TAG
Opini
Banjir Informasi, Krisis Literasi: Strategi Menyiasati Keberlimpahan Sumber Pengetahuan
Teknologi boleh membantu mempercepat pekerjaan, tetapi tidak boleh mengambil alih tanggung jawab intelektual manusia.
Menjemput Takdir Sejarah di Tanah Bersejarah
Di tanah bersejarah ini, takdir telah membuka pintunya bagi Darmawangsyah Muin. Sekarang, sejarah menunggu apa yang akan ia lakukan.
Keadilan Itu Bernama Harry Kane
Benarkah terpilihnya Harry Kane pada akhirnya bisa dimaknai sebagai pilihan yang adil?
Sumpah Pemuda vs Sumpah Gen Z dan Gen Milenial
Sumpah Pemuda tidak akan kehilangan makna karena generasi baru merumuskan sumpahnya sendiri.
Mentan Amran Sulaiman: Citra Kokoh tapi Belum “Membumi”
Amran hari ini memiliki modal untuk dihormati. Pekerjaan berikutnya adalah membuat semakin banyak rakyat mengenal, merasakan manfaat.
Perubahan Iklim dan Perilaku Kita Sendiri
Kklim tidak diselamatkan hanya di ruang-ruang rapat yang jauh, melainkan juga di depan rumah, pada saat kita memegang gergaji.
Kado Ulang Tahun untuk Prabowo: Ketika Republik Menagih Jawaban, Bukan Sekadar Perayaan
Republik membutuhkan kepemimpinan yang berani diuji, bersedia dikoreksi, dan sanggup mempertanggungjawabkan mandatnya kepada rakyat.
Tiga Abad Lebih Berlayar: Sulawesi Selatan, Dermaga Harapan bagi Kebangkitan Indonesia Timur
Di usia ke-357, Sulsel tidak sekadar diminta bertahan. Ia dipanggil untuk memimpin, menjadi dermaga tempat seluruh Indonesia Timur.
Negarawan: Antara Jabatan, Karakter, dan Utopia
Bagi seorang negarawan, kekuasaan bukanlah tujuan. Ia hanyalah alat untuk menjaga martabat negara.
Ijazah Gibran dan Perangkap Legalitas: Ujian Legitimasi Demokrasi Indonesia
DPR patut membuka ruang untuk mempertimbangkan pengajuan Hak Angket, dengan terlebih dahulu merumuskan objek penyelidikan, dasar hukum.
Karhutla Bukan Sekadar Asap: Krisis Ekologi yang Mengancam Kesehatan dan Masa Depan Generasi
Menggunakan masker adalah langkah perlindungan, mencegah karhutla adalah tanggung jawab bersama.
Ketika BBM Langka, Ekonomi Daerah Tersandera?
Setiap jam yang hilang dalam antrean BBM bukan sekadar waktu yang terbuang, melainkan juga kesempatan ekonomi .
Surat untuk Jenderal yang Baru Datang
Opini Hasri Jack tentang pergantian Kapolda Sulbar
AWAL, Akhirnya Tiba: Selarik Catatan tentang Kapolda Sulsel Irjen Pol Dr M Awal Chairuddin
Saya mengenal Awal ketika Jusuf Kalla menjadi Wakil Presiden mendampingi Presiden Joko Widodo. Saat itu, Awal bertugas sebagai ADC Pak JK.
Lima Menit di Bilik Suara: Tentang Mandat yang Tak Bisa Ditarik Kembali
Biarlah bilik suara tetap sunyi dan sakral. Tetapi jangan biarkan kedaulatan rakyat pulang bersama tinta di ujung jari.
Heroisme Zeni ke Bulir Padi, Letjen (Purn) Dr Ahmad Rizal Ramdhani 15 Bulan Pimpin Bulog
Dari sawah menuju gudang. Dari gudang menuju pasar. Dari tangan petani menuju tangan rakyat. Di situlah napas BULOG, “Mengantarkan Kebaikan"
Pancasila Setelah Upacara Usai
Pancasila tidak berhenti ketika pembacaan ikrar selesai. Ia tidak ikut meninggalkan lapangan upacara ketika peserta kembali ke ruang kerja.
Euforia Pendidikan Gratis: Menimbang Janji, Menghitung Ongkos
Pendidikan negeri gratis dari SD hingga perguruan tinggi adalah janji yang benar arahnya, tetapi belum memiliki arsitektur fiskal penopang.
Sawah Asia Diuji El Nino, Indonesia Menjawab dengan Kesiapan
El Niño kali ini tidak menemukan Indonesia dalam keadaan lengah. Ia menemukan bangsa yang telah menyiapkan diri jauh sebelum awan berhenti datang,
Rel yang Menjahit Harapan: Kereta Api dan Denyut Baru Ekonomi Sulawesi Selatan
Pada Hari Kereta Api Nasional ini, marilah kita memandang rel Makassar Parepare bukan sebagai proyek yang tertunda, tetapi sebagai janji yang sedang ditunaikan.
Pentingnya Kesadaran atas Manufactured Crisis
Masyarakat hari ini hidup dalam arus informasi yang bergerak jauh lebih cepat daripada kemampuan kita untuk memeriksa kebenarannya.
Narasi Swasembada Pemerintah dan Laporan BPS yang Dituding Asal, Sedang Diuji Oleh El Nino
Stok beras dalam negeri sejauh ini masih cukup. Selain itu, harga beras relatif masih stabil, dan belum terjadi antrean panjang beli beras.
Tawar Menawar Partai Politik Parliamentary Threshold, Demokratiskah?
etika penentuan angka batas ini lebih kental dengan nuansa pragmatisme dan negosiasi antarelite parpol besar daripada prinsip keadilan.
Ketika Struktur Terus Bertambah
Struktur organisasi yang terus bertambah belum tentu membuat pekerjaan lebih efektif. Efisiensi perlu dilihat dari proses kerja.
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Apa Artinya bagi Kehidupan Kita?
Nilai tukar rupiah melemah hingga Rp18.096 per dolar AS. Ini dampaknya terhadap harga barang, utang luar negeri, impor, dan perekonomian Indonesia.
Menata Ulang Segitiga Kekuasaan dalam RUU Partai Politik
Revisi UU Partai Politik dalam Prolegnas 2026 dinilai menjadi momentum memperkuat demokrasi internal partai. Risal Suaib mengulas pentingnya menyeimbangkan relasi antara parpol, politisi, dan pemilih demi masa depan demokrasi Indonesia.
AMRAN SULAIMAN: Menteri yang Bisa Jadi “Jubir” Kebijakan Presiden
Opini Toto Izul Fatah tentang peran Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebagai penerjemah kebijakan pangan Presiden Prabowo, dari swasembada hingga stabilitas harga beras.
Menjaga Perut Rakyat, Merancang Republik: Membaca Kepemimpinan Andi Amran Sulaiman
Dari jejak perjalanannya, Andi Amran Sulaiman sudah mengorkestrasi. Di era panggung politik yang dipenuhi narasi, Andi Amran Sulaiman justru menawarkan narasi kerja. Dia tidak membangun personal branding melainkan membangun public trust.
Pertemuan Saudagar Bugis Makassar: Panggung Megah, Rakyat Menunggu
Sejarah Bugis-Makassar tidak dibangun oleh mereka yang hanya berkumpul. Ia dibangun oleh mereka yang berlayar yang meninggalkan daratan, menghadapi badai, dan pulang dengan hasil.
Daeng Lewa, Ironi dari Tanah Kaya yang Tak Menghidupi
Dg Lewa adalah kisah tentang Parangloe — tanah kaya yang tak mampu menyejahterakan anaknya. Tentang sungai yang memberi kehidupan bagi kota, tapi membiarkan kampungnya sendiri merana.
Jarak Kata dan Kenyataan, Membaca Komunikasi Politik Presiden di Era Media Sosial
Artikel opini Mustamin Raga membahas mengapa pidato presiden sering mendapat respons negatif di media sosial. Fenomena ini terkait jarak antara narasi pemerintah dan pengalaman nyata masyarakat.


