SulawesiPos.com – Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XVIII Sulawesi Selatan 2026 resmi dibuka di Stadion La Patau Matannatikka, Watampone, Kabupaten Bone, Sabtu (7/11/2026). Gubernur Sulawesi Selatan membuka langsung ajang olahraga yang mempertemukan kontingen kabupaten dan kota se-Sulsel tersebut.
PORPROV XVIII Sulsel berlangsung hingga 14 November 2026 dengan Kabupaten Bone dan Kabupaten Wajo sebagai tuan rumah bersama. Sejumlah pertandingan telah digelar sebelum seremoni pembukaan sehingga klasemen sementara sudah mulai terbentuk.
Berdasarkan rekap yang dipublikasikan sebelum pembukaan, Kabupaten Pangkep memimpin dengan 18 medali emas, 8 perak, dan 5 perunggu. Kota Makassar berada di posisi berikutnya dengan 8 emas, 13 perak, dan 11 perunggu, disusul Bone dengan 6 emas, 5 perak, dan 17 perunggu.
Kabupaten Wajo sementara mengoleksi 3 medali perak dan 4 perunggu. Perolehan tersebut masih dapat berubah karena pertandingan terus berlangsung sampai penutupan.
Bone dan Wajo Berbagi Venue
PORPROV kali ini membagi pertandingan ke dua wilayah tuan rumah. Berdasarkan pemaparan KONI Bone, sebanyak 45 cabang olahraga dipertandingkan dengan 24 cabor berlangsung di Bone dan 21 cabor di Wajo.
Bone menggunakan sejumlah fasilitas olahraga dan ruang publik sebagai venue, antara lain Stadion La Patau Matannatikka untuk sepak bola, atletik, dan panjat tebing; Pantai Bajoe untuk dayung dan selam; Lapangan Merdeka untuk voli serta modern pentathlon; dan fasilitas olahraga lain di Watampone untuk judo, karate, bridge, catur, biliar, menembak, hingga anggar.
Di Wajo, Stadion Andi Ninnong menjadi salah satu pusat pertandingan. Venue lain yang disiapkan meliputi Kolam Renang Atakkae, Sallo Mall, Sirkuit Atakkae, GOR, serta sejumlah fasilitas olahraga di Sengkang dan kecamatan sekitarnya.
Semangat tuan rumah juga ditandai dengan kedatangan obor PORPROV dari Wajo ke Bone. Obor diserahkan di Pompanua, Kecamatan Ajangale, lalu diarak menuju Watampone sebelum digunakan dalam seremoni pembukaan.
Bupati Bone Andi Asman Sulaiman sebelumnya meminta seluruh fasilitas dipastikan siap untuk atlet, ofisial, dan tamu.
“Kita ingin para tamu dan atlet yang datang merasa nyaman selama berada di Kabupaten Bone,” kata Andi Asman dalam rapat koordinasi Forkopimda, Senin (2/11/2026).
Makassar Turunkan 824 Atlet
Kota Makassar menjadi salah satu kontingen dengan kekuatan terbesar. Pemkot Makassar mengirim 824 atlet untuk berlaga di 45 cabor, didukung 153 pelatih, 126 ofisial, dan 23 mekanik.
Makassar membidik sedikitnya 200 medali emas sekaligus mempertahankan posisi sebagai juara umum PORPROV. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meminta atlet menjaga kepercayaan diri dan disiplin selama bertanding.
“Bertandinglah dengan penuh percaya diri, disiplin, dan semangat pantang menyerah,” pesan Munafri.
Kabupaten Bone sebagai tuan rumah menargetkan 62 medali emas, 78 perak, dan 75 perunggu. Target tersebut diharapkan mengangkat posisi Bone dalam klasemen akhir setelah seluruh pertandingan selesai.
Layanan Atlet Jadi Perhatian
Di tengah pembukaan yang berlangsung meriah, sejumlah persoalan teknis menjadi perhatian di klaster Bone, terutama akses air bersih di pemukiman atlet dan ketersediaan BBM untuk mobilisasi kontingen.
Pemerintah dan panitia daerah perlu menjaga kelancaran layanan dasar selama kompetisi berlangsung. Di Wajo, pengelola menyiapkan tanki air serta berkoordinasi dengan PLN dan Pertamina untuk mengantisipasi kebutuhan air, listrik, dan BBM selama penerimaan kontingen.
Aspek keamanan, kebersihan, dan pencegahan pemadaman listrik juga telah dibahas dalam koordinasi lintas instansi di Bone. Langkah tersebut penting karena ribuan atlet, ofisial, pendamping, dan tamu bergerak di antara venue selama sepekan pelaksanaan.
Selain menjadi ajang prestasi, PORPROV diharapkan menggerakkan ekonomi lokal Bone dan Wajo. Pergerakan kontingen berpotensi meningkatkan aktivitas penginapan, rumah makan, transportasi, perdagangan, serta UMKM yang berada di sekitar lokasi pertandingan.


