PORPROV Sulsel Tinggal Dua Pekan, Bone Kejar Empat Venue Jelang Pembukaan

SulawesiPos.com – Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XVIII Sulawesi Selatan 2026 memasuki tahap akhir persiapan menjelang pembukaan di Stadion Lapatau Matanna Tikka, Bone, Sabtu (7/11/2026).

Dengan waktu tersisa dua pekan, tuan rumah masih mengejar penyelesaian empat catatan venue, sementara Wajo menyiapkan rangkaian pertandingan sekaligus penutupan pada 14 November.

PORPROV XVIII Sulsel digelar di Kabupaten Bone dan Wajo sebagai tuan rumah bersama pada 7-14 November 2026.

Kesepakatan terbaru menetapkan Bone sebagai lokasi pembukaan dan Wajo sebagai tempat penutupan.

Persiapan teknis dibahas melalui Chef de Mission (CDM) Meeting I di Wajo pada 21 Oktober dan CDM Meeting II di Bone pada 22 Oktober.

Agenda pertemuan mencakup kesiapan venue, akomodasi, transportasi, layanan kesehatan, keamanan, serta verifikasi keabsahan atlet.

Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin mengatakan dari 26 venue yang disiapkan di Bone, masih terdapat empat catatan yang perlu segera dituntaskan.

“Alhamdulillah, dari 26 venue yang ada di Bone sebagai tuan rumah, memang ada empat catatan yang perlu kita selesaikan,” ujar Andi Akmal saat meninjau sejumlah venue di kompleks Stadion Lapatau, Minggu (18/10/2026).

BACA JUGA:  Bupati Bone Jawab Aspirasi Masyarakat, Investor Siap Bangun Jaringan Baru Air Minum

Empat venue yang masih membutuhkan pembenahan ialah panjat tebing, voli pantai, menembak, dan panahan.

Dinding arena panjat tebing menjadi salah satu fasilitas yang mendapat perhatian karena dilaporkan mulai mengalami kerusakan.

Stadion Lapatau Matanna Tikka dipersiapkan sebagai lokasi upacara pembukaan.

Kompleks stadion juga menjadi salah satu kawasan pertandingan, termasuk sejumlah cabang olahraga yang memerlukan fasilitas khusus.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulsel Suherman mengatakan pemerintah terus mendukung pembenahan venue di Bone maupun Wajo, tetapi penyelesaian seluruh kebutuhan memerlukan kerja sama lintas pihak.

“Pemerintah sudah berupaya memperbaiki hal-hal yang akan kita gunakan dalam pelaksanaan Porprov. Namun, tentu tidak semua bisa diwujudkan sesuai dengan keinginan kita. Karena itu, mari kita bersama-sama melihat kekurangan yang ada dan mencari solusi untuk menyukseskan Porprov di Kabupaten Bone dan Kabupaten Wajo,” kata Suherman.

Sekretaris Umum KONI Sulsel Rahmansyah menyebut CDM Meeting juga digunakan untuk memastikan pertandingan berjalan sesuai ketentuan organisasi. Verifikasi atlet dan cabang olahraga menjadi salah satu tahapan yang diprioritaskan sebelum kompetisi dimulai.

BACA JUGA:  Tak Ditahan, Anak Bunuh Ibu Kandung di Bone Terbukti ODGJ

“KONI Sulawesi Selatan betul-betul melakukan verifikasi keabsahan atlet dan cabang olahraga dari masing-masing KONI kabupaten/kota dengan menjunjung tinggi kepentingan atlet dan olahraga,” ujar Rahmansyah.

Selain kesiapan fasilitas, panitia daerah juga mematangkan koordinasi penerimaan kontingen, akomodasi atlet dan ofisial, transportasi, pelayanan kesehatan, serta pengamanan selama pertandingan.

Bone dan Wajo diharapkan menyelesaikan catatan masing-masing sebelum delegasi dari seluruh kabupaten dan kota tiba.

PORPROV XVIII Sulsel tidak hanya menjadi arena kompetisi antardaerah, tetapi juga bagian dari proses pembinaan atlet menuju ajang nasional.

KONI Sulsel menyebut atlet potensial dari ajang ini akan dipersiapkan mengikuti babak kualifikasi PON 2027.

_Meta Description:_
Pembukaan PORPROV XVIII Sulsel digelar di Bone pada 7 November. Empat venue masih menjadi catatan tuan rumah.

SulawesiPos.com – Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XVIII Sulawesi Selatan 2026 memasuki tahap akhir persiapan menjelang pembukaan di Stadion Lapatau Matanna Tikka, Bone, Sabtu (7/11/2026).

Dengan waktu tersisa dua pekan, tuan rumah masih mengejar penyelesaian empat catatan venue, sementara Wajo menyiapkan rangkaian pertandingan sekaligus penutupan pada 14 November.

PORPROV XVIII Sulsel digelar di Kabupaten Bone dan Wajo sebagai tuan rumah bersama pada 7-14 November 2026.

Kesepakatan terbaru menetapkan Bone sebagai lokasi pembukaan dan Wajo sebagai tempat penutupan.

Persiapan teknis dibahas melalui Chef de Mission (CDM) Meeting I di Wajo pada 21 Oktober dan CDM Meeting II di Bone pada 22 Oktober.

Agenda pertemuan mencakup kesiapan venue, akomodasi, transportasi, layanan kesehatan, keamanan, serta verifikasi keabsahan atlet.

Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin mengatakan dari 26 venue yang disiapkan di Bone, masih terdapat empat catatan yang perlu segera dituntaskan.

“Alhamdulillah, dari 26 venue yang ada di Bone sebagai tuan rumah, memang ada empat catatan yang perlu kita selesaikan,” ujar Andi Akmal saat meninjau sejumlah venue di kompleks Stadion Lapatau, Minggu (18/10/2026).

BACA JUGA:  Elpiji 3 Kg Langka, Harga Tembus Rp40 Ribu per Tabung, Warga Bone Berburu hingga Wajo

Empat venue yang masih membutuhkan pembenahan ialah panjat tebing, voli pantai, menembak, dan panahan.

Dinding arena panjat tebing menjadi salah satu fasilitas yang mendapat perhatian karena dilaporkan mulai mengalami kerusakan.

Stadion Lapatau Matanna Tikka dipersiapkan sebagai lokasi upacara pembukaan.

Kompleks stadion juga menjadi salah satu kawasan pertandingan, termasuk sejumlah cabang olahraga yang memerlukan fasilitas khusus.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulsel Suherman mengatakan pemerintah terus mendukung pembenahan venue di Bone maupun Wajo, tetapi penyelesaian seluruh kebutuhan memerlukan kerja sama lintas pihak.

“Pemerintah sudah berupaya memperbaiki hal-hal yang akan kita gunakan dalam pelaksanaan Porprov. Namun, tentu tidak semua bisa diwujudkan sesuai dengan keinginan kita. Karena itu, mari kita bersama-sama melihat kekurangan yang ada dan mencari solusi untuk menyukseskan Porprov di Kabupaten Bone dan Kabupaten Wajo,” kata Suherman.

Sekretaris Umum KONI Sulsel Rahmansyah menyebut CDM Meeting juga digunakan untuk memastikan pertandingan berjalan sesuai ketentuan organisasi. Verifikasi atlet dan cabang olahraga menjadi salah satu tahapan yang diprioritaskan sebelum kompetisi dimulai.

BACA JUGA:  Tak Hanya Bentuk Satgas, Bupati Bone Turun Langsung Cek Antrean Kendaraan di SPBU

“KONI Sulawesi Selatan betul-betul melakukan verifikasi keabsahan atlet dan cabang olahraga dari masing-masing KONI kabupaten/kota dengan menjunjung tinggi kepentingan atlet dan olahraga,” ujar Rahmansyah.

Selain kesiapan fasilitas, panitia daerah juga mematangkan koordinasi penerimaan kontingen, akomodasi atlet dan ofisial, transportasi, pelayanan kesehatan, serta pengamanan selama pertandingan.

Bone dan Wajo diharapkan menyelesaikan catatan masing-masing sebelum delegasi dari seluruh kabupaten dan kota tiba.

PORPROV XVIII Sulsel tidak hanya menjadi arena kompetisi antardaerah, tetapi juga bagian dari proses pembinaan atlet menuju ajang nasional.

KONI Sulsel menyebut atlet potensial dari ajang ini akan dipersiapkan mengikuti babak kualifikasi PON 2027.

_Meta Description:_
Pembukaan PORPROV XVIII Sulsel digelar di Bone pada 7 November. Empat venue masih menjadi catatan tuan rumah.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru