BREAKING: IHSG Sesi I Jatuh 2,64 Persen, Tembus Level 5.142

SulawesiPos.com – Bursa saham Indonesia mengalami pukulan telak pada penutupan perdagangan sesi pertama hari ini, Kamis (29/10). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dilaporkan terkoreksi tajam sebesar 2,64 persen.

Penurunan drastis ini mengantarkan indeks jatuh sejauh 139,49 poin ke posisi 5.142,82. Padahal, sentimen pada menit-menit awal pembukaan sempat membawa pasar saham lokal ke zona hijau di level 5.305,20.

Aksi jual masif terpantau mulai terjadi saat mesin perdagangan baru berjalan sekitar satu jam. Tekanan jual yang kuat tersebut bahkan memaksa indeks menjebol batas psikologis 5.200 menjelang pukul sepuluh pagi.

Data perdagangan mencatat perputaran kepemilikan saham yang cukup tinggi dengan volume mencapai 141,84 juta lot. Nilai transaksi bersih dari seluruh aktivitas harian tersebut dilaporkan menyentuh angka Rp5.663,48 miliar.

Jatuhnya pasar saham lokal ini diproyeksikan sebagai respons spontan terhadap memanasnya sentimen ekonomi global. Pelaku pasar merespons dengan penuh kewaspadaan terhadap pengumuman penahanan suku bunga acuan oleh bank sentral Amerika Serikat.

BACA JUGA:  Berikut Prediksi Pergerakan IHSG dan Rekomendasi Saham untuk Perdagangan Selasa, 3 Maret 2026

Sinyal pengetatan moneter lanjutan dinilai masih terbuka lebar mengingat target stabilitas harga belum sepenuhnya tercapai. “Bank sentral masih berupaya mengembalikan inflasi ke target dua persen,” ucap Ketua The Fed, Kevin Warsh, seusai rapat dewan gubernur.

Kekhawatiran investor terpantau semakin bertambah seiring penantian rilis data inflasi inti Amerika Serikat yang diyakini belum melandai. Kondisi fundamental ini membuat pasar harus bersiap menghadapi potensi gejolak lanjutan pada kuartal terakhir tahun ini. (*)

SulawesiPos.com – Bursa saham Indonesia mengalami pukulan telak pada penutupan perdagangan sesi pertama hari ini, Kamis (29/10). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dilaporkan terkoreksi tajam sebesar 2,64 persen.

Penurunan drastis ini mengantarkan indeks jatuh sejauh 139,49 poin ke posisi 5.142,82. Padahal, sentimen pada menit-menit awal pembukaan sempat membawa pasar saham lokal ke zona hijau di level 5.305,20.

Aksi jual masif terpantau mulai terjadi saat mesin perdagangan baru berjalan sekitar satu jam. Tekanan jual yang kuat tersebut bahkan memaksa indeks menjebol batas psikologis 5.200 menjelang pukul sepuluh pagi.

Data perdagangan mencatat perputaran kepemilikan saham yang cukup tinggi dengan volume mencapai 141,84 juta lot. Nilai transaksi bersih dari seluruh aktivitas harian tersebut dilaporkan menyentuh angka Rp5.663,48 miliar.

Jatuhnya pasar saham lokal ini diproyeksikan sebagai respons spontan terhadap memanasnya sentimen ekonomi global. Pelaku pasar merespons dengan penuh kewaspadaan terhadap pengumuman penahanan suku bunga acuan oleh bank sentral Amerika Serikat.

BACA JUGA:  Berikut Prediksi Pergerakan IHSG dan Rekomendasi Saham untuk Perdagangan Jumat, 27 Februari 2026

Sinyal pengetatan moneter lanjutan dinilai masih terbuka lebar mengingat target stabilitas harga belum sepenuhnya tercapai. “Bank sentral masih berupaya mengembalikan inflasi ke target dua persen,” ucap Ketua The Fed, Kevin Warsh, seusai rapat dewan gubernur.

Kekhawatiran investor terpantau semakin bertambah seiring penantian rilis data inflasi inti Amerika Serikat yang diyakini belum melandai. Kondisi fundamental ini membuat pasar harus bersiap menghadapi potensi gejolak lanjutan pada kuartal terakhir tahun ini. (*)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru