Benteng Rotterdam Ditutup Mulai 5 November, Revitalisasi Hentikan Seluruh Aktivitas Pengunjung

SulawesiPos.com – Kawasan Benteng Rotterdam di Jalan Ujung Pandang, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mulai ditutup Kamis (5/11/2026).

Penutupan berlaku bagi seluruh aktivitas masyarakat, termasuk kunjungan wisata dan penyelenggaraan event, untuk mendukung proses revitalisasi kawasan cagar budaya tersebut.

Pengumuman penutupan ditandai dengan pemasangan spanduk bertuliskan ‘Tutup Sementara’ di depan kawasan benteng pada Rabu (4/11/2026).

Pengelola Museum dan Cagar Budaya Wilayah Sulawesi dan Maluku, Isbahuddin, mengatakan keputusan tersebut diambil untuk menghindari risiko keselamatan pengunjung selama pekerjaan revitalisasi berlangsung.

“Pada prinsipnya sebenarnya penutupan untuk masalah pengamanan dan keamanan dan kenyamanan pengunjung,” kata Isbahuddin.

Penutupan dilakukan tanpa batas waktu yang ditentukan. Pengelola masih menunggu penyelesaian seluruh tahapan pekerjaan sebelum kembali membuka kawasan tersebut untuk masyarakat.

“Ditutup mulai 5 November sampai batas yang belum ditentukan,” ujarnya.

Kunjungan Wisata dan Event Ikut Dihentikan

Selama penutupan, masyarakat tidak dapat memasuki kawasan untuk berwisata maupun memanfaatkan lokasi sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan.

BACA JUGA:  Menjelajah Pulau Gusung Makassar: Surga Pasir Putih yang Hanya 15 Menit dari Kota

Kebijakan tersebut juga berlaku bagi berbagai bentuk penggunaan tempat yang sebelumnya menjadi salah satu aktivitas di Benteng Rotterdam.

“Jadi tidak lagi, baik kunjungan maupun event. Penggunaan tempat kita hentikan dulu untuk sementara,” tegasnya.

Isbahuddin menjelaskan, revitalisasi tidak dilaksanakan langsung oleh pihak pengelola, melainkan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) dan Direktorat Jenderal terkait. Pekerjaan mencakup instalasi pengembangan dan pemanfaatan kawasan.

Penutupan ini berdampak pada salah satu destinasi wisata sejarah yang mencatat puluhan ribu kunjungan. Berdasarkan data pengelola, Benteng Rotterdam dikunjungi 38.991 orang selama Januari hingga Oktober 2026.

Jumlah tersebut terdiri atas 15.668 pengunjung umum, 18.431 pelajar, 6.960 wisatawan asing, dan delapan kunjungan dari unsur dinas.

Kunjungan tertinggi terjadi pada September sebanyak 8.554 orang, disusul Juli dengan 8.477 orang.

Selain kunjungan wisata, pengelola mencatat 598 permohonan pemanfaatan kawasan untuk lima kategori, yakni kunjungan, dokumentasi, penggunaan tempat, penelitian, dan magang.

Sejumlah kegiatan seperti Makassar Culinary Night, Makassar International Writers Festival, Matappa Festival, Konferensi Musik Indonesia (KMI), dan Rock in Celebes juga pernah digelar di lokasi tersebut.

BACA JUGA:  Wisata Pantai Bosowa, Ada 5 Wahana Air Seru untuk Liburan Akhir Pekan

Isbahuddin berharap revitalisasi dapat menghadirkan fasilitas yang lebih memadai, mulai dari ruang ibadah, akses kesehatan, toilet, hingga ruang informasi yang lebih menarik dan sesuai kebutuhan pengunjung.

Benteng Rotterdam merupakan peninggalan Kesultanan Gowa yang awalnya bernama Benteng Ujung Pandang.

Bangunan tersebut didirikan pada 1545 oleh Raja Gowa ke-9, Daeng Matanre Karaeng Manguntungi Tumaparisi Kallona, sebagai bagian dari sistem pertahanan wilayah pesisir Makassar.

SulawesiPos.com – Kawasan Benteng Rotterdam di Jalan Ujung Pandang, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mulai ditutup Kamis (5/11/2026).

Penutupan berlaku bagi seluruh aktivitas masyarakat, termasuk kunjungan wisata dan penyelenggaraan event, untuk mendukung proses revitalisasi kawasan cagar budaya tersebut.

Pengumuman penutupan ditandai dengan pemasangan spanduk bertuliskan ‘Tutup Sementara’ di depan kawasan benteng pada Rabu (4/11/2026).

Pengelola Museum dan Cagar Budaya Wilayah Sulawesi dan Maluku, Isbahuddin, mengatakan keputusan tersebut diambil untuk menghindari risiko keselamatan pengunjung selama pekerjaan revitalisasi berlangsung.

“Pada prinsipnya sebenarnya penutupan untuk masalah pengamanan dan keamanan dan kenyamanan pengunjung,” kata Isbahuddin.

Penutupan dilakukan tanpa batas waktu yang ditentukan. Pengelola masih menunggu penyelesaian seluruh tahapan pekerjaan sebelum kembali membuka kawasan tersebut untuk masyarakat.

“Ditutup mulai 5 November sampai batas yang belum ditentukan,” ujarnya.

Kunjungan Wisata dan Event Ikut Dihentikan

Selama penutupan, masyarakat tidak dapat memasuki kawasan untuk berwisata maupun memanfaatkan lokasi sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan.

BACA JUGA:  Menjelajah Fort Rotterdam, Benteng Bersejarah di Jantung Kota Makassar

Kebijakan tersebut juga berlaku bagi berbagai bentuk penggunaan tempat yang sebelumnya menjadi salah satu aktivitas di Benteng Rotterdam.

“Jadi tidak lagi, baik kunjungan maupun event. Penggunaan tempat kita hentikan dulu untuk sementara,” tegasnya.

Isbahuddin menjelaskan, revitalisasi tidak dilaksanakan langsung oleh pihak pengelola, melainkan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) dan Direktorat Jenderal terkait. Pekerjaan mencakup instalasi pengembangan dan pemanfaatan kawasan.

Penutupan ini berdampak pada salah satu destinasi wisata sejarah yang mencatat puluhan ribu kunjungan. Berdasarkan data pengelola, Benteng Rotterdam dikunjungi 38.991 orang selama Januari hingga Oktober 2026.

Jumlah tersebut terdiri atas 15.668 pengunjung umum, 18.431 pelajar, 6.960 wisatawan asing, dan delapan kunjungan dari unsur dinas.

Kunjungan tertinggi terjadi pada September sebanyak 8.554 orang, disusul Juli dengan 8.477 orang.

Selain kunjungan wisata, pengelola mencatat 598 permohonan pemanfaatan kawasan untuk lima kategori, yakni kunjungan, dokumentasi, penggunaan tempat, penelitian, dan magang.

Sejumlah kegiatan seperti Makassar Culinary Night, Makassar International Writers Festival, Matappa Festival, Konferensi Musik Indonesia (KMI), dan Rock in Celebes juga pernah digelar di lokasi tersebut.

BACA JUGA:  Taro Waterpark Citraland Tallasa City, Petualangan Air Berwarna Akan Hadir di Makassar

Isbahuddin berharap revitalisasi dapat menghadirkan fasilitas yang lebih memadai, mulai dari ruang ibadah, akses kesehatan, toilet, hingga ruang informasi yang lebih menarik dan sesuai kebutuhan pengunjung.

Benteng Rotterdam merupakan peninggalan Kesultanan Gowa yang awalnya bernama Benteng Ujung Pandang.

Bangunan tersebut didirikan pada 1545 oleh Raja Gowa ke-9, Daeng Matanre Karaeng Manguntungi Tumaparisi Kallona, sebagai bagian dari sistem pertahanan wilayah pesisir Makassar.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru