Tunggakan BBM dan Lahan TPA Terblokir, Sampah Menumpuk di Kota Sungguminasa

SulawesiPos.com — Tumpukan sampah menghiasi sejumlah sudut kota Sungguminasa, ibu kota Kabupaten Gowa, dalam sepekan terakhir. Kondisi ini merusak pemandangan sekaligus mengeluhkan warga akibat bau busuk yang menyengat.

Pantauan di lapangan, Rabu (23/9/2026), menunjukkan penumpukan sampah terjadi di titik-titik strategis, seperti di samping SPBU Jalan Agus Salim—yang berada tak jauh dari Kantor Bupati Gowa—serta di jalan poros provinsi Jalan Sultan Hasanuddin yang berbatasan langsung dengan Kota Makassar. Keberadaan tumpukan sampah tersebut mengganggu para pengguna jalan hingga pemilik rumah dan toko di sekitar lokasi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gowa, Azhari Azis, menjelaskan bahwa penumpukan ini dipicu oleh dua masalah utama: armada pengangkut yang mogok beroperasi dan pemblokiran akses Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Sejak 16 September lalu, SPBU mitra menghentikan pengisian solar untuk 27 armada truk sampah milik Pemkab Gowa akibat tunggakan pembayaran BBM yang mencapai sekitar Rp200 juta.

“Penghentian pengisian BBM ini disebabkan masih adanya tunggakan solar sekitar Rp200 juta pada SPBU mitra,” ujar Azhari saat memberikan keterangan di DPRD Gowa, Selasa (22/9).

BACA JUGA:  Viral Usai Tikam Pemuda, Dua Pelaku di Gowa Akhirnya Menyerahkan Diri

Selain masalah operasional armada, pengangkutan sampah juga terhambat oleh penutupan akses menuju TPA Caddika di Desa Pabbentengang, Kecamatan Bajeng. Pemilik lahan menutup jalan menuju TPA karena mengklaim pembayaran sisa lahan dan akses jalan belum diselesaikan oleh pemerintah daerah.

Guna mengatasi persoalan ini, DLH Gowa tengah bernegosiasi dengan pemilik lahan sekaligus menyiapkan rute alternatif.

“Kami terus melakukan pembicaraan lebih lanjut dengan pemilik lahan untuk mengatasi masalah ini. Rencana, kami akan cari akses jalan lain sebagai alternatif sampah bisa masuk TPA, melalui kawasan Bumi Perkemahan HM Yasin Limpo, sembari menyelesaikan masalah armada,” jelas Azhari.

Menanggapi krisis kebersihan ini, Wakil Ketua DPRD Gowa, Hasrul Abdul Rajab, mendesak Pemkab Gowa untuk segera memulihkan layanan pengangkutan sampah tanpa menunda-nunda.

“Sampah adalah masalah serius karena menyangkut kesehatan, kenyamanan, dan wajah Kota Sungguminasa sebagai pusat pemerintahan. Masyarakat tidak mau tahu siapa yang salah. Yang dibutuhkan, sampahnya segera diangkut dan pengelolaannya dibenahi,” tegas politisi Gerindra ini.

BACA JUGA:  Jadwal Pemadaman Listrik Gowa Hari Ini 24 September, Cek Wilayah Terdampak

 

SulawesiPos.com — Tumpukan sampah menghiasi sejumlah sudut kota Sungguminasa, ibu kota Kabupaten Gowa, dalam sepekan terakhir. Kondisi ini merusak pemandangan sekaligus mengeluhkan warga akibat bau busuk yang menyengat.

Pantauan di lapangan, Rabu (23/9/2026), menunjukkan penumpukan sampah terjadi di titik-titik strategis, seperti di samping SPBU Jalan Agus Salim—yang berada tak jauh dari Kantor Bupati Gowa—serta di jalan poros provinsi Jalan Sultan Hasanuddin yang berbatasan langsung dengan Kota Makassar. Keberadaan tumpukan sampah tersebut mengganggu para pengguna jalan hingga pemilik rumah dan toko di sekitar lokasi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gowa, Azhari Azis, menjelaskan bahwa penumpukan ini dipicu oleh dua masalah utama: armada pengangkut yang mogok beroperasi dan pemblokiran akses Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Sejak 16 September lalu, SPBU mitra menghentikan pengisian solar untuk 27 armada truk sampah milik Pemkab Gowa akibat tunggakan pembayaran BBM yang mencapai sekitar Rp200 juta.

“Penghentian pengisian BBM ini disebabkan masih adanya tunggakan solar sekitar Rp200 juta pada SPBU mitra,” ujar Azhari saat memberikan keterangan di DPRD Gowa, Selasa (22/9).

BACA JUGA:  Skandal Izin Ritel Gowa: Jejak Proteksi Ichsan, Reformasi Adnan, dan Dugaan Pemerasan Husniah

Selain masalah operasional armada, pengangkutan sampah juga terhambat oleh penutupan akses menuju TPA Caddika di Desa Pabbentengang, Kecamatan Bajeng. Pemilik lahan menutup jalan menuju TPA karena mengklaim pembayaran sisa lahan dan akses jalan belum diselesaikan oleh pemerintah daerah.

Guna mengatasi persoalan ini, DLH Gowa tengah bernegosiasi dengan pemilik lahan sekaligus menyiapkan rute alternatif.

“Kami terus melakukan pembicaraan lebih lanjut dengan pemilik lahan untuk mengatasi masalah ini. Rencana, kami akan cari akses jalan lain sebagai alternatif sampah bisa masuk TPA, melalui kawasan Bumi Perkemahan HM Yasin Limpo, sembari menyelesaikan masalah armada,” jelas Azhari.

Menanggapi krisis kebersihan ini, Wakil Ketua DPRD Gowa, Hasrul Abdul Rajab, mendesak Pemkab Gowa untuk segera memulihkan layanan pengangkutan sampah tanpa menunda-nunda.

“Sampah adalah masalah serius karena menyangkut kesehatan, kenyamanan, dan wajah Kota Sungguminasa sebagai pusat pemerintahan. Masyarakat tidak mau tahu siapa yang salah. Yang dibutuhkan, sampahnya segera diangkut dan pengelolaannya dibenahi,” tegas politisi Gerindra ini.

BACA JUGA:  Jemaah Haji Asal Gowa Wafat di Madinah, Dimakamkan di Pekuburan Baqi

 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru