Forum mengaitkan seruannya dengan Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026.

Dalam surat tersebut, para akademisi menyoroti pertimbangan hukum yang tidak menemukan bukti meyakinkan mengenai keabsahan dokumen pendidikan luar negeri yang disetarakan dengan jenjang SLTA atau sederajat saat proses pendaftaran pemilihan presiden berlangsung.

Forum juga menyinggung persoalan kedudukan hukum atau legal standing serta batasan prosedural yang berkaitan dengan tidak dijatuhkannya sanksi diskualifikasi dalam perkara tersebut.

Forum menilai persoalan tersebut memiliki implikasi moral dan etis terhadap penyelenggaraan pemerintahan. Mereka meminta Gibran mengundurkan diri secara sukarela sebagai bentuk tanggung jawab moral.

“Dengan ini kami menghimbau dan mendesak Saudara Gibran Rakabuming Raka untuk segera mengambil langkah kesatria dan berjiwa besar dengan menyatakan Mengundurkan Diri dari jabatan Wakil Presiden Republik Indonesia,” demikian bunyi seruan dalam surat terbuka tersebut.

Guru Besar Soroti Tanggung Jawab Moral Penguasa

Salah satu inisiator surat terbuka, Prof Amran Razak, mengatakan keterlibatannya dilandasi tanggung jawab untuk menjaga marwah demokrasi.

Guru Besar Fakultas Kesehatan Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Amran Razak
Guru Besar Fakultas Kesehatan Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Amran Razak

Ia menyebut, pengalaman sebagai mantan aktivis kampus turut mendorongnya untuk mengingatkan penguasa agar tetap berada pada koridor demokrasi.

“Sebagai mantan aktivis kampus memiliki kewajiban menjaga marwah demokrasi agar berjalan di rel yang benar,” kata Prof Amran Razak kepada SulawesiPos.com, Rabu (21/10/2026).

BACA JUGA:  Lima Profesor Unhas Perkuat Kontribusi Ilmu Pengetahuan Lewat Beragam Riset

Menurut dia, guru besar memiliki peran untuk mengingatkan pemegang kekuasaan agar memberikan keteladanan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Para guru besar (profesor) harus selalu mengingatkan penguasa untuk tidak melukai hati rakyatnya. Menabur keteladanan dalam bernegara dan berbangsa,” ujarnya.

Prof Amran Razak juga menyoroti kondisi konstitusi yang menurut pandangannya rentan terhadap kepentingan tertentu.

“Konstitusi kita yang keropos, mudah dirasuki kepentingan tertentu,” ungkapnya.

Ia mengingatkan persoalan yang berkaitan dengan Gibran perlu ditangani secara tepat agar tidak berkembang menjadi masalah yang lebih rumit dan membebani negara.

Prof Amran Razak turut menyinggung kondisi ekonomi, pengangguran kaum muda, persoalan pendidikan, serta kebebasan masyarakat dalam berekspresi.

Selain ditujukan kepada Gibran, surat terbuka itu ditembuskan kepada Presiden Prabowo Subianto dan mantan Presiden Joko Widodo.

Forum meminta Prabowo melihat persoalan tersebut sebagai ujian komitmen terhadap integritas pemerintahan, sedangkan Jokowi diharapkan memberikan pandangan yang dinilai bijaksana.

“Kami juga mengetuk pintu hati Presiden Prabowo Subianto untuk melihat persoalan ini bukan sekadar dinamika politik, melainkan ujian pertama atas komitmen Presiden mencegah cacat moral di birokrasi tertinggi,” tulis forum dalam suratnya.

Forum menegaskan bahwa seruan pengunduran diri tersebut merupakan imbauan moral. Penafsiran para inisiator mengenai putusan MK perlu dibedakan dari isi putusan dan pertimbangan hukum resmi pengadilan.

Daftar Inisiator dan Guru Besar

Surat terbuka tersebut mencantumkan nama-nama profesor dari berbagai perguruan tinggi dan disiplin ilmu. Berikut daftar nama sebagaimana tercantum dalam surat tersebut.

BACA JUGA:  Atase Pendidikan Bersaksi di MK, Konfirmasi Tak Ada Arsip Studi Gibran di KBRI

Para inisiator

  1. Prof M. Din Syamsuddin
  2. Prof Ryaas Rasyid
  3. Prof Ganjar Kurnia
  4. Prof Idrus Paturusi
  5. Prof Nuhfil Hanani
  6. Prof M. Nasih
  7. Prof Amran Razak
  8. Prof La Ode M. Aslan
  9. Prof Rochmat Wahab
  10. Prof Connie Rahakundini Bakrie
  11. Prof Nandang Sutrisno
  12. Prof Fathul Wahid
  13. Prof Lukman Hakim

Guru besar lainnya

  1. Prof A. Zaenurrosyid
  2. Prof Abdul Basit
  3. Prof Abdul Haris Fatgehipon
  4. Prof Abrar
  5. Prof Achmad Nurmandi
  6. Prof Adam Wiryawan
  7. Prof Adang Djumhur Salikin
  8. Prof Agus Taufiq
  9. Prof Ahmad Badawi Saluy
  10. Prof Ahmad Sarbini
  11. Prof Akbar Silo
  12. Prof Alaiddin Koto
  13. Prof Ali Maksum
  14. Prof Aminuddin Ilmar
  15. Prof Aminuddin Mane Kandari
  16. Prof Amung Ma’mun
  17. Prof Andi Faisal Bakti
  18. Prof Andi Iqbal Burhanuddin
  19. Prof Apridar
  20. Prof Armin
  21. Prof Asep Usman Ismail
  22. Prof Asmawi
  23. Prof Asna Husin
  24. Prof Bambang Irawan
  25. Prof Budi Santoso
  26. Prof Budi Setiadi Daryono
  27. Prof Bukhori Abdul Shomad
  28. Prof Bunyamin Maftuh
  29. Prof Burhanuddin
  30. Prof Chairul A. Nidom
  31. Prof Dedy Takdir Syaifuddin
  32. Prof Denny Indrayana
  33. Prof Deti Nurhayati
  34. Prof Didin Nurul Rosidin
  35. Prof Didin Saripudin
  36. Prof Dikdik Zafar Sidik
  37. Prof Dimyati
  38. Prof Djawahir Hejzziey
  39. Prof Dradjad Irianto
  40. Prof Dwi Agus Sudjimat
  41. Prof Elimartati
  42. Prof Endang Sutisna Sulaeman
  43. Prof Enjang Akhmad Juanda
  44. Prof Fauzan Saleh
  45. Prof Fauziyah Harahap
  46. Prof Firman D. Syah
  47. Prof Ghozali Maski
  48. Prof Hadi Machmud
  49. Prof Heni Noviarita
  50. Prof Herri
  51. Prof Heru Kurnianto Tjahjono
  52. Prof Heru Susetyo
  53. Prof Hesti Armiwulan Sochmawardiah
  54. Prof Ibrahim Siregar
  55. Prof Imam Suprayogo
  56. Prof Irza Sukmana
  57. Prof Jarnawi Afgani Dahlan
  58. Prof Kusman Ibrahim
  59. Prof La Rianda Baka
  60. Prof La Rianda Baka
  61. Prof Lukman Asha
  62. Prof Luqman Hakim
  63. Prof M. Aswin
  64. Prof M. Furqon
  65. Prof M. Janib Achmad
  66. Prof M. Sihab Ridwan
  67. Prof M. Syaom Barliana
  68. Prof Mahsun
  69. Prof Mahyuddin Barni
  70. Prof Mahyuddin K. M. Nasution
  71. Prof Mas Yedi Sumaryadi
  72. Prof Masruchin Rubai
  73. Prof Memed Sueb
  74. Prof Mhd. Buhari Sibuea
  75. Prof Moch. Qasim Mathar
  76. Prof Moch. Tolchah
  77. Prof Muhajir Utomo
  78. Prof Muhamad Syamsudin
  79. Prof Muhammad Chirzin
  80. Prof Muhammad Nur
  81. Prof Muharram
  82. Prof Mukti Ali
  83. Prof Muzakkir
  84. Prof Nadjib Bustan
  85. Prof Naelati Tubastuvi
  86. Prof Noermijati
  87. Prof Normuslim
  88. Prof Nur Hadi Ihsan
  89. Prof Nurdin Saidi
  90. Prof Nurman
  91. Prof Nurul Barizah
  92. Prof Ridha Dharmajaya
  93. Prof Rofiaty
  94. Prof Rosdanelli Hasibuan
  95. Prof Roslina Alam
  96. Prof Rukmina Gonibala
  97. Prof Sardjuningsih
  98. Prof Sariffudin Fatmona
  99. Prof Selamat Triono Ahmad
  100. Prof Setyo Widagdo
  101. Prof Siswanto Masruri
  102. Prof Sri Puryono KS
  103. Prof Sri Zul Chairiyah
  104. Prof Suadi Sa’ad
  105. Prof Subandi
  106. Prof Sudarminto S. Yuwono
  107. Prof Sugeng Purwanto
  108. Prof Sugiyanto
  109. Prof Suhadi Ibnu
  110. Prof Suhana
  111. Prof Sukarmi
  112. Prof Sukirno
  113. Prof Sukron Kamil
  114. Prof Sumantri
  115. Prof Suparman Marzuki
  116. Prof Supiana
  117. Prof Suradi Wijaya Saputra
  118. Prof Suyata
  119. Prof Syafiuddin
  120. Prof Syafrial
  121. Prof Syafruddin
  122. Prof Syafruddin Syarif
  123. Prof Syahidin
  124. Prof Syahrir Mallongi
  125. Prof Tajul Arifin
  126. Prof Takdir Rahmadi
  127. Prof Triyo Supriyatno
  128. Prof Umar Burhan
  129. Prof Unti Ludigdo
  130. Prof Wahyudi
  131. Prof Widiastuti
  132. Prof Yaslis Ilyas
  133. Prof Yayan Rahtikawati
  134. Prof Yayan Sopyan
  135. Prof Yeni Huriani
  136. Prof Yusri Yusuf
  137. Prof Zainal Muttaqi
BACA JUGA:  Ekonomi Sulsel Tumbuh 6,88 Persen, Guru Besar Unhas Ungkap Tantangan di Balik Pertumbuhan yang Tinggi

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru