SulawesiPos.com – Pemerintah pusat secara resmi menegaskan fokusnya untuk meningkatkan mutu pendidikan dan kelembagaan di lingkungan pondok pesantren. Hal ini ditandai dengan berdirinya Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag).
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan pesan dari Presiden Prabowo Subianto tersebut bertepatan dengan momentum Hari Santri Nasional. Keterangan pers terkait komitmen ini diterbitkan pada Kamis (22/10/2026).
Pihak Istana sangat mengapresiasi sejarah panjang kalangan santri dalam mencerdaskan bangsa sejak masa pra-kemerdekaan. Lembaga keagamaan ini dinilai krusial dalam membentuk karakter dan mental generasi muda saat ini.
Dukungan pemerintah diwujudkan melalui Perpres Nomor 18 Tahun 2026 serta aturan turunan PMA Nomor 16 Tahun 2026. Regulasi tersebut menjadi landasan hukum kuat bagi berdirinya struktur baru ini secara definitif.
Kepala Negara disebut menaruh perhatian khusus terhadap pengembangan kawasan pendidikan kaum santri ini. “Bapak Presiden memberikan perhatian yang sangat besar terhadap pesantren,” ujar Prasetyo.
Ia menjelaskan bahwa tempat tersebut bukan sekadar lokasi belajar doktrin agama, melainkan pusat penanaman jiwa nasionalisme. Penguatan tata kelola diharapkan membuat area belajar menjadi lebih aman, nyaman, dan bermartabat.
Keberadaan ditjen baru ini ditujukan untuk memfokuskan pelayanan serta koordinasi kelembagaan di masa depan. Negara menargetkan santri masa kini mendapat peluang lebih luas untuk berkarya di tengah kemajuan zaman.
“Jadi, semangatnya adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga dan memperkuat pesantren sebagai salah satu pilar penting dalam membangun bangsa,” tutup Prasetyo. Peningkatan mutu ini dipastikan akan berjalan selaras dengan pelestarian tradisi keilmuan yang sudah ada. (*)


