Pertamina Patra Niaga Uji Coba Clusterisasi Layanan Biosolar di SPBU Kota Makassar

SulawesiPos.com — Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mulai menguji coba skema clusterisasi layanan Biosolar di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Makassar per Senin (12/10/2026).

Langkah ini dilakukan guna menata pola pengisian BBM untuk kendaraan besar seperti bus dan truk, sekaligus mengurai kemacetan akibat antrean panjang di sekitar lokasi SPBU.

Dalam pelaksanaan uji coba ini, Pertamina bekerja sama dan berkoordinasi langsung dengan Pemerintah Kota Makassar.

Salah satu titik yang menjadi percontohan skema baru ini adalah SPBU 74.902.31 di Jalan AP Pettarani, Makassar, kawasan yang dikenal memiliki tingkat mobilitas kendaraan cukup tinggi.

Melalui skema clusterisasi, waktu pelayanan pengisian Biosolar diatur berdasarkan kelompok kendaraan. Pengaturan ini bertujuan agar kedatangan bus dan truk dapat lebih terbagi secara merata dan tidak menumpuk pada jam-jam tertentu.

Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menjelaskan bahwa uji coba ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk menemukan solusi terbaik dalam pelayanan Biosolar di area berkepadatan tinggi.

BACA JUGA:  Harga Emas Antam di Makassar Hari Ini Naik Tipis, Jadi Rp2.577.000 per Gram

“Pengaturan layanan melalui clusterisasi saat ini masih dalam tahap uji coba di SPBU penyalur Biosolar di Kota Makassar. Kami bersama Pemerintah Kota Makassar akan melihat efektivitas pelaksanaannya, mulai dari pengaturan waktu pengisian hingga dampaknya terhadap antrean dan lalu lintas,” ujar Lilik dalam keterangan resminya, Senin (12/10).

Lilik menambahkan, hasil evaluasi dari uji coba ini akan mempertimbangkan berbagai parameter di lapangan, mulai dari kondisi antrean, pola kedatangan kendaraan, efektivitas jadwal pengisian, hingga dampaknya pada arus lalu lintas di sekitarnya.

Evaluasi tersebut nantinya menjadi bahan pertimbangan utama sebelum skema clusterisasi diterapkan secara lebih luas di seluruh Kota Makassar.

Jamin Pasokan dan Imbau Masyarakat Gunakan Sesuai Peruntukan

Dari sisi ketersediaan, Pertamina memastikan pasokan Biosolar untuk wilayah Kota Makassar tetap aman dan disalurkan sesuai aturan yang berlaku. Selama masa uji coba, pengelola SPBU dan pihak Pertamina akan terus bersiaga memantau realisasi penyaluran serta menata kendaraan di area pengisian agar antrean tidak meluber hingga mengganggu badan jalan.

BACA JUGA:  Motor Wanita di Makassar Terbakar Usai Isi Pertalite, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Pertamina juga mengimbau seluruh masyarakat untuk menggunakan BBM bersubsidi jenis Biosolar secara bijak dan sesuai dengan peruntukan yang ditetapkan pemerintah.

Bagi masyarakat yang menemukan adanya kendala pelayanan atau indikasi pelanggaran dalam proses penyaluran BBM di lapangan, Pertamina membuka kanal pengaduan resmi melalui Pertamina Customer Solution (PCS) di nomor 135 untuk ditindaklanjuti secara cepat.

 

SulawesiPos.com — Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mulai menguji coba skema clusterisasi layanan Biosolar di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Makassar per Senin (12/10/2026).

Langkah ini dilakukan guna menata pola pengisian BBM untuk kendaraan besar seperti bus dan truk, sekaligus mengurai kemacetan akibat antrean panjang di sekitar lokasi SPBU.

Dalam pelaksanaan uji coba ini, Pertamina bekerja sama dan berkoordinasi langsung dengan Pemerintah Kota Makassar.

Salah satu titik yang menjadi percontohan skema baru ini adalah SPBU 74.902.31 di Jalan AP Pettarani, Makassar, kawasan yang dikenal memiliki tingkat mobilitas kendaraan cukup tinggi.

Melalui skema clusterisasi, waktu pelayanan pengisian Biosolar diatur berdasarkan kelompok kendaraan. Pengaturan ini bertujuan agar kedatangan bus dan truk dapat lebih terbagi secara merata dan tidak menumpuk pada jam-jam tertentu.

Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menjelaskan bahwa uji coba ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk menemukan solusi terbaik dalam pelayanan Biosolar di area berkepadatan tinggi.

BACA JUGA:  Cek Titik SPBU di Takalar Sebelum Melakukan Perjalanan

“Pengaturan layanan melalui clusterisasi saat ini masih dalam tahap uji coba di SPBU penyalur Biosolar di Kota Makassar. Kami bersama Pemerintah Kota Makassar akan melihat efektivitas pelaksanaannya, mulai dari pengaturan waktu pengisian hingga dampaknya terhadap antrean dan lalu lintas,” ujar Lilik dalam keterangan resminya, Senin (12/10).

Lilik menambahkan, hasil evaluasi dari uji coba ini akan mempertimbangkan berbagai parameter di lapangan, mulai dari kondisi antrean, pola kedatangan kendaraan, efektivitas jadwal pengisian, hingga dampaknya pada arus lalu lintas di sekitarnya.

Evaluasi tersebut nantinya menjadi bahan pertimbangan utama sebelum skema clusterisasi diterapkan secara lebih luas di seluruh Kota Makassar.

Jamin Pasokan dan Imbau Masyarakat Gunakan Sesuai Peruntukan

Dari sisi ketersediaan, Pertamina memastikan pasokan Biosolar untuk wilayah Kota Makassar tetap aman dan disalurkan sesuai aturan yang berlaku. Selama masa uji coba, pengelola SPBU dan pihak Pertamina akan terus bersiaga memantau realisasi penyaluran serta menata kendaraan di area pengisian agar antrean tidak meluber hingga mengganggu badan jalan.

BACA JUGA:  Ibu Buang Bayi Down Syndrome dalam Kardus di Makassar, Polisi Sebut Disuruh Suami Siri

Pertamina juga mengimbau seluruh masyarakat untuk menggunakan BBM bersubsidi jenis Biosolar secara bijak dan sesuai dengan peruntukan yang ditetapkan pemerintah.

Bagi masyarakat yang menemukan adanya kendala pelayanan atau indikasi pelanggaran dalam proses penyaluran BBM di lapangan, Pertamina membuka kanal pengaduan resmi melalui Pertamina Customer Solution (PCS) di nomor 135 untuk ditindaklanjuti secara cepat.

 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru