Makassar Tourism Outlook 2026 Bahas Strategi Jadikan Kota Daeng Gerbang Wisata Indonesia Timur

SulawesiPos.com – Makassar, Sulawesi Selatan, menghadapi tantangan untuk mengubah posisinya sebagai pintu masuk Indonesia Timur menjadi destinasi yang mampu menarik wisatawan tinggal lebih lama dan membelanjakan uangnya di daerah.

Upaya tersebut akan dibahas melalui Makassar Tourism Outlook 2026 yang dirangkaikan dengan peluncuran Makassar Great Sale, Kamis (5/11/2026).

Persoalan ini berkaitan dengan daya tarik objek wisata, sekaligus bagaimana sektor perhotelan, kuliner, pusat perbelanjaan, perdagangan, dan UMKM saling terhubung dalam satu ekosistem pariwisata.

Makassar Great Sale menjadi salah satu instrumen yang disiapkan untuk memperkuat keterhubungan tersebut.

Program ini melibatkan berbagai sektor usaha sehingga aktivitas wisata diharapkan turut menggerakkan transaksi ekonomi lokal.

Sementara itu, Makassar Tourism Outlook 2026 akan menjadi forum untuk merumuskan arah pengembangan industri pariwisata menghadapi 2027.

Pembahasannya mencakup peluang investasi, perubahan perilaku wisatawan, konektivitas, hingga persaingan antardestinasi.

Persaingan Destinasi dan Peluang Ekonomi

Forum yang mengangkat tema “Memperkuat Positioning Makassar sebagai Gateway Tourism Indonesia Timur di Tengah Dinamika Ekonomi dan Perubahan Perilaku Wisatawan” tersebut akan membahas lima fokus strategis.

BACA JUGA:  Local Fest 2026 Target 15 Ribu Pengunjung di Makassar, Dorong Ekonomi Kreatif hingga UMKM Lokal

Salah satu perhatian utama adalah perubahan pola perjalanan wisatawan yang semakin mengandalkan layanan digital.

Kondisi ini menuntut destinasi memiliki kualitas pelayanan, aksesibilitas, keamanan, dan kebersihan yang mampu memenuhi kebutuhan pengunjung.

Di sisi lain, Makassar memiliki peluang mengembangkan beragam segmen wisata, mulai dari kuliner, maritim, sejarah, olahraga, hingga Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE).

Forum juga akan mengevaluasi perkembangan industri sepanjang 2026 melalui sejumlah indikator, seperti jumlah kunjungan wisatawan, tingkat hunian hotel, aktivitas MICE, penerbangan, dan industri perjalanan.

Hasil evaluasi tersebut akan menjadi bahan penyusunan outlook pariwisata 2027, termasuk pemetaan segmen pasar potensial, peluang investasi, serta risiko yang perlu diantisipasi.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dijadwalkan membuka kegiatan yang berlangsung pukul 10.00 hingga 12.30 WITA di Ballroom MaxOne Hotel, Jalan Taman Makam Pahlawan, Makassar.

Forum ini menghadirkan Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Ni Luh Puspa, serta President Indonesia Marketing Association (IMA) Chapter Makassar sekaligus Ketua DPD Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Sulselbar, Ricky Theodores, sebagai pembicara utama.

BACA JUGA:  Makassar Coffee Fest 2026 Jadi Ruang UMKM Kopi Unjuk Kreasi, Penang Bawa Espresso Beraroma Buah

Diskusi panel dipandu Dr. Novita Kumala Sari Sutopo, S.E., M.M. dengan menghadirkan Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar A. Hendra Hakamuddin, Ketua PHRI Sulawesi Selatan Anggiat Sinaga, dan Public Policy & Government Relations Manager Traveloka, Mohammad Rinaldi.

Selain membahas strategi pemerintah dan industri, forum ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara asosiasi, pelaku usaha, pengelola destinasi, maskapai, platform perjalanan, komunitas, dan UMKM.

SulawesiPos.com – Makassar, Sulawesi Selatan, menghadapi tantangan untuk mengubah posisinya sebagai pintu masuk Indonesia Timur menjadi destinasi yang mampu menarik wisatawan tinggal lebih lama dan membelanjakan uangnya di daerah.

Upaya tersebut akan dibahas melalui Makassar Tourism Outlook 2026 yang dirangkaikan dengan peluncuran Makassar Great Sale, Kamis (5/11/2026).

Persoalan ini berkaitan dengan daya tarik objek wisata, sekaligus bagaimana sektor perhotelan, kuliner, pusat perbelanjaan, perdagangan, dan UMKM saling terhubung dalam satu ekosistem pariwisata.

Makassar Great Sale menjadi salah satu instrumen yang disiapkan untuk memperkuat keterhubungan tersebut.

Program ini melibatkan berbagai sektor usaha sehingga aktivitas wisata diharapkan turut menggerakkan transaksi ekonomi lokal.

Sementara itu, Makassar Tourism Outlook 2026 akan menjadi forum untuk merumuskan arah pengembangan industri pariwisata menghadapi 2027.

Pembahasannya mencakup peluang investasi, perubahan perilaku wisatawan, konektivitas, hingga persaingan antardestinasi.

Persaingan Destinasi dan Peluang Ekonomi

Forum yang mengangkat tema “Memperkuat Positioning Makassar sebagai Gateway Tourism Indonesia Timur di Tengah Dinamika Ekonomi dan Perubahan Perilaku Wisatawan” tersebut akan membahas lima fokus strategis.

BACA JUGA:  Local Fest 2026 Target 15 Ribu Pengunjung di Makassar, Dorong Ekonomi Kreatif hingga UMKM Lokal

Salah satu perhatian utama adalah perubahan pola perjalanan wisatawan yang semakin mengandalkan layanan digital.

Kondisi ini menuntut destinasi memiliki kualitas pelayanan, aksesibilitas, keamanan, dan kebersihan yang mampu memenuhi kebutuhan pengunjung.

Di sisi lain, Makassar memiliki peluang mengembangkan beragam segmen wisata, mulai dari kuliner, maritim, sejarah, olahraga, hingga Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE).

Forum juga akan mengevaluasi perkembangan industri sepanjang 2026 melalui sejumlah indikator, seperti jumlah kunjungan wisatawan, tingkat hunian hotel, aktivitas MICE, penerbangan, dan industri perjalanan.

Hasil evaluasi tersebut akan menjadi bahan penyusunan outlook pariwisata 2027, termasuk pemetaan segmen pasar potensial, peluang investasi, serta risiko yang perlu diantisipasi.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dijadwalkan membuka kegiatan yang berlangsung pukul 10.00 hingga 12.30 WITA di Ballroom MaxOne Hotel, Jalan Taman Makam Pahlawan, Makassar.

Forum ini menghadirkan Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Ni Luh Puspa, serta President Indonesia Marketing Association (IMA) Chapter Makassar sekaligus Ketua DPD Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Sulselbar, Ricky Theodores, sebagai pembicara utama.

BACA JUGA:  Makassar Coffee Fest 2026 Jadi Ruang UMKM Kopi Unjuk Kreasi, Penang Bawa Espresso Beraroma Buah

Diskusi panel dipandu Dr. Novita Kumala Sari Sutopo, S.E., M.M. dengan menghadirkan Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar A. Hendra Hakamuddin, Ketua PHRI Sulawesi Selatan Anggiat Sinaga, dan Public Policy & Government Relations Manager Traveloka, Mohammad Rinaldi.

Selain membahas strategi pemerintah dan industri, forum ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara asosiasi, pelaku usaha, pengelola destinasi, maskapai, platform perjalanan, komunitas, dan UMKM.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru