Tambang Batubara Diduga Ilegal di Bone Beroperasi Malam Hari, Kapolsek Mengaku Tak Tahu

SulawesiPos.com – Aktivitas tambang di eks lokasi PT Pasir Walanae, Desa Massenreng Pulu, Kecamatan Lamuru, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan menuai sorotan.

Aktivitas tersebut menjadi sorotan lantaran kegiatan pengangkutan material disebut berlangsung pada malam hari. Sejumlah truk diduga keluar-masuk lokasi tambang ketika suasana sudah gelap.

Informasi yang diperoleh media ini dari sumber di lapangan menyebutkan, aktivitas tambang tersebut diduga tidak mengantongi izin sebagaimana mestinya.

Operasional pada malam hari diduga dilakukan untuk menghindari perhatian masyarakat. Namun, aktivitas kendaraan pengangkut material disebut tetap terlihat oleh warga yang berada di sekitar lokasi.

“Lokasinya di eks PT Pasir Walanae. Beroperasi malam hari untuk mengelabui masyarakat,” kata sumber tersebut, Senin (21/9/2026).

Keberadaan aktivitas tambang tersebut juga menimbulkan tanda tanya karena aparat kepolisian setempat mengaku belum mengetahui adanya kegiatan pertambangan di lokasi tersebut.

Kapolsek Lamuru, AKP Andi Jalaluluddin, saat dikonfirmasi mengaku belum mengetahui informasi mengenai aktivitas tambang di eks lokasi PT Pasir Walanae.

BACA JUGA:  Polri Bongkar Dugaan Penyelundupan Emas Ilegal ke Dubai, 2 WNA Diamankan

“Saya belum tahu itu Dinda. Nanti kita cek,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi perhatian karena aktivitas tambang disebut telah berlangsung dan kendaraan pengangkut material dilaporkan beroperasi pada malam hari. (kar)

SulawesiPos.com – Aktivitas tambang di eks lokasi PT Pasir Walanae, Desa Massenreng Pulu, Kecamatan Lamuru, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan menuai sorotan.

Aktivitas tersebut menjadi sorotan lantaran kegiatan pengangkutan material disebut berlangsung pada malam hari. Sejumlah truk diduga keluar-masuk lokasi tambang ketika suasana sudah gelap.

Informasi yang diperoleh media ini dari sumber di lapangan menyebutkan, aktivitas tambang tersebut diduga tidak mengantongi izin sebagaimana mestinya.

Operasional pada malam hari diduga dilakukan untuk menghindari perhatian masyarakat. Namun, aktivitas kendaraan pengangkut material disebut tetap terlihat oleh warga yang berada di sekitar lokasi.

“Lokasinya di eks PT Pasir Walanae. Beroperasi malam hari untuk mengelabui masyarakat,” kata sumber tersebut, Senin (21/9/2026).

Keberadaan aktivitas tambang tersebut juga menimbulkan tanda tanya karena aparat kepolisian setempat mengaku belum mengetahui adanya kegiatan pertambangan di lokasi tersebut.

Kapolsek Lamuru, AKP Andi Jalaluluddin, saat dikonfirmasi mengaku belum mengetahui informasi mengenai aktivitas tambang di eks lokasi PT Pasir Walanae.

BACA JUGA:  Polri Bongkar Dugaan Penyelundupan Emas Ilegal ke Dubai, 2 WNA Diamankan

“Saya belum tahu itu Dinda. Nanti kita cek,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi perhatian karena aktivitas tambang disebut telah berlangsung dan kendaraan pengangkut material dilaporkan beroperasi pada malam hari. (kar)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru