SulawesiPos.com – Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, akhirnya buka suara terkait mencuatnya isu dugaan penyadapan terhadap sejumlah tokoh nasional. Pernyataan resmi ini disampaikannya secara langsung di hadapan awak media di Karawang pada Minggu, 8 November 2026.
Dugaan penyadapan yang disebut-sebut menyeret mantan Kapolri tersebut diduga turut menyasar Presiden dan sejumlah pimpinan partai politik. Merespons kabar panas ini, Paloh menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak merasa terkejut ataupun khawatir.
“Ya, saya enggak perlu surprise karena saya tahu saya kondisi sadap apa,” ungkap Paloh merespons pertanyaan wartawan. Ia menggarisbawahi bahwa pembicaraannya melalui saluran telepon tidak pernah mengandung unsur strategi politik yang rahasia.
Menurutnya, telepon genggam hanya ia gunakan untuk sekadar menjalin silaturahmi dan melempar candaan dengan para koleganya. Ia memastikan bahwa tidak ada rahasia besar yang perlu dirisaukan meskipun komunikasi tersebut benar-benar terekam.
“Jadi, biarpun 10 kali direkam (disadap) juga di situ, kan enggak apa-apa,” tambahnya dengan nada sangat santai. Paloh bahkan memberikan contoh langsung mengenai obrolan kesehariannya yang hanya berisi kelakar ringan dengan sesama kader.
Menyikapi polemik yang terus berkembang, ia meminta agar semua pihak tidak lagi membesar-besarkan masalah penyadapan ini. Ia khawatir eskalasi isu tersebut justru akan mengaburkan fokus pemerintah pada persoalan bangsa yang lebih esensial.
Terkait aspek dugaan pelanggaran ranah privasi dan hukum, Paloh menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada pihak kepolisian. Ia meyakini jajaran aparat penegak hukum sudah mengambil langkah terukur yang disesuaikan dengan aturan perundang-undangan.
“Di mana ada pelanggaran, di sana ada proses yang akan berlangsung,” tegasnya mengakhiri wawancara. Ia berharap stabilitas kemananan negara tetap terjaga optimal agar program pembangunan pemerintahan dapat terus berjalan lancar. (*)


