Viral Usai Tikam Pemuda, Dua Pelaku di Gowa Akhirnya Menyerahkan Diri

SulawesiPos.com – Dua pelaku penikaman terhadap seorang pemuda di Kabupaten Gowa akhirnya memilih menyerahkan diri ke pihak kepolisian setelah sempat buron dan viral di media sosial.

Peristiwa tersebut menimpa Umar Sidik (24), yang menjadi korban penikaman di depan Puskesmas Tompobulu, tepatnya di wilayah Malakaji, Kecamatan Tompobulu, pada Rabu malam (29/4/2026).

Plt Kasatreskrim Polres Gowa, Iptu Arman Tarru, mengungkapkan bahwa kedua pelaku telah berada dalam penanganan polisi setelah datang langsung menyerahkan diri.

“Pelaku inisial S dan R saat ini sudah menyerahkan diri ke Polres Gowa,” katanya, Minggu malam (3/5/2026).

Insiden bermula saat korban mengalami kendala pada mobilnya dalam perjalanan pulang menuju Dusun Pajagalung, Desa Tanete.

Kendaraan yang mogok membuat Umar berhenti untuk melakukan perbaikan di lokasi yang relatif sepi.

Saat mencoba menghidupkan mesin, suara knalpot kendaraan korban yang cukup keras diduga memicu perhatian pelaku.

Teguran yang disampaikan kemudian berujung cekcok hingga berakhir dengan aksi penikaman di bagian perut korban.

BACA JUGA: 
Penikaman di Gowa Dipicu Knalpot Brong, Pengakuan Pelaku dan Korban Beda Versi

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka serius dan sempat dalam kondisi kritis.

Warga yang berada di sekitar lokasi langsung memberikan pertolongan dan membawa korban ke puskesmas terdekat sebelum dirujuk ke rumah sakit, hingga akhirnya mendapatkan perawatan di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo.

Sementara itu, setelah kejadian, kedua pelaku melarikan diri.

Namun tekanan publik yang meningkat, termasuk viralnya video kejadian, diduga mendorong keduanya untuk menyerahkan diri ke Polres Gowa keesokan harinya.

“Motif dari kejadian tersebut kami masih mendalaminya. Pelaku menyerahkan diri itu ada dua orang, tapi ibunya ikut juga ke kantor polisi,” beber Arman Tarru.

Terdapat perbedaan keterangan antara pihak korban dan pelaku terkait siapa yang memicu konflik lebih dulu.

Selain itu, aparat juga masih melakukan pencarian terhadap barang bukti berupa senjata tajam yang digunakan dalam penikaman.

Penyidik turut mengimbau masyarakat agar tidak terpancing emosi atau melakukan tindakan main hakim sendiri.

Proses hukum, menurut polisi, harus tetap dipercayakan kepada aparat agar tidak menimbulkan masalah baru.

BACA JUGA: 
Polres Gowa Perketat Patroli SPBU, Antisipasi Gangguan Distribusi BBM

“Dalam hal ini, perlu kami tegaskan bahwa kami mengimbau kepada warga agar mempercayakan proses penyelidikan dan proses penyidikan ke Polres Gowa,” pungkasnya.

SulawesiPos.com – Dua pelaku penikaman terhadap seorang pemuda di Kabupaten Gowa akhirnya memilih menyerahkan diri ke pihak kepolisian setelah sempat buron dan viral di media sosial.

Peristiwa tersebut menimpa Umar Sidik (24), yang menjadi korban penikaman di depan Puskesmas Tompobulu, tepatnya di wilayah Malakaji, Kecamatan Tompobulu, pada Rabu malam (29/4/2026).

Plt Kasatreskrim Polres Gowa, Iptu Arman Tarru, mengungkapkan bahwa kedua pelaku telah berada dalam penanganan polisi setelah datang langsung menyerahkan diri.

“Pelaku inisial S dan R saat ini sudah menyerahkan diri ke Polres Gowa,” katanya, Minggu malam (3/5/2026).

Insiden bermula saat korban mengalami kendala pada mobilnya dalam perjalanan pulang menuju Dusun Pajagalung, Desa Tanete.

Kendaraan yang mogok membuat Umar berhenti untuk melakukan perbaikan di lokasi yang relatif sepi.

Saat mencoba menghidupkan mesin, suara knalpot kendaraan korban yang cukup keras diduga memicu perhatian pelaku.

Teguran yang disampaikan kemudian berujung cekcok hingga berakhir dengan aksi penikaman di bagian perut korban.

BACA JUGA: 
Kronologi Pemuda di Gowa Cabuli Perempuan di Bawah Umur dan Sebar Foto Korban ke Media Sosial

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka serius dan sempat dalam kondisi kritis.

Warga yang berada di sekitar lokasi langsung memberikan pertolongan dan membawa korban ke puskesmas terdekat sebelum dirujuk ke rumah sakit, hingga akhirnya mendapatkan perawatan di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo.

Sementara itu, setelah kejadian, kedua pelaku melarikan diri.

Namun tekanan publik yang meningkat, termasuk viralnya video kejadian, diduga mendorong keduanya untuk menyerahkan diri ke Polres Gowa keesokan harinya.

“Motif dari kejadian tersebut kami masih mendalaminya. Pelaku menyerahkan diri itu ada dua orang, tapi ibunya ikut juga ke kantor polisi,” beber Arman Tarru.

Terdapat perbedaan keterangan antara pihak korban dan pelaku terkait siapa yang memicu konflik lebih dulu.

Selain itu, aparat juga masih melakukan pencarian terhadap barang bukti berupa senjata tajam yang digunakan dalam penikaman.

Penyidik turut mengimbau masyarakat agar tidak terpancing emosi atau melakukan tindakan main hakim sendiri.

Proses hukum, menurut polisi, harus tetap dipercayakan kepada aparat agar tidak menimbulkan masalah baru.

BACA JUGA: 
Polres Gowa Perketat Patroli SPBU, Antisipasi Gangguan Distribusi BBM

“Dalam hal ini, perlu kami tegaskan bahwa kami mengimbau kepada warga agar mempercayakan proses penyelidikan dan proses penyidikan ke Polres Gowa,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru