PSSI Buka Peluang Suporter Tandang di Super League 2026/2027, Erick Thohir Tegaskan Keselamatan Utama

SulawesiPos.com – Peluang hadirnya kembali suporter tim tamu (away supporters) pada kompetisi Super League musim 2026/2027 kini semakin menguat.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyatakan bahwa FIFA telah memberikan ruang keterbukaan terkait aturan penonton.

Meski demikian, pelaksanaannya di lapangan tetap berada di tangan operator kompetisi bersama klub peserta dengan syarat mutlak keselamatan penonton.

Isu ini kembali menjadi perbincangan hangat publik sepak bola Tanah Air usai cuplikan pernyataan Erick Thohir beredar di media sosial pada Sabtu, 8 Agustus 2026.

Namun, kebijakan yang dirancang bukan pembebasan tanpa syarat, melainkan pembukaan opsi secara hati-hati dengan tanggung jawab penuh dari pihak penyangga pertandingan.

Lampu Hijau PSSI dan Catatan Ketat FIFA

Erick Thohir mengungkapkan bahwa PSSI secara prinsip telah memberikan lampu hijau kepada I.League selaku operator kompetisi untuk menghadirkan kembali suporter tandang pada musim mendatang.

Namun, ia menggarisbawahi bahwa FIFA masih memantau sepak bola Indonesia dengan sangat ketat.

BACA JUGA:  Preview PSM vs Persis: Rekor Dominan Juku Eja, Laskar Sambernyawa Terancam

Seperti diketahui, larangan kehadiran penonton tim tamu diberlakukan secara ketat sejak peristiwa Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 yang memakan korban jiwa sekitar 135 orang.

Sejak insiden kelam tersebut, seluruh pertandingan liga domestik di Indonesia dimainkan tanpa kehadiran suporter lawan demi keamanan.

Keputusan Berada di Tangan Operator Liga dan Klub

Usai laga final Piala Presiden 2026 di Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026), Erick kembali menegaskan bahwa mekanisme teknis penerimaan suporter tandang berada pada kesepakatan antara operator liga dan klub, bukan keputusan sepihak dari federasi.

Hal ini disebabkan setiap klub dan daerah memiliki tingkat risiko serta dinamika pengamanan yang berbeda-beda.

Implementasi di lapangan akan sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur pengamanan, jalur komunikasi antarklub, hingga komitmen kepatuhan dari kelompok suporter.

“Kita harus pastikan semua suporter bisa pulang ke rumah dengan selamat,” tegas Erick Thohir.

PSSI mengingatkan bahwa kelonggaran yang diberikan oleh FIFA ini sewaktu-waktu dapat dicabut kembali apabila terjadi pelanggaran atau kerusuhan baru.

BACA JUGA:  Trump Ingin Amerika Rebut Piala Dunia Lagi, Tanpa Kanada dan Meksiko

Oleh karena itu, momentum ini diharapkan tidak direspon sebagai bentuk euforia semata, melainkan sebagai ujian kedewasaan dan kebangkitan tata kelola sepak bola nasional.

SulawesiPos.com – Peluang hadirnya kembali suporter tim tamu (away supporters) pada kompetisi Super League musim 2026/2027 kini semakin menguat.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyatakan bahwa FIFA telah memberikan ruang keterbukaan terkait aturan penonton.

Meski demikian, pelaksanaannya di lapangan tetap berada di tangan operator kompetisi bersama klub peserta dengan syarat mutlak keselamatan penonton.

Isu ini kembali menjadi perbincangan hangat publik sepak bola Tanah Air usai cuplikan pernyataan Erick Thohir beredar di media sosial pada Sabtu, 8 Agustus 2026.

Namun, kebijakan yang dirancang bukan pembebasan tanpa syarat, melainkan pembukaan opsi secara hati-hati dengan tanggung jawab penuh dari pihak penyangga pertandingan.

Lampu Hijau PSSI dan Catatan Ketat FIFA

Erick Thohir mengungkapkan bahwa PSSI secara prinsip telah memberikan lampu hijau kepada I.League selaku operator kompetisi untuk menghadirkan kembali suporter tandang pada musim mendatang.

Namun, ia menggarisbawahi bahwa FIFA masih memantau sepak bola Indonesia dengan sangat ketat.

BACA JUGA:  Bali United Bungkam Dewa United 1-0, Gol Kadek Agung Tutup Musim dengan Kemenangan

Seperti diketahui, larangan kehadiran penonton tim tamu diberlakukan secara ketat sejak peristiwa Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 yang memakan korban jiwa sekitar 135 orang.

Sejak insiden kelam tersebut, seluruh pertandingan liga domestik di Indonesia dimainkan tanpa kehadiran suporter lawan demi keamanan.

Keputusan Berada di Tangan Operator Liga dan Klub

Usai laga final Piala Presiden 2026 di Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026), Erick kembali menegaskan bahwa mekanisme teknis penerimaan suporter tandang berada pada kesepakatan antara operator liga dan klub, bukan keputusan sepihak dari federasi.

Hal ini disebabkan setiap klub dan daerah memiliki tingkat risiko serta dinamika pengamanan yang berbeda-beda.

Implementasi di lapangan akan sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur pengamanan, jalur komunikasi antarklub, hingga komitmen kepatuhan dari kelompok suporter.

“Kita harus pastikan semua suporter bisa pulang ke rumah dengan selamat,” tegas Erick Thohir.

PSSI mengingatkan bahwa kelonggaran yang diberikan oleh FIFA ini sewaktu-waktu dapat dicabut kembali apabila terjadi pelanggaran atau kerusuhan baru.

BACA JUGA:  Preview PSM vs Persis: Rekor Dominan Juku Eja, Laskar Sambernyawa Terancam

Oleh karena itu, momentum ini diharapkan tidak direspon sebagai bentuk euforia semata, melainkan sebagai ujian kedewasaan dan kebangkitan tata kelola sepak bola nasional.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru