SulawesiPos.com – Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar mematangkan Festival Urban Farming 2026 melalui rapat koordinasi pada Jumat (6/11/2026). Festival yang dijadwalkan berlangsung 11-15 November di Anjungan City of Makassar itu akan mempertemukan kelompok tani, nelayan, pelaku usaha, komunitas, lembaga pendidikan, dan masyarakat.
Rapat di Ruang Rapat Kantor Sementara DP2 Makassar dipimpin Kepala DP2 Makassar Aulia Arsyad dan dihadiri pejabat serta staf dinas. Pembahasan difokuskan pada pemantapan teknis dan pembagian peran agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan optimal.
Aulia mengatakan festival tersebut menjadi ruang bagi warga untuk mengenal program DP2 yang tidak hanya berkaitan dengan pertanian perkotaan.
“Festival Urban Farming menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat berbagai potensi dan program Pemerintah Kota Makassar di sektor pertanian, perikanan, hingga peternakan,” ujarnya, Sabtu (7/11/2026).

Festival dijadwalkan berlangsung pukul 08.00-17.00 Wita dan terbuka untuk masyarakat. Agenda yang disiapkan mencakup pameran program, edukasi pertanian perkotaan, pasar tani, talkshow, pasar hobi, pameran produk UMKM, layanan kesehatan hewan, vaksinasi rabies, serta lomba kreativitas.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Urban Farming Kota Makassar, Inovasi Pangan yang Tangguh dan Berkelanjutan” sebagai bagian dari rangkaian HUT ke-419 Kota Makassar.
Bukan Hanya Soal Tanaman
DP2 Makassar melibatkan kelompok tani, kelompok wanita tani, kelompok nelayan, kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan, komunitas budidaya maggot, serta lembaga pendidikan.
Universitas Islam Makassar dijadwalkan mendukung pengembangan budidaya jamur, sedangkan Universitas Hasanuddin terlibat dalam pengembangan ayam alopi. Keterlibatan tersebut memperluas cakupan festival dari sekadar pameran tanaman menjadi ruang berbagi pengetahuan dan inovasi pangan lokal.
Sejumlah perlombaan juga disiapkan, antara lain lomba merangkai buah dan sayur, lomba mewarnai, lomba memasak olahan ikan, hingga kegiatan yang melibatkan nelayan dan perahu kecil di kawasan Untia.
Terhubung dengan Edufarm
Festival ini menjadi bagian dari pengembangan ekosistem urban farming di Makassar. Pemkot Makassar menyiapkan kawasan Edukasi Farming atau Edufarm di Sudiang dan Barombong.
Kawasan tersebut dirancang sebagai ruang belajar yang menggabungkan budidaya hortikultura, peternakan, perikanan, budidaya jamur, serta pengolahan sampah melalui maggot dan biopori.
Program itu juga diarahkan untuk membantu warga memanfaatkan lahan terbatas, memperkuat ketahanan pangan keluarga, dan mengembangkan kegiatan ekonomi berbasis potensi lokal.
Melalui Festival Urban Farming, DP2 Makassar ingin mendekatkan program pemerintah dengan masyarakat sekaligus memperlihatkan bahwa sektor pertanian, perikanan, peternakan, dan pengolahan pangan dapat dikembangkan secara terpadu di tengah kota.


