Leang-Leang Maros Dibidik Jadi Ruang Kolaborasi Seni dan Teknologi Indonesia-Inggris

SulawesiPos.com – Situs prasejarah Leang-Leang di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, didorong menjadi sumber inspirasi bagi pengembangan seni dan teknologi melalui kolaborasi Indonesia dan Inggris.

Kerja sama lintas disiplin ini diharapkan membuka pendekatan baru dalam memperkenalkan warisan budaya kepada masyarakat masa kini.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, menyampaikan apresiasinya terhadap nilai sejarah Leang-Leang saat mengunjungi Taman Arkeologi Leang-Leang, Senin (19/10/2026).

Menurutnya, peninggalan berupa cap tangan dan gambar hewan purba di dinding gua memiliki arti penting bagi dunia.

“Archeological Park prasejarah Leang-Leang menyimpan jejak peradaban manusia melalui lukisan gua berupa cap tangan dan gambar hewan purba. Ini memiliki nilai penting bagi dunia,” kata Jermey, dilansir Antara.

British Council Libatkan Ilmuwan dan Seniman

Country Director British Council Indonesia dan ASEAN, Summer Xia, mendorong pemanfaatan teknologi modern untuk menghubungkan warisan budaya dengan kreativitas masa depan.

Pendekatan tersebut dilakukan dengan mempertemukan ilmuwan, seniman, dan peneliti guna mengeksplorasi hubungan antara sejarah, seni, dan teknologi.

BACA JUGA:  Leang-Leang Maros, Melihat Jejak Manusia Purba 50 Ribu Tahun Lalu

Kolaborasi ini diharapkan dapat menghadirkan cara yang lebih kreatif dalam menyampaikan informasi sejarah sekaligus memperluas pemahaman masyarakat terhadap peninggalan prasejarah.

Selain itu, Leang-Leang juga memperlihatkan pentingnya kemitraan internasional dalam mendukung pelestarian warisan budaya.

Pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara Indonesia dan Inggris dinilai dapat menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan sejarah kepada khalayak yang lebih luas.

Kawasan karst Maros-Pangkep, tempat lukisan gua prasejarah ditemukan, menyimpan bukti ekspresi artistik manusia masa lampau.

Jejak tersebut memberikan gambaran mengenai kehidupan dan kebudayaan manusia pada masa prasejarah.

Jermey menilai, nilai Leang-Leang tidak terbatas pada fungsinya sebagai situs arkeologi, tetapi juga potensinya untuk menghubungkan sejarah dengan perkembangan kreativitas masa kini.

“Leang-Leang tidak hanya menjadi situs arkeologi yang merekam jejak kehidupan manusia purba, tetapi juga sumber inspirasi untuk membangun dialog antara warisan masa lalu, perkembangan teknologi, dan kreativitas masa depan,” tandasnya.

SulawesiPos.com – Situs prasejarah Leang-Leang di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, didorong menjadi sumber inspirasi bagi pengembangan seni dan teknologi melalui kolaborasi Indonesia dan Inggris.

Kerja sama lintas disiplin ini diharapkan membuka pendekatan baru dalam memperkenalkan warisan budaya kepada masyarakat masa kini.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, menyampaikan apresiasinya terhadap nilai sejarah Leang-Leang saat mengunjungi Taman Arkeologi Leang-Leang, Senin (19/10/2026).

Menurutnya, peninggalan berupa cap tangan dan gambar hewan purba di dinding gua memiliki arti penting bagi dunia.

“Archeological Park prasejarah Leang-Leang menyimpan jejak peradaban manusia melalui lukisan gua berupa cap tangan dan gambar hewan purba. Ini memiliki nilai penting bagi dunia,” kata Jermey, dilansir Antara.

British Council Libatkan Ilmuwan dan Seniman

Country Director British Council Indonesia dan ASEAN, Summer Xia, mendorong pemanfaatan teknologi modern untuk menghubungkan warisan budaya dengan kreativitas masa depan.

Pendekatan tersebut dilakukan dengan mempertemukan ilmuwan, seniman, dan peneliti guna mengeksplorasi hubungan antara sejarah, seni, dan teknologi.

BACA JUGA:  Leang-Leang Maros, Melihat Jejak Manusia Purba 50 Ribu Tahun Lalu

Kolaborasi ini diharapkan dapat menghadirkan cara yang lebih kreatif dalam menyampaikan informasi sejarah sekaligus memperluas pemahaman masyarakat terhadap peninggalan prasejarah.

Selain itu, Leang-Leang juga memperlihatkan pentingnya kemitraan internasional dalam mendukung pelestarian warisan budaya.

Pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara Indonesia dan Inggris dinilai dapat menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan sejarah kepada khalayak yang lebih luas.

Kawasan karst Maros-Pangkep, tempat lukisan gua prasejarah ditemukan, menyimpan bukti ekspresi artistik manusia masa lampau.

Jejak tersebut memberikan gambaran mengenai kehidupan dan kebudayaan manusia pada masa prasejarah.

Jermey menilai, nilai Leang-Leang tidak terbatas pada fungsinya sebagai situs arkeologi, tetapi juga potensinya untuk menghubungkan sejarah dengan perkembangan kreativitas masa kini.

“Leang-Leang tidak hanya menjadi situs arkeologi yang merekam jejak kehidupan manusia purba, tetapi juga sumber inspirasi untuk membangun dialog antara warisan masa lalu, perkembangan teknologi, dan kreativitas masa depan,” tandasnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru