Kebakaran Lahan Sinjai Bakar 0,5 Hektar, Api Padam 2,5 Jam

SulawesiPos.com – Kebakaran lahan melanda perkebunan warga di Dusun Mangottong, Desa Saukang, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Jumat (23/10/2026) siang. Api membakar sekitar 0,5 hektar lahan dan baru berhasil dipadamkan setelah tim gabungan melakukan penanganan selama kurang lebih 2,5 jam.

Pemadaman dipimpin langsung Kapolres Sinjai AKBP Jamal Fathur Rakhman dengan melibatkan personel Polres Sinjai, TNI, pemadam kebakaran, serta warga setempat.

Kebakaran terjadi saat cuaca kering dan angin bertiup kencang. Kondisi tersebut membuat api cepat menjalar dan berisiko merembet ke area perkebunan yang lebih luas.

Api Berasal dari Pembakaran Ranting

Kebakaran diduga bermula ketika pemilik lahan membakar sisa ranting pohon kering.

Api kemudian merembet tak terkendali setelah pemilik lahan meninggalkan lokasi untuk menunaikan salat Jumat.

Kobaran api semakin cepat meluas karena lahan berada dalam kondisi kering dan diterpa angin.

Polisi menerima laporan kebakaran sekitar pukul 12.00 Wita.

Personel bersama tim gabungan langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.

BACA JUGA:  Prakiraan Cuaca Sulawesi Selatan Hari Ini, Sabtu 22 Agustus 2026: Waspada Udara Panas dan Angin Kencang

Selain menyemprotkan air, petugas membuat sekat untuk mengisolasi titik api agar kobaran tidak menjalar ke area lain.

Setelah berjibaku selama sekitar 2,5 jam, api akhirnya berhasil dipadamkan total pada pukul 14.30 Wita.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut dan situasi di sekitar lokasi kembali kondusif.

Kapolres Imbau Warga Tak Bakar Sisa Tanaman

Kapolres Sinjai mengingatkan warga agar tidak melakukan pembakaran ranting, sampah, atau sisa tanaman secara sembarangan, terutama saat kemarau.

Ia meminta setiap aktivitas pembakaran diawasi dan dipastikan tidak meninggalkan sumber api yang dapat memicu kebakaran lahan.

“Api kecil bisa dengan cepat membesar dan mengancam lingkungan sekitar jika tidak diawasi,” tegas Jamal.

Menurutnya, kerja sama antara kepolisian, TNI, Damkar, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mempercepat pemadaman serta mencegah api meluas.

SulawesiPos.com – Kebakaran lahan melanda perkebunan warga di Dusun Mangottong, Desa Saukang, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Jumat (23/10/2026) siang. Api membakar sekitar 0,5 hektar lahan dan baru berhasil dipadamkan setelah tim gabungan melakukan penanganan selama kurang lebih 2,5 jam.

Pemadaman dipimpin langsung Kapolres Sinjai AKBP Jamal Fathur Rakhman dengan melibatkan personel Polres Sinjai, TNI, pemadam kebakaran, serta warga setempat.

Kebakaran terjadi saat cuaca kering dan angin bertiup kencang. Kondisi tersebut membuat api cepat menjalar dan berisiko merembet ke area perkebunan yang lebih luas.

Api Berasal dari Pembakaran Ranting

Kebakaran diduga bermula ketika pemilik lahan membakar sisa ranting pohon kering.

Api kemudian merembet tak terkendali setelah pemilik lahan meninggalkan lokasi untuk menunaikan salat Jumat.

Kobaran api semakin cepat meluas karena lahan berada dalam kondisi kering dan diterpa angin.

Polisi menerima laporan kebakaran sekitar pukul 12.00 Wita.

Personel bersama tim gabungan langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.

BACA JUGA:  Periode Januari-Agustus 181 Kebakaran Landa Makassar, Kerugian Tembus Rp10,3 Miliar

Selain menyemprotkan air, petugas membuat sekat untuk mengisolasi titik api agar kobaran tidak menjalar ke area lain.

Setelah berjibaku selama sekitar 2,5 jam, api akhirnya berhasil dipadamkan total pada pukul 14.30 Wita.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut dan situasi di sekitar lokasi kembali kondusif.

Kapolres Imbau Warga Tak Bakar Sisa Tanaman

Kapolres Sinjai mengingatkan warga agar tidak melakukan pembakaran ranting, sampah, atau sisa tanaman secara sembarangan, terutama saat kemarau.

Ia meminta setiap aktivitas pembakaran diawasi dan dipastikan tidak meninggalkan sumber api yang dapat memicu kebakaran lahan.

“Api kecil bisa dengan cepat membesar dan mengancam lingkungan sekitar jika tidak diawasi,” tegas Jamal.

Menurutnya, kerja sama antara kepolisian, TNI, Damkar, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mempercepat pemadaman serta mencegah api meluas.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru