SulawesiPos.com – Hujan kembali mengguyur kawasan Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat (23/10/2026), setelah wilayah tersebut mengalami kemarau panjang.
Hujan yang turun kali ini bukan merupakan hujan perdana. Sebelumnya, hujan ringan juga tercatat mengguyur Malino pada 17 Oktober 2026.
Prakirawan BMKG Makassar, Farid, mengatakan hujan terdeteksi melalui radar BMKG di sejumlah wilayah Sulsel, terutama kawasan dataran tinggi di Kabupaten Gowa, Maros, dan Pangkep.
“Terdeteksi di radar BMKG, hujan di sebagian wilayah Gowa, Maros, Pangkep umumnya di daerah dataran tingginya, seperti Malino, Gowa,” kata Farid dalam keterangannya, Jumat (23/10/2026).
Farid menjelaskan, hujan di kawasan dataran tinggi seperti Malino merupakan fenomena yang berpotensi terjadi akibat pembentukan awan di wilayah laut yang kemudian bergerak menuju daratan.
“Hujan memang potensi turun di dataran tinggi seperti Malino. Hujan yang terjadi di Malino imbas pembentukan awan dari laut. Biasanya pembentukan awan di laut dan terbawa ke daratan, karena kenaikan ketinggian, awan akan punah menjadi hujan di dataran tinggi,” jelasnya.
Kondisi tersebut membuat wilayah dataran tinggi berpotensi mengalami hujan ketika massa udara yang membawa awan bergerak dari laut menuju daratan dan dipengaruhi kondisi topografi.
Hujan yang kembali turun di Malino menjadi perkembangan cuaca di tengah periode kemarau panjang yang sebelumnya dirasakan masyarakat setempat.


