Elpiji 3 Kg Langka, Harga Tembus Rp40 Ribu per Tabung, Warga Bone Berburu hingga Wajo

SulawesiPos.com — Kelangkaan gas elpiji subsidi 3 kilogram mulai dikeluhkan masyarakat di Kabupaten Bone. Selain sulit ditemukan di tingkat pengecer, harga tabung melon juga melonjak tajam hingga mencapai Rp40 ribu per tabung.

Sejumlah warga mengaku harus berkeliling dari satu pangkalan ke pangkalan lain untuk mendapatkan elpiji bersubsidi.

Bahkan, ada yang rela mencari hingga ke wilayah Kabupaten Wajo karena stok di sejumlah lokasi di Bone kosong atau sangat terbatas.

Kelangkaan elpiji 3 kg membuat masyarakat semakin terbebani.

Selain harus mengeluarkan biaya lebih besar akibat harga yang melambung, mereka juga harus menghabiskan waktu dan biaya transportasi untuk berburu tabung elpiji.

Di tingkat pengecer, harga elpiji 3 kilogram kini berkisar Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per tabung, jauh di atas harga eceran yang biasa dibayar masyarakat.

Kami sudah cari di beberapa tempat, tapi selalu habis. Terpaksa mencari sampai ke Wajo supaya bisa dapat gas untuk kebutuhan memasak di rumah,” ujar Sumarni salah seorang warga Dua Boccoe, (Kamis 30 Juli 2026).

BACA JUGA:  Kejati Sulsel Setujui Restorative Justice Kasus Kecelakaan Maut di Bone, Sopir Truk Dibebaskan

Ia mengaku, elpiji melon menjadi kebutuhan primer ibu rumah tangga.

“Kita ini masyarakat kecil, terpaksa harus cari kayu bakar lagi. Karena biasa ada pedagang yang ada stoknya elpiji tapi dia jual Rp40 ribu,” keluhnya.

Ibu rumah tangga lainnya, Jusma berharap pemerintah bersama Pertamina segera turun tangan memastikan distribusi elpiji subsidi kembali normal.

SulawesiPos.com — Kelangkaan gas elpiji subsidi 3 kilogram mulai dikeluhkan masyarakat di Kabupaten Bone. Selain sulit ditemukan di tingkat pengecer, harga tabung melon juga melonjak tajam hingga mencapai Rp40 ribu per tabung.

Sejumlah warga mengaku harus berkeliling dari satu pangkalan ke pangkalan lain untuk mendapatkan elpiji bersubsidi.

Bahkan, ada yang rela mencari hingga ke wilayah Kabupaten Wajo karena stok di sejumlah lokasi di Bone kosong atau sangat terbatas.

Kelangkaan elpiji 3 kg membuat masyarakat semakin terbebani.

Selain harus mengeluarkan biaya lebih besar akibat harga yang melambung, mereka juga harus menghabiskan waktu dan biaya transportasi untuk berburu tabung elpiji.

Di tingkat pengecer, harga elpiji 3 kilogram kini berkisar Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per tabung, jauh di atas harga eceran yang biasa dibayar masyarakat.

Kami sudah cari di beberapa tempat, tapi selalu habis. Terpaksa mencari sampai ke Wajo supaya bisa dapat gas untuk kebutuhan memasak di rumah,” ujar Sumarni salah seorang warga Dua Boccoe, (Kamis 30 Juli 2026).

BACA JUGA:  Tunreng Tellue Jadi Contoh! BUMDes dan Pasar Murah BerAmal, Bantu Warga Sekaligus Gerakkan Ekonomi

Ia mengaku, elpiji melon menjadi kebutuhan primer ibu rumah tangga.

“Kita ini masyarakat kecil, terpaksa harus cari kayu bakar lagi. Karena biasa ada pedagang yang ada stoknya elpiji tapi dia jual Rp40 ribu,” keluhnya.

Ibu rumah tangga lainnya, Jusma berharap pemerintah bersama Pertamina segera turun tangan memastikan distribusi elpiji subsidi kembali normal.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru