Mufli Hidayat Ungkap Hinaan ke Almarhum Ayah Usai Kartu Merah

SulawesiPos.com – Pemain muda Mufli Hidayat menyampaikan permintaan maaf kepada tim dan pendukung PSM Makassar setelah menerima kartu merah saat menahan Borneo FC 1-1 di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (7/11/2026). Dalam klarifikasinya, Mufli menyebut dirinya menerima hinaan verbal yang menyinggung almarhum ayahnya.

PSM harus mengakhiri pertandingan dengan sembilan pemain setelah Mufli diusir pada babak kedua dan Stefan Jevtoski menyusul pada masa injury time. Hasil imbang membuat PSM dan Borneo FC sama-sama mengoleksi 10 poin.

Mufli mengawali pernyataannya dengan meminta maaf kepada tim dan seluruh pendukung Juku Eja atas kartu merah yang diterimanya.

“Pertama-tama saya ingin menyampaikan permohonan maaf khususnya kepada tim dan seluruh pendukung PSM Makassar atas kartu merah yang sy terima pada pertandingan sore ini,” tulis Mufli dalam klarifikasinya.

Namun, ia meminta publik tidak menilai insiden tersebut hanya dari kartu merah. Mufli mengatakan ada hinaan verbal yang menyerang keluarganya dan menyinggung almarhum ayahnya.

BACA JUGA:  PSSI Buka Peluang Suporter Tandang di Super League 2026/2027, Erick Thohir Tegaskan Keselamatan Utama

“Saya mendapat hinaan verbal (verbal abuse) yang menyerang nama baik keluarga saya, dengan menyinggung almarhum bapak saya dengan kata-kata yang sangat tidak pantas,” tulisnya.

Mufli tidak menyebut identitas pihak yang melontarkan hinaan tersebut. Ia menilai ucapan itu telah melewati batas psywar dan provokasi dalam pertandingan sepak bola.

“Bagi saya, itu bukan lagi sekadar psywar atau provokasi dalam sepakbola. Tapi merupakan bentuk pelecehan terhadap keluarga dan melewati batas rasa hormat sebagai manusia dan pemain sepakbola profesional,” katanya.

klarifikasi Mufli Hidayat setelah menerima kartu merah saat menahan Borneo FC 1-1 di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (7/11/2026)
Mufli Hidayat meminta maaf setelah menerima kartu merah saat menahan Borneo FC 1-1 dan mengungkap hinaan verbal yang menyinggung almarhum ayahnya di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (7/11/2026). dok/yayat7jr

Ia meminta publik melihat kejadian tersebut secara utuh dan tidak membiarkan penghinaan terhadap keluarga, termasuk orang tua yang telah meninggal, dianggap sebagai hal biasa dalam rivalitas sepak bola.

Klarifikasi itu disampaikan setelah pertandingan Borneo FC kontra PSM berlangsung dalam tensi tinggi. PSM sempat menyamakan kedudukan melalui Achmat Fahrul Aditia setelah Borneo membuka skor lewat Juan Villa, sebelum Juku Eja harus bertahan dengan sembilan pemain.

BACA JUGA:  PSM Makassar Waspadai Drama Persik Kediri, Ahmad Amiruddin: Mentalitas Jadi Pembeda!

Bagi suporter PSM di Makassar dan Sulawesi Selatan, pernyataan Mufli menjadi penjelasan dari sisi pemain setelah laga tandang yang berakhir imbang. Ia menutup klarifikasinya dengan pesan agar persaingan tetap berjalan dalam koridor penghormatan.

“Sepak bola boleh keras, persaingan boleh panas, tetapi rasa hormat dan respek tetap harus dijaga dan dijunjung tinggi,” tulis Mufli.

SulawesiPos.com – Pemain muda Mufli Hidayat menyampaikan permintaan maaf kepada tim dan pendukung PSM Makassar setelah menerima kartu merah saat menahan Borneo FC 1-1 di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (7/11/2026). Dalam klarifikasinya, Mufli menyebut dirinya menerima hinaan verbal yang menyinggung almarhum ayahnya.

PSM harus mengakhiri pertandingan dengan sembilan pemain setelah Mufli diusir pada babak kedua dan Stefan Jevtoski menyusul pada masa injury time. Hasil imbang membuat PSM dan Borneo FC sama-sama mengoleksi 10 poin.

Mufli mengawali pernyataannya dengan meminta maaf kepada tim dan seluruh pendukung Juku Eja atas kartu merah yang diterimanya.

“Pertama-tama saya ingin menyampaikan permohonan maaf khususnya kepada tim dan seluruh pendukung PSM Makassar atas kartu merah yang sy terima pada pertandingan sore ini,” tulis Mufli dalam klarifikasinya.

Namun, ia meminta publik tidak menilai insiden tersebut hanya dari kartu merah. Mufli mengatakan ada hinaan verbal yang menyerang keluarganya dan menyinggung almarhum ayahnya.

BACA JUGA:  Hasil PSIM vs Persita: Gol Adrian Purzycki Selamatkan Laskar Mataram di HUT ke-97

“Saya mendapat hinaan verbal (verbal abuse) yang menyerang nama baik keluarga saya, dengan menyinggung almarhum bapak saya dengan kata-kata yang sangat tidak pantas,” tulisnya.

Mufli tidak menyebut identitas pihak yang melontarkan hinaan tersebut. Ia menilai ucapan itu telah melewati batas psywar dan provokasi dalam pertandingan sepak bola.

“Bagi saya, itu bukan lagi sekadar psywar atau provokasi dalam sepakbola. Tapi merupakan bentuk pelecehan terhadap keluarga dan melewati batas rasa hormat sebagai manusia dan pemain sepakbola profesional,” katanya.

klarifikasi Mufli Hidayat setelah menerima kartu merah saat menahan Borneo FC 1-1 di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (7/11/2026)
Mufli Hidayat meminta maaf setelah menerima kartu merah saat menahan Borneo FC 1-1 dan mengungkap hinaan verbal yang menyinggung almarhum ayahnya di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (7/11/2026). dok/yayat7jr

Ia meminta publik melihat kejadian tersebut secara utuh dan tidak membiarkan penghinaan terhadap keluarga, termasuk orang tua yang telah meninggal, dianggap sebagai hal biasa dalam rivalitas sepak bola.

Klarifikasi itu disampaikan setelah pertandingan Borneo FC kontra PSM berlangsung dalam tensi tinggi. PSM sempat menyamakan kedudukan melalui Achmat Fahrul Aditia setelah Borneo membuka skor lewat Juan Villa, sebelum Juku Eja harus bertahan dengan sembilan pemain.

BACA JUGA:  Bukan Cuma Bertahan, Adam Alis Jadi Kunci Comeback Persib atas PSM

Bagi suporter PSM di Makassar dan Sulawesi Selatan, pernyataan Mufli menjadi penjelasan dari sisi pemain setelah laga tandang yang berakhir imbang. Ia menutup klarifikasinya dengan pesan agar persaingan tetap berjalan dalam koridor penghormatan.

“Sepak bola boleh keras, persaingan boleh panas, tetapi rasa hormat dan respek tetap harus dijaga dan dijunjung tinggi,” tulis Mufli.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru