Bola Soba Bone, Rumah Persahabatan yang Menyimpan Jejak Kerajaan

SulawesiPos.com – Bola Soba atau Saoraja Petta Ponggawae di Watampone, Kabupaten Bone, bukan sekadar rumah panggung tradisional. Bangunan di Jalan Latenritatta itu pernah menjadi bagian dari perjalanan kerajaan, markas militer, ruang kegiatan kesenian, hingga ikon sejarah masyarakat Bone sebelum terbakar pada 20 Maret 2021.

Istilah Bola Soba dimaknai sebagai rumah persahabatan. Menurut catatan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Bone, bangunan yang berdiri di Jalan Latenritatta merupakan replika rumah Kerajaan Bone yang dibangun sekitar 1890.

Namun, catatan sejarah mengenai tahun dan penguasa pada masa pembangunannya tidak sepenuhnya seragam. Artikel resmi Dinas Kebudayaan Bone menyebut pembangunan berlangsung pada masa Raja Bone ke-30, La Pawawoi Karaeng Sigeri, sedangkan laman resmi Pemkab Bone saat melaporkan kebakaran menulis tahun 1895 dan menyebut La Pawawoi sebagai Raja Bone ke-31.

Perbedaan tersebut perlu dibaca sebagai dua versi sumber yang masih membutuhkan penelusuran sejarah lebih lanjut, bukan sebagai satu data yang sudah pasti.

Berpindah Tiga Kali

Saoraja Petta Ponggawae awalnya berada di Jalan Petta Ponggawae, lokasi yang kini menjadi rumah jabatan Bupati Bone. Bangunan itu kemudian dipindahkan ke Jalan Veteran sebelum dibangun kembali di Jalan Latenritatta pada 1978.

BACA JUGA:  Tradisi Maulid, Emmak-emmak Bone Borong Baskom

Peresmian bangunan di lokasi terakhir dilakukan pada 14 April 1982 oleh Daoed Joesoef. Arsip resmi Kementerian Pendidikan mencatat Daoed menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada 1978-1983.

Sebagai replika, bangunan tersebut dirancang mendekati bentuk rumah aslinya, meski menggunakan bahan dan ukuran yang tidak sepenuhnya sama. Bola Soba memiliki panjang sekitar 39,45 meter yang terbagi atas lego-lego atau teras, rumah induk, lari-larian atau selasar, dan bagian belakang yang berfungsi sebagai dapur.

Dari Istana hingga Ruang Seni

Riwayat Bola Soba tidak berhenti pada fungsi sebagai kediaman bangsawan. Catatan Dinas Kebudayaan Bone menyebut bangunan itu pernah ditempati Baso Pagilingi Abdul Hamid, putra mahkota La Pawawoi yang kemudian menjadi Petta Ponggawae atau panglima perang Kerajaan Bone.

Sekitar 1912, bangunan tersebut jatuh ke tangan Belanda dan digunakan sebagai markas tentara serta tempat menjamu tamu. Fungsi itu ikut melahirkan sebutan Bola Soba atau rumah persahabatan.

Bola Soba kemudian pernah dipakai sebagai istana sementara Raja Bone La Mappanyukki pada 1931. Bangunan itu juga pernah menjadi markas Kesatuan Gerilya Sulawesi Selatan, asrama TNI pada 1957, lalu dimanfaatkan sebagai bangunan peninggalan sejarah.

BACA JUGA:  Viral Polres Bone Diterpa Isu Suap Rp15 Juta, Ini Kata Kasat Narkoba Iptu Irham

Sebelum terbakar, Bola Soba menjadi ruang latihan sejumlah sanggar seni di Watampone. Anak-anak berlatih tari adat dan teater, sementara kostum kesenian serta gong menjadi bagian dari perlengkapan yang tersimpan di dalamnya.

Terbakar dan Direncanakan Dibangun Kembali

Kebakaran terjadi sekitar pukul 03.00 Wita pada Sabtu, 20 Maret 2021. Api menghanguskan bangunan kayu tersebut ketika Bone bersiap memperingati hari jadi ke-691.

Bupati Bone saat itu, Andi Fahsar Mahdin Padjalangi, berharap bangunan tersebut dapat dibangun kembali dengan tetap mempertahankan bentuk aslinya.

“Di balik musibah ini tentu ada hikmahnya, insya Allah mari kita sama-sama memikirkan untuk bangun kembali seperti sediakala,” kata Fahsar dalam keterangan resmi Pemkab Bone.

Upaya pelestarian kemudian berlanjut melalui diskusi pemerintah, akademisi, tokoh adat, dan pegiat budaya. Dalam Focus Group Discussion terkait Bola Soba pada 24 Oktober 2025, Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin menekankan posisi bangunan itu bagi identitas daerah.

BACA JUGA:  Program KPU Mengajar Kembali Digelar, SMAN 9 Bone Jadi Sasaran

“Bola Soba bukan sekadar bangunan bersejarah, tetapi simbol kebersamaan, kehormatan, dan identitas Bone,” ujar Andi Akmal.

Pada Mei 2026, Pemkab Bone juga mengajukan dukungan kepada Kementerian Kebudayaan untuk memperkuat pelestarian budaya dan pembangunan kembali Rumah Adat Bola Soba. Pemerintah daerah menyebut rencana tersebut sebagai bagian dari strategi menjaga ikon sejarah serta kebanggaan masyarakat Bone.

Sumber resmi yang diperiksa belum menyatakan pembangunan kembali Bola Soba telah rampung. Karena itu, Bola Soba saat ini lebih tepat dibaca sebagai warisan sejarah yang sedang diperjuangkan keberlanjutan fisik dan maknanya.

Status Cagar Budaya Masih Menjadi Catatan

Aspek lain dalam pelestarian Bola Soba adalah status hukumnya. Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Bone, Muhlis Hadrawi, menyatakan pada 2022 bahwa Bola Soba belum memiliki dasar hukum sebagai cagar budaya.

“Secara cagar budaya belum memiliki dasar hukum,” kata Muhlis kepada detikSulsel.

Pernyataan tersebut menjadi catatan penting dalam rencana pembangunan kembali. Pelestarian tidak hanya menyangkut bentuk rumah panggung, tetapi juga ketepatan sejarah, kedudukan adat, fungsi budaya, dan dasar hukum perlindungannya.

SulawesiPos.com – Bola Soba atau Saoraja Petta Ponggawae di Watampone, Kabupaten Bone, bukan sekadar rumah panggung tradisional. Bangunan di Jalan Latenritatta itu pernah menjadi bagian dari perjalanan kerajaan, markas militer, ruang kegiatan kesenian, hingga ikon sejarah masyarakat Bone sebelum terbakar pada 20 Maret 2021.

Istilah Bola Soba dimaknai sebagai rumah persahabatan. Menurut catatan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Bone, bangunan yang berdiri di Jalan Latenritatta merupakan replika rumah Kerajaan Bone yang dibangun sekitar 1890.

Namun, catatan sejarah mengenai tahun dan penguasa pada masa pembangunannya tidak sepenuhnya seragam. Artikel resmi Dinas Kebudayaan Bone menyebut pembangunan berlangsung pada masa Raja Bone ke-30, La Pawawoi Karaeng Sigeri, sedangkan laman resmi Pemkab Bone saat melaporkan kebakaran menulis tahun 1895 dan menyebut La Pawawoi sebagai Raja Bone ke-31.

Perbedaan tersebut perlu dibaca sebagai dua versi sumber yang masih membutuhkan penelusuran sejarah lebih lanjut, bukan sebagai satu data yang sudah pasti.

Berpindah Tiga Kali

Saoraja Petta Ponggawae awalnya berada di Jalan Petta Ponggawae, lokasi yang kini menjadi rumah jabatan Bupati Bone. Bangunan itu kemudian dipindahkan ke Jalan Veteran sebelum dibangun kembali di Jalan Latenritatta pada 1978.

BACA JUGA:  Andi Tenri Walinonong Anaknya Siapa, Putri Tokoh Ulaweng yang Pimpin DPRD Bone di Usia 30 Tahun, Hartanya Rp1,9 Miliar

Peresmian bangunan di lokasi terakhir dilakukan pada 14 April 1982 oleh Daoed Joesoef. Arsip resmi Kementerian Pendidikan mencatat Daoed menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada 1978-1983.

Sebagai replika, bangunan tersebut dirancang mendekati bentuk rumah aslinya, meski menggunakan bahan dan ukuran yang tidak sepenuhnya sama. Bola Soba memiliki panjang sekitar 39,45 meter yang terbagi atas lego-lego atau teras, rumah induk, lari-larian atau selasar, dan bagian belakang yang berfungsi sebagai dapur.

Dari Istana hingga Ruang Seni

Riwayat Bola Soba tidak berhenti pada fungsi sebagai kediaman bangsawan. Catatan Dinas Kebudayaan Bone menyebut bangunan itu pernah ditempati Baso Pagilingi Abdul Hamid, putra mahkota La Pawawoi yang kemudian menjadi Petta Ponggawae atau panglima perang Kerajaan Bone.

Sekitar 1912, bangunan tersebut jatuh ke tangan Belanda dan digunakan sebagai markas tentara serta tempat menjamu tamu. Fungsi itu ikut melahirkan sebutan Bola Soba atau rumah persahabatan.

Bola Soba kemudian pernah dipakai sebagai istana sementara Raja Bone La Mappanyukki pada 1931. Bangunan itu juga pernah menjadi markas Kesatuan Gerilya Sulawesi Selatan, asrama TNI pada 1957, lalu dimanfaatkan sebagai bangunan peninggalan sejarah.

BACA JUGA:  Program KPU Mengajar Kembali Digelar, SMAN 9 Bone Jadi Sasaran

Sebelum terbakar, Bola Soba menjadi ruang latihan sejumlah sanggar seni di Watampone. Anak-anak berlatih tari adat dan teater, sementara kostum kesenian serta gong menjadi bagian dari perlengkapan yang tersimpan di dalamnya.

Terbakar dan Direncanakan Dibangun Kembali

Kebakaran terjadi sekitar pukul 03.00 Wita pada Sabtu, 20 Maret 2021. Api menghanguskan bangunan kayu tersebut ketika Bone bersiap memperingati hari jadi ke-691.

Bupati Bone saat itu, Andi Fahsar Mahdin Padjalangi, berharap bangunan tersebut dapat dibangun kembali dengan tetap mempertahankan bentuk aslinya.

“Di balik musibah ini tentu ada hikmahnya, insya Allah mari kita sama-sama memikirkan untuk bangun kembali seperti sediakala,” kata Fahsar dalam keterangan resmi Pemkab Bone.

Upaya pelestarian kemudian berlanjut melalui diskusi pemerintah, akademisi, tokoh adat, dan pegiat budaya. Dalam Focus Group Discussion terkait Bola Soba pada 24 Oktober 2025, Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin menekankan posisi bangunan itu bagi identitas daerah.

BACA JUGA:  BMKG Update Gempa M7,7 NTT, Bone Masuk Waspada Tsunami

“Bola Soba bukan sekadar bangunan bersejarah, tetapi simbol kebersamaan, kehormatan, dan identitas Bone,” ujar Andi Akmal.

Pada Mei 2026, Pemkab Bone juga mengajukan dukungan kepada Kementerian Kebudayaan untuk memperkuat pelestarian budaya dan pembangunan kembali Rumah Adat Bola Soba. Pemerintah daerah menyebut rencana tersebut sebagai bagian dari strategi menjaga ikon sejarah serta kebanggaan masyarakat Bone.

Sumber resmi yang diperiksa belum menyatakan pembangunan kembali Bola Soba telah rampung. Karena itu, Bola Soba saat ini lebih tepat dibaca sebagai warisan sejarah yang sedang diperjuangkan keberlanjutan fisik dan maknanya.

Status Cagar Budaya Masih Menjadi Catatan

Aspek lain dalam pelestarian Bola Soba adalah status hukumnya. Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Bone, Muhlis Hadrawi, menyatakan pada 2022 bahwa Bola Soba belum memiliki dasar hukum sebagai cagar budaya.

“Secara cagar budaya belum memiliki dasar hukum,” kata Muhlis kepada detikSulsel.

Pernyataan tersebut menjadi catatan penting dalam rencana pembangunan kembali. Pelestarian tidak hanya menyangkut bentuk rumah panggung, tetapi juga ketepatan sejarah, kedudukan adat, fungsi budaya, dan dasar hukum perlindungannya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru