Dosen Hukum Unhas Harap Kapolri Baru Jenderal Suyudi Perkuat Integritas dan Kepercayaan Publik

SulawesiPos.com — Dosen Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas), Dr. Sakka Pati, S.H., M.H., menyampaikan sejumlah saran dan harapan terkait pelantikan Jenderal Pol. Suyudi Ario Seno sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) baru menggantikan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.

Sakka Pati menekankan pentingnya penguatan profesionalisme, integritas, serta pemulihan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian di bawah kepemimpinan baru.

“Harapan untuk Kapolri yang baru, semoga dapat memperkuat profesionalitas dan integritas Polri sekaligus membangun kembali kepercayaan publik. Kewenangan kepolisian memang harus digunakan secara tegas, tetapi tetap proporsional, transparan, dan berlandaskan hukum,” ujar Sakka Pati.

Ia menilai, indikator kekuatan institusi Polri terletak pada tingkat kepercayaan masyarakat, bukan rasa takut.

“Karena pada akhirnya, polisi yang kuat bukan polisi yang ditakuti, melainkan polisi yang dipercaya karena kewenangannya dijalankan secara adil dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Selain itu, Akademisi Hukum Unhas tersebut mengingatkan agar upaya perbaikan citra kepolisian tidak sekadar berfokus pada strategi publikasi atau kehumasan. Perubahan tersebut harus diwujudkan secara nyata dalam bentuk pelayanan publik yang transparan dan humanis.

BACA JUGA:  Kejaksaan Agung Gelar Academic Engagement di Unhas, Adhyaksa Chambers Ditarget Berfungsi 2027

“Perbaikan citra jangan hanya melalui publikasi, tetapi harus dirasakan langsung melalui pelayanan yang cepat, transparan, humanis, dan penegakan hukum yang adil,” tambahnya.

Guna memastikan transformasi berjalan konsisten, Sakka Pati mendorong Kapolri baru untuk memperketat sistem pengawasan internal. Langkah ini mencakup pemberian apresiasi bagi personel yang berprestasi serta tindakan tegas terhadap anggota yang melakukan pelanggaran.

“Kapolri baru perlu memperkuat pengawasan terhadap anggota, memberikan penghargaan bagi yang berprestasi, dan menindak tegas pelanggaran yang merusak nama baik institusi. Citra Polri akan terbentuk dari pengalaman nyata masyarakat saat berhadapan langsung dengan polisi,” pungkasnya.

SulawesiPos.com — Dosen Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas), Dr. Sakka Pati, S.H., M.H., menyampaikan sejumlah saran dan harapan terkait pelantikan Jenderal Pol. Suyudi Ario Seno sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) baru menggantikan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.

Sakka Pati menekankan pentingnya penguatan profesionalisme, integritas, serta pemulihan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian di bawah kepemimpinan baru.

“Harapan untuk Kapolri yang baru, semoga dapat memperkuat profesionalitas dan integritas Polri sekaligus membangun kembali kepercayaan publik. Kewenangan kepolisian memang harus digunakan secara tegas, tetapi tetap proporsional, transparan, dan berlandaskan hukum,” ujar Sakka Pati.

Ia menilai, indikator kekuatan institusi Polri terletak pada tingkat kepercayaan masyarakat, bukan rasa takut.

“Karena pada akhirnya, polisi yang kuat bukan polisi yang ditakuti, melainkan polisi yang dipercaya karena kewenangannya dijalankan secara adil dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Selain itu, Akademisi Hukum Unhas tersebut mengingatkan agar upaya perbaikan citra kepolisian tidak sekadar berfokus pada strategi publikasi atau kehumasan. Perubahan tersebut harus diwujudkan secara nyata dalam bentuk pelayanan publik yang transparan dan humanis.

BACA JUGA:  Komisi III DPR Desak Dugaan Korupsi Batubara Diusut Tuntas, Soroti Dampak Blackout hingga Kerugian Negara

“Perbaikan citra jangan hanya melalui publikasi, tetapi harus dirasakan langsung melalui pelayanan yang cepat, transparan, humanis, dan penegakan hukum yang adil,” tambahnya.

Guna memastikan transformasi berjalan konsisten, Sakka Pati mendorong Kapolri baru untuk memperketat sistem pengawasan internal. Langkah ini mencakup pemberian apresiasi bagi personel yang berprestasi serta tindakan tegas terhadap anggota yang melakukan pelanggaran.

“Kapolri baru perlu memperkuat pengawasan terhadap anggota, memberikan penghargaan bagi yang berprestasi, dan menindak tegas pelanggaran yang merusak nama baik institusi. Citra Polri akan terbentuk dari pengalaman nyata masyarakat saat berhadapan langsung dengan polisi,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru